Sabtu, 21 Januari 2012


Bang Adji Tunaikan Sholat Jumat Bersama Warga Pedongkelan Belakang Cengkareng
Jakarta, - Calon gubernur DKI Jakarta Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hendradji, Soepandji, SH, atau akrab disapa Bang Adji melakukan shalat Jumat bersama warga di RT 21, RW 16 Pedongkelan Belakang, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, (20/1).
Usai menunaikan sholat Jumat, Bang Adji mengadakan silaturrahmi, sekaligus berdialog secara langsung dengan warga sekitar. Silaturrahmi yang digelar di halaman rumah Koordinator Kelurahan Cengkareng, Asep, ini mendapat sambutan antusias warga.
Ratusan warga memadati halaman yang hanya beratap tenda sederhana, dan berkursi plastik. Antusiasme warga mampu mengalahkan cuaca panas dan terik siang itu. Tak hanya kalangan dewasa, dan pria, Ibu-ibu serta anak-anak rela berpanas di panasnya terik matahari dalam upaya mengikuti silaturahmi hingga acara usai.
Dalam sambutannya, mantan Komandan Pusat POM Angkatan Darat ini merasa bersyukur, karena warga di Kapuk mendukung penuh terkait pencalonan dirinya sebagai Cagub DKI Jakarta dari jalur independen. Pasalnya, tanpa dukungan dari warga melalui KTP mustahil dapat lolos verifikasi KPU, ujarnya.
“Warga di Kapuk telah mendukung saya sedikitnya 10 ribu lebih KTP. Dalam hal ini saya memberikan apresiasi kepada warga utamanaya di Kapuk, Cengkareng. Sebab, tanpa dukungan itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan kerja sama ini berlanjut terus,” harap mantan Komandan Danpuspom ini.
Dalam silaturahmi yang juga dihadiri perwakilan dari Wakil Lurah Kapuk, para ketua RT di RW 16, dan Ketua RW 16 sendiri itu, Dalam kesempatan itu Bang Adji menyatakan tekadnya jika terpilih akan membangun kawasan Kapuk menjadi tidak kumuh tanpa melalui penggusuran.
“Kapuk harus menjadi tidak kumuh, tanpa penggusuran. Prioritas saya untuk meremajakan kawasan kumuh di DKI menjadi kawasan indah, nyaman, bersih, dan aman. Rusunami akan dibangun untuk kalangan menengah ke bawah,” pungkas Bang Adji yang disambut tepuk tangan gemuruh warga.[iwn/bmb]

Jumat, 20 Januari 2012


Hendardji Soepandji Resmi Undurkan Diri dari Jabatan Dirut PPKK Kemayoran
 
Jakarta, - Saat ini, Drs Hendardji Soepandji, SH secara resmi mengundurkan diri sebagai jabatan Direktur Utama (Dirut), Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK). Pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi tanggal 11 Januari 2012.

Menurut Hendardji, dirinya mundur agar kegiatannya dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta tidak mengganggu tugas sebagai Direktur Utama PPK Kemayoran.  Hendardji secara resmi menjabat Dirut sejak tanggal 6 Oktober 2010 lalu. 

Menteri Sekretaris Negara sudah menerima permohonan diri Hendardji dan memberhentikan secara hormat mantan Komandan Puspom TNI tersebut melalui Keputusan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012.

Meski, menjabat hanya satu tahun lebih 3 bulan, Hendardji mampu menaik kan pendapatan ke kas negara melebihi dari target. Sekaligus mampu menata kawasan Kemayoran jauh lebih rapi, bersih dan tertata. Sejumlah gedung yang dibangun di masa kepemimpinan nya misalnya, Gedung Indogrosir, Condotel Central 88,  dan Town House Waugo.

Hendardji memberikan apresiasi atas peran serta warga Kemayoran, utamanya warga Ibukota yang telah menjaga kawasan Kemayoran menjadi kawasan yang rapi dan bersih.

Hendardji berharap penggantinya kelak mampu meneruskan konsep kawasan Kemayoran sebagai kawasan Internasional terpadu yang berwawasan ramah lingkungan, dan nyaman bagi masyarakat luas.

Saat ini Hendardji Soepandji aktif sebagai salah satu Komisaris group Wilmar International yang berkantor di Multivision Tower lantai 19 Rasuna Said Kuningan Jakarta. Guna mendukung pencalonanya sebagai Gubernur DKI, Hendardji membuka posko pemenangan di jalan Taman Gunawarman Barat no 25 Jakarta Selatan. [bmb/iwn]

Kamis, 19 Januari 2012


Jelang Imlek, Bunga Sedap Malam Jadi Primadona di Rawa Belong 

Menyambut perayaan hari raya Imlek tahun ini, masyarakat sangat antusias untuk belanja berbagai jenis bunga. Sedap malam, misalnya menjadi primadona di pusat grosir bunga Rawa Belong. Selain jenis bunga sedap malam, warga juga meminati bunga mawar merah dan bunga gunung, misalnya crysant dan aster. 

Jakarta, - Meski, perayaan Imlek jatuh pada hari Senin, 23 Jauari 2012, namun dalam tiga hari ini, yakni hari Jumat, Sabtu dan Minggu permintaan stock bunga tersebut semakin meningkat. Belum lagi kegiatan lelang bunga yang digelar pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT), Rawa Belong pada Jumat, 20/01 mulai dari jam 08.00 hingga 10.00 WIB, sehingga tidaklah heran jika upaya ini mampu mendongkrak omset penjualan bunga di kawasan itu. Lantaran kebutuhan meningkat, sehingga harga bunga pun naik 25 – 40 persen. Bahkan, diprediksikan pendapatan omset bunga di Rawa Belong pada perayaan Imlek tahun ini mampu menembus angka 1 miliar rupiah.
Selain sedap malam yang disuvlai dari Jawa Tengah, jenis bunga yang dominan banyak digandrungi para pengunjung ialah, bunga mawar merah berasal dari provinsi Jawa Timur, dan bunga gunung, crysant serta aster dari Jawa Barat.

Berkat upaya tak kenal menyerah untuk mempromosikan agrobisnis, sekaligus getol menggelar even gebyar bunga yang dilakukan pihak unit pelaksana teknis pasar bunga Rawa Belong, kawasan yang sebelumnya lebih identik dengan kampung jawara itu, kini jauh lebih tertata. Bahkan, pasar bunga yang terletak dibilangan Jakarta Barat itu harum di seantero benua Asia.

Pada perayaan Imlek tahun ini animo masyarakat untuk memesan kembang, terutama bunga sedap malam sangat tinggi. Guna mempersiapkan pemantauan yang lebih optimal, pasar bunga Rawa Belong melakukan koordinasi dengan produsen diseluruh kawasan di tanah air, ungkap Kepala UPT Rawa Belong M.Muljadi disela-sela kesibukannya, Jumat, (20/01).

Menurut Acong, warga Batu Sari, Kebon Jeruk Jakarta Barat, jenis bunga warna merah merupakan tradisi turun temurun yang biasa diminati oleh warga keturunan. Sementara, bunga sedap malam adalah sarana untuk sembahyang pada perayaaan Imlek, ujarnya.

Selain transaksi bunga, pada perayaaan Imlek ini di pasar tradisional di sekitar kawasan itu juga diramaikan dengan hiruk-pikuk para peminat ikan bandeng. Jadi tidaklah heran jika Rawa Belong berbondong-bondong dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya.
Sesuai tradisi nenek moyang, rasanya tidak lengkap jika masyarakat tidak menghidangkan menu atau khas ikan bandeng. Selain warga keturunan, kawasan penjualan ikan bandeng tersebut juga dipadati masyarakat pribumi. Karena sejak Zaman dahulu kedua etnis, yakni warga keturunan dan penduduk pribumi Betawi selalu hidup rukun berdampingan.

Mahmud, warga pribumi asli di jalan Limo RT.03/RW.09 Grogol Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan mengaku tidak afdol jika disetiap Imlek tidak menyantap ikan bandeng. “Meski belanja ikan bandeng  Rp.50.000,- hingga Rp.100.000,- tidak jadi soal, karena ada rasa kepuasan tersendiri, ujarnya.[bmb]

Rabu, 18 Januari 2012



Pelapor Kecewa, Terdakwa Tak Hadir Dalam Sidang Sengketa Pemalsuan Merk di PN Jakpus

Jakarta  – Fachruidin, staf khusus PT Idola Insani yang melaporkan kasus pemalsuan baju kaos merek ‘Cressida dan Damor’ logo DMR mengaku kecewa atas ketidak-hadiran terdakwa Suhardi alias Anggie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
   “Jauh jauh dari Bandung, eh, sidangnya malah ditunda, “ ucapnya, sambil menyebutkan ditunda persidangan ini karena alasan terdakwanya sakit.
    Menurutnya, rencana persidangan Rabu (18/1), Majelis Hakim pimpinan Jihad Arkanuddin akan memeriksa  saksi yang dihadirkan oleh terdakwa yang kini berstatus tahanan kota. “Namun karena selain terdakwa tidak hadir, dua saksi yang rencananya juga diperiksa juga tidak hadir, sidang pun ditunda,” katanya.
    Ia berharap sidang ini berjalan lancar agar mendapatkan kepastian hukum. “Saya berharap sidang ini berjalan lancar mengingat sudah sejak sekitar Oktober tahun lalu, sidang ini digelar,” ujarnya.
     Pada sidang  sebelumnya terungkap pemalsuan baju kaos ini setelah Acang pedagang pakaian membeli barang tersebut dari toko ‘Bintang’ milik terdakwa di Pasar Tanah Abang, Blok A Lantai 5 No.31, Tanah Abang. “Saya tidak tahu kalau merek pakain yang saya perjual belikan itu palsu,” ucap pemliki toko pakain ‘Sukses Bersama’ di Jalan Pusat Pasar, Medan ini
      Acang menyebutkan membeli barang itu untuk dijual lagi. Menurutnya kaos tersebut  dibeli  seharga Rp25,5 ribu hingga Rp28 ribu, padahal harga yang ditetapkan oleh PT Idola Insani, selaku pemegang merek tersebut dipatok dengan harga Rp89  hingga Rp100 ribu.  “Yang jelas, saya tidak tahu barang itu palsu atau tidak,” ucapnya.
      Sementara Nova, ahli merek dari dari Dirjen Merek Depkumham, menyebutkan merek tersebut sudah terdaftar atas milik PT Idola Insani. Soal palsu dan tidak, secara kasat mata bisa dilihat dari asesorisnya. “Dari sinilah bisa dilihatan palsu dan tidaknya,” katanya  sambil menyebutkan secara deteilnya yang lebih banyak tahu ahli produksi.
       Fahruddin sendiri mengaku penyelidikan kasus pemalsuan dilakukan  karena sejak 2009,  pejualan baju kaos ini  mengalami penurunan penjualan. Menurutnya, akibat pemalsuan ini perusahan mengalami kerugian sekitar Rp9,5 miliar secara meteri dan inmaterail.  Anehnya, pemalsu merk Cressida dan Damor Logo DMR
hingga saat ini berkeliaran menghirup udara segar.   


Lantaran melakukan aksi pemalsuan merk Cressida dan Damor logo DMR milik PT Idola Insani, tak ayal pelaku Suhardi alias Angie, didakwa Jaksa Penuntut Umum Kejati DKI Jakarta Nur Jamilah dengan dakwaan berlapis. Dalam kasus itu terdakwa dituduh melanggar pasal 90 UU RI No.15 tahun 2001, pasal 91 UU RI No.15 tahun 2001, dan pasal 94 UU RI No.15 tahun 2001, tentang merk.

Ironisnya lagi, Jaksa juga tidak melakukan penahan terhadap terdakwa, sehingga pihak pelaku dengan bebas menghirup udara segar. Dihadapan Ketua majelis hakim, Jihad Arkanuddin, surat dakwaan Jaksa menyebutkan, perbuatan terdakwa Suhardi dilakukan sejak Januari 2010 hingga Juni 2010, yakni di Toko Bintang Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat (Milik terdakwa).


      Kasus pemalsuan merk itu berawal dari pemilik Toko Sukses Bersama 2, yakni, saksi Tong Tjhua alias Acang, di Jalan Pusat Pasar No.156/148, Medan, Sumut. Dimana pihak dari PT Idola Insani selaku pemilik merk Cressida dan Damor logo DMR telah mengutus saksi H. Fahruroddin dengan Toiran Hartono untuk melakukan penyelidikan penyebab menurunnya penjualan baju kaos di wilayah Sumut, tanggal 1 Pebruari 2010. Karena PT Idola Insani sudah mengalami penurunan penjualan baju kaos sejak tahun 2009.
     Banyak hal yang dikuatirkan pihak Idola Insani atas serangkaian peristiwa pemalsuan ini. Misalnya, timbul kerugian dengan tidak dapat mempertahankan ribuan karyawan yang selama ini telah bekerja di perusahaan itu. Dengan beredarnya barang - barang tersebut, mengakibatkan hilangnya kepercayaan terhadap merk Cressida dan Damor. Selain itu juga dapat menyesatkan pelanggan/konsumen masyarakat pada umumnya, ujar saksi Tong.
    Dari hasil penyelidikan, kedua saksi membeli baju kaos merk Cressida dan Damor logo DMR yang diduga palsu dari Toko Sukses Bersama 2, lalu mengirimkannya ke Pabrik PT Idola Insani di Bandung, Jawa Barat untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
     Sementara itu hasil penelitian, ternyata baju kaos merk Cressida dan Damor logo DMR diduga palsu. Pasalnya, bukan hasil produk PT Idola Insani. Lantas, Suhaidy Ghobind selaku Pimpinan PT Idola Insani memberikan kuasa kepada saksi H. Fahruroddin untuk melaporkan pemalsuan merk Cressida dan merek Damor logo DMR ke Poltabes Medan, pada tanggal 8 Maret 2010.
    Di Poltabes saksi Tong Tjhua alias Acang mengaku, baju kaos merk Cressida dan Damor logo DMR yang di perdangangkan itu, di beli dari Toko Bintang (Milik terdakwa), di Pasar Tanah Abang, Blok A Lantai 5 no.31, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
    Dengan adannya laporan dari saksi Tong Tjhua alias Acang, lalu pihak Poltabes Medan melakukan kerjasama dengan Polda Metro Jaya atas perkara pemalsuan merk yang dilakukan oleh pemilik Toko Bintang (Terdakwa).
     Kemudian, Polda Metro Jaya langsung melakukan penyidikan, sekaligus penggeledahan terhadap pemalsuan merk yang di produksi oleh terdakwa di konveksi milik saksi Maseruri, di Jalan Laksa I No. 74, Rt, 011/03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
    Usai dimintai keterangan dari terdakwa, dirinya mengaku sudah memproduksi pakaian jadi merk Cressida dan Damor logo DMR milik PT Idola Insani, tanpa izin sejak Januari 2010 hingga Juni 2010.
   Bukan hanya disitu saja, bahkan terdakwa juga mengakui penjualan baju-baju kaos merk itu jauh di bawah harga PT Idola Insani.
   Dimana terdakwa mendistribusikan hasil produksi baju kaos di jual seharga Rp. 270.000/lusin. Oleh saksi Tong Tjhua alias Acang, selaku pembeli dari terdakwa menjual dengan harga eceran sebesar Rp. 25.000 hingga Rp. 28.000. Sedangkan, harga eceran yang ditetapkan oleh PT Idola Insani antara Rp. 51.000 hingga 56.000 per potong, urainya. [HN/WKSN]

Senin, 16 Januari 2012

Ratusan Pendukung Militan Hendardji Gelar Kegiatan Kerja Bhakti di Cengkareng Barat

Jakarta - Guna mendongkrak citra positif, sekaligus memudahkan proses pengumpulan formulir dukungan foto copy KTP, agar jagoannya dapat lolos verifikasi KPU, ratusan massa akar rumput Barisan Muda Hendardji (BM-H), mengikuti berbagai kegiatan ditengah masyarakat. Salah satunya mereka mengikuti kegiatan kerja bakti membersihkan got (saluran air), disepanjang jalanan Pulo Harapan Indah, RW.10, Cengkareng Barat, Jakarta Barat kemarin.

Meski masih Bakal Calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta, namun upaya yang dilakukan para pendukungnya ini setidaknya merupakan bentuk keseriusan dan komitmen yang kerap dilontarkan Bang Adji untuk membawa perubahan Kota Jakarta ke arah yang lebih baik, jika nantinya dipercaya oleh masyarakat dalam memimpin Kota Jakarta. Kegiatan positif yang sifatnya membawa nama baik Bang Adji akan terus dilakukan. Berangkat dengan niat tulus. Sekaligus sebagai bentuk keseriusan dan tanda kepedulian terhadap para warga yang telah mendukung Bang Adji, usai digelar kerja bhakti, ribuan warga menerima bantuan minyak goring dari Bang Adji.

Rupanya kegiatan ini cukup efektif untuk melakukan sosialisi sekaligus menarik simpatik masyarakat, utamanya dalam hal collect dukungan data KTP. Hal ini diungkapkan kader militan BM-H yang sekaligus ketua Paguyuban, Subur di Cengkareng Barat, Minggu,(15/1).

Tekad bulat dalam upaya memilih calon Gubernur DKI Jakarta yang tegas dan berani untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik rupanya bukan sekedar isapan jempol. Salah seorang figur dari latar belakang militer yang memenuhi kreteria tersebut adalah Mayjend TNI (Purn) Hendardji Soepandji. Sejumlah warga di ibukota Jakarta mulai memberikan kepercayaan kepada mantan Danpuspom itu. Yang mana  dalam menghadapi laga Pemilukada DKI Jakarta tahun mendatang pria yang akrab disapa Bang Adji itu lebih memilih jalur independen.

Bak jamur di musim penghujan, selainTim Pemenangan Korwil dan sejumlah Ormas pendukung Hendardji yang lebih dulu telah terbentuk, kini elemen militan dari akar rumput Barisan Muda Hendardji (BM-H), juga merapatkan barisan untuk mendukung Bang Adji melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Masih kata Subur, yang diamini oleh kader militan Tantowi, dukungan terhadap Bang Adji dari BM-H dan Paguyuban yang dipimpinnya sudah tak perlu diragukan lagi. Tidak akan ke lain hati. Sekali mendukung Hendardji tetap Hendardji.

Masih kata Subur, warga di kawasan Pulo Harapan Indah, Cengkareng Barat sepakat mengarahkan dukungannya kepada Balon DKI-I dari jalur independen Hendardji. Bahkan, hingga saat pencoblosan Pemilukada nanti, tegasnya.

Berkat dukungan moril dari Tantowi, sekaligus kehadiran bapak Ikhwan dari pengurus BM-H DKI Jakarta, kami secara militansi tidak ragu-ragu mendukung Bang Adji. Selain itu, kami sepakat siap membantu teman-teman senior Korwil, Korkel maupun elemen pendukung Bang Adji lainnya untuk mengisi kantong-kantong massa yang masih kosong. Dalam hal ini kami siap untuk mengisi, pungkasnya. [iwn/bmb]



Rabu, 28 Desember 2011

Badan Peneliti Independen Disambut Baik KPK
Jakarta - Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional merupakan mitra dalam jajaran Lembaga Pemberantasan Korupsi dalam kaitan peran serta masyarakat dalam fungsi selaku sosial kontrol dan pemberantasan korupsi. Dalam fungsinya, misalnya melakukan penelitian terhadap penyelenggaraan negara terhadap kemungkinan terjadinya upaya penyalahgunaan anggaran negara dalam rangka menambah harta kekayaan pejabat negara dan pengusaha secara melawan hukum. Melalui kesempatan ini, sebuah rekomendasi kepada pimpinan KPK terkait sejumlah kasus tindak pidana korupsi, baik nasional maupun daerah. Untuk itu dapat segera dilakukan langkah-langkah hukum dalam upaya menjawab keinginan publik. Hal ini diungkapkan ketua umum BPI Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional, Rahmad Sukendar kepada sejumlah wartawan di gedung KPK Jakarta, Rabu, (28/12).

Rahmad berharap agar kasus Bank Century segera mendapat kepastian hukum, sekaligus tidak menjadikan bulan-bulanan badut politik Senayan. Kemudian, kasus cek pelawat pemilihan Deputi Senior Gubernur BI agar dituntaskan demi kepastian hukum. Kasus pembangunan Simpang Lima Gumul (SLG), di kabupaten Kediri Jawa Timur yang melibatkan mantan Bupati H.Sutrisno yang mana kasusnya mengambang alias tidak ada kepastian hukum. Lantas, kasus ALKEStahun 2009 Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang melibatkan kroni-kroni Gubernur Banten. Dalam hal ini belum mendapatkan perhatihan dari KPK. Kasus suap RAPBD Kota Semarang yang menetapkan Sekda, sekaligus 2 orang anggota DPRD Kota tersebut sebagai tersangka. Selain itu tidak menutup kemungkinan akan ditetapkannya tersangka lain agar tak terjadi tebang pilih. Utamanya didalam penuntasan kasus suap itu.

Masih menurut Rahmad, sejumlah kasus lain yang mesti dituntaskan, misalnya kasus perkebunan 4 sumur yang sejak tahun 2004 belum tersentuh tersangkanya. Kemudian,kasus pengadaaan lahan gambut di Riau. Dalam hal ini melalui gerakan moral Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional mendukung pimpinan KPK periode 2011 hingga 2014, guna mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, tegasnya.