Meski Tak Lolos di Laga Pemilukada Tapi Sang Jenderal Tetap Tegar
Jakarta - Meski tidak lolos dalam laga Pemilukada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2014, tapi tak membuat Sang Jenderal berkecil hati. Mayjend (Purn), TNI Hendardji Soepandji calon Gubernur dari jalur independen itu tetap tegar dan berjiwa besar.
Dalam sebuah laga atau pertandingan, menang atau kalah itu merupakan hal yang biasa. Yang tidak kalah penting, berbagai upaya secara maksimal sudah dilakukan oleh Tim Pemenangan. kita tetap bersyukur, karena hasil Pemilukada merupakan takdir Tuhan, hingga apapun hasilnya tetap disyukuri. Disisi lain, agar lolos menjadi calon gubernur dari calon independen, sosok Faizal Basri misalnya memerlukan waktu sedikitnya 6 (enam), tahun. "Sementara saya hanya butuh waktu 13 bulan, namun dapat lolos menjadi calon Gubernur. Tentu hal ini merupakan sebuah kemenangan bagi kami," urainya.
Pria yang akrab disapa Bang Adji ini tidak serta merta menyerah, bahkan diam-diam tetap menyusun kekuatan. Rupanya tak main-main, dirinya akan mengkriti setiap kebijakan siapapun yang nanti ter[pilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Misalnya tetap konsisten mengangkat isu Berkumis (Berantakan Kumuh dan Miskin). Selain kondisi Berkumis yang memprihatinkan, warga di Kota Metropolitan Jakarta ini masih banyak yang belum menikmati sarana pengobatan gratis. Hal ini diungkapan Hendardji disela-sela acara pembubaran struktur Tim Pemenangan di jalan Lapangan Tenis Alteri Pondok Indah, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Sementara itu, ketua BMH (Barisan Muda Hendardji), DKI Jakarta, Bambang Santoso menyatakan, meski struktural Tim Pemenangan Hendardji sudah resmi dibubarkan, namun organisasi yang dikomandoinya tetap eksis mengibarkan bendera Bang Adji. Hal ini sebagai bentuk kesetiaan dan loyalitasnya terhadap Hendardji. Sebagai buktinya, mereka dengan suka rela alias tak menuntut bayaran sejumlah Satgas BMH tetap bergantian jaga di lokasi bekas Posko Pemenangan di jalan Gunawarman Barat no.25 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Titin S/BMB)
Selasa, 24 Juli 2012
Sabtu, 21 Juli 2012
Puluhan Pedagang K-5 Menjamur di Jembatan
Penyeberangan Blok M
Agar dagangannya aman dari penertiban petugas, mereka memberikan sejumlah upeti kepada oknum aparat setempat. Sehingga tidaklah heran, meski bertahun-tahun menjajakan barang dagangannya mereka tetap aman alias tak diusik aparat.
Padahal, selain merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta Selatan, kawasan ini juga termasuk salah satu titik kebanggaan Adi Pura kotamadya setempat.
Warga berharap agar aparat terkait segera menyikapi disekitar persoalan ini. (Titin S/BMB)
Kamis, 19 Juli 2012
Pedagang K-5 Menjamur di Jembatan Penyeberangan Blok M
PULUHAN
pedagang kaki lima (K-5), di jembatan penyeberangan Blok M, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan menjamur. Puluhan pedagang liar itu memenuhi badan
jalan penyeberangan akses dari arah Taman Martatiahahu menuju Blok M
Plaza. Pemandangan ini kian tak sedap saat datang bulan puasa. Hal ini
terjadi lantaran semakin bertambahnya jumlah pedagang. Kondisi ini
membuat kenyamanan para pengguna sarana jalanan terganggu.
Agar
dagangannya aman
dari penertiban petugas, mereka memberikan sejumlah upeti kepada oknum
aparat setempat. Sehingga tidaklah heran, meski bertahun-tahun
menjajakan barang dagangannya mereka tetap aman alias tak diusik
aparat.
Padahal, selain merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta
Selatan, kawasan ini juga termasuk salah satu titik kebanggaan Adi Pura
kotamadya setempat.
Warga berharap agar aparat terkait segera menyikapi disekitar persoalan ini. Agar kawasan lebih tertib dan nyaman. Titin S/BMB - (CH-1072 FPRM)
Senin, 28 Mei 2012
SDN
Gunung 06 (Mexico), Sambut Acara Family Gathering di Pantai Anyer
Puluhan siswa SDN Gunung
06 (Mexico), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyambut kegiatan
Family Gathering (pertemuan keluarga), yang digelar di Pantai Legon
Anyer baru-baru ini. Kegiatan yang diselenggarakan panitia acara
salah satunya adalah doa bersama untuk kesuksesan dalam hal kelulusan
para siswa-siswinya dengan prestasi yang membanggakan.
Shalsabilla salah seorang
siswa kelas 6 SDN 06 Gunung (Mexico), yang bertempat tinggal di jalan
Hang Lekir II merasa terharu saat Sunarto, wali kelas 6 SDN 06
Gunung yang akrab disapa Babeh memberikan sambutan disela-sela
kegiatan tersebut. Pasalnya, sosok Babeh dianggap guru teladan yang
selalu dekat dengan para siswa-siswinya. Selain itu juga memberikan
penuh terhadap muridnya. Hingga tercipta ikatan bathin yang kuat
diantara mereka, urai Shalsabilla yang diamini sejumlah temannya.
Acara kian bertambah
khidmat, saat sesi doa bersama yang digelar di tepi laut. Kegiatan
yang digelar kali terakhir ini berlangsung dengan suasana haru biru.
Baik para guru maupun orang tua murid memberikan apresiasi terhadap
suksesnya acara yang dikomandoi Drs.Imam Suyudi selaku ketua panitia,
ujar orang tua murid yang hadir dalam kegiatan itu.(Titin
S)
Selasa, 24 April 2012
Ribuan Pengunjung
Hadiri Apel Jambore Tagana DKI Bersama Pilar-Pilar Sosial di Bumi Perkemahan Cibubur
Jakarta –
Ribuan orang pengunjung menghadiri acara Jambore Tagana (Taruna Siaga Bencana),
DKI Jakarta bersama sejumlah pilar sosial di Buperta Cibubur, Jakarta Timur
baru-baru ini.
Kegiatan itu
sekaligus pelantikan LO (Lissing Officer), Tagana tiap wilayah. Untuk Jakarta Selatan, Tagana
Dinsos Ronald dan penghubung Singgih.
Selain
Tagana, kegiatan itu juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Dinas
Sosial, Karang Taruna, dan sejumlah elemen masyarakat lainya.
Dalam acara
yang bertajuk tulus ikhlas merupakan cermin pengabdian pilar-pilar social.
Dengan kepedulian pilar-pilar sosial, membangun kebersamaan dalam meningkatkan
kesejahteraan keluarga tidak mampu. Dalam kesempatan itu Gubernur Jakarta Bang
Foke memberikan sejumlah bantuan kepada Tagana. Termasuk santunan kepada
keluarga tidak mampu berupa modal usaha.
Dalam sambutannya,
Foke merasa bangga memiliki pilar-pilar bencana seperti ini. “Saya yakin baik
di Bengkulu, Solo maupun Palembang jelas tidak ada pilar-pilar seperti yang
saya lihat saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Bang Kumis itu.
Masih
menurut Bang Foke, Kian hari hubungan semakin erat. Bersama Jambore pilar-pilar
ini dapat terselenggara. Yang mana siap setiap saat guna menanggulangi setiap
ancaman bencana. Pasalnya, di Jakarta kerap mengalami musibah kebakaran, banjir
dan gempa meski skalanya tidak besar, urainya.
Ketika
disinggung disekitar kegiatan apel jambore Tagana DKI Jakarta ini, Banjamsos Dinsos
DKI, Sahidir menyatakan, dalam acara ini hadir ribuan anggota Tagana se-DKI
Jakarta yang mana tidak ada hubungannya dengan aksi dukung-mendukung terkait
pencalonan Gubernur dalam laga Pemilukada. “Sebagai bentuk keseriusan kami,
dalam kegiatan ini sengaja dihadirkan ribuan anggota Tagana dari seluruh wilayah
DKI Jakarta secara riil,” pungkasnya. [titin s/bmb]
Senin, 02 April 2012
PT Jamsostek
(Persero) Telah Cairkan Dana Tak Bertuan Sebesar Lima Belas Persen
JAKARTA
– Dana peserta Jamsostek yang hingga saat ini
masih ada yang belum dicairkan oleh pesertanya, hingga mencapai Rp 4,9
triliun. Hal ini telah disosialisasikan melalui kantor cabang PT.
Jamsostek yang ada diseluruh
Indonesia. Namun tetap saja masih belum signifikan agar dana ini dapat
sampai
kepada yang berhak , dalam hal ini adalah Pemegang Kartu Peserta
Jamsostek .
Dirut PT
Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga mengungkapkan, pihaknya hingga awal Maret
ini telah mengembalikan 15-20 persen dari Rp 4,9 triliun, total dana tidak
bertuan atau dana milik peserta jaminan sosial tersebut yang tidak diketahui
keberadaannya. Memang belum signifikan karena masih terganjal sistem data base,
kata Hotbonar di Jakarta, Kamis (15/3).
Diakui, hingga
kini masih banyak dana tak bertuan itu belum bisa dikembalikan kepada
pemiliknya. Hal itu akibat, mayoritas mereka merupakan pegawai proyek
pertambangan dan perkebunan temporer di Sumatra dan Kalimantan yang sudah
offline. Lebih dari 50 persen. Jumlah nasabahnya lebih dari 1 juta.
Ini
masalahnya, perusahaan tambang dan perkebunan tersebut enggak mau memberikan
kartu kepesertaan jamsostek kepada para tuan-tuan dan nyonya-nyonya, sebagai
pegawainya. Sehingga pegawai sulit mengklaim, tandasnya. Oleh karena itu,
Hotbonar untuk kesekian kali kembali mengimbau perusahaan atau pemegang kartu
Jamsostek yang belum mengambil haknya agar segera melapor.
Diakui, banyak juga peserta Jamsostek pemilik dana itu
yang kemungkinan sudah meninggal. Untuk itu, dia meminta ahli waris mengurusi
dokumen dan tuntutan mencairkan dana tersebut.
Hotbonar
berharap , hendaknya dana ini akan dapat diserahkan kepada pemiliknya sebelum
rampungnya transformasi PT.Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
( BPJS ) pada tahun 2014 nanti. [ leo bmb
]
Selasa, 27 Maret 2012
Pedagang Kaki 5 Menjamur di Trotoar Hang Lekir, Aparat Tutup Mata Jakarta - Sudah puluhan tahun keberadaan pedagang K-5 disepanjang jalan Hang Lekir Raya, Gunung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan bebas beroperasi, aman dari penertiban aparat. Padahal, mereka jelas – jelas menyalahi aturan Perda 11 tahun 1988. Para pedagang merasa tak terusik lantaran menyetor upeti kepada oknum aparat. Oknum mantan ketua RW disinyalir memperjual belikan lapak kepada sejumlah pedagang. Salah satu pedagang diatas trotoar Hang Lekir misalnya mengaku menyewa lapak dagangannya dari mantan ketua RW setempat Rp. 12 juta setahun. Selain itu, keberadaan pedagang K-5 di kawasan itu juga dijadikan ajang iklan salah satu produk. Produk rokok tersebut memberikan upeti jutaan rupiah per tahunnya kepada oknum aparat kecamatan setempat. Warga berharap agar aparat terkait segera menyikapi disekitar persoalan ini. Pasalnya, keberadaan pedagang K-5 di kawasan itu jelas mengganggu warga pengguna sarana jalan. [Titin S/bmb]
Minggu, 25 Maret 2012
Puluhan Peserta Antusias Hadiri Acara
Tasyakuran Tagana Ke-8
Jakarta –
Acara tasyakuran Taruna Siaga Bencana (Tagana), ke-8 yang diikuti puluhan
anggota dari lima wilayah DKI Jakarta, selain merayakan hari ulang tahunnya,
kegiatan itu juga dimaksudkan untuk lebih eksis lagi utamanya dalam hal
membantu masyarakat yang tengah mengalami berbagai musibah. Misalnya, musibah
banjir dan kebakaran.
Kegiatan ini
tidak serta merta mengharapkan imbalan, namun lebih dengan apa adanya, ada
apanya. Dengan mengedepankan keikhlasan, sehingga janganlah mengharapkan
sesuatu. Tapi lebih dapat menggali potensi dan ketrampilan para anggota Tagana.
Dan yang tak kalah penting adalah nilai ibadah. Hal ini diungkapkan Kordinator
Tagana Selatan, Bung Fatul disela-sela acara tasyakuran di posko Tagana jalan
Margaguna no.1 Jakarta Selatan, Minggu, (25/03).
Acara
semakin meriah saat panitia mengadakan lomba simulasi dapur umum dan berbagai jenis
lomba lainnya. [titin s/bmb]
Selasa, 21 Februari 2012
"Saksi
Tergugat Berbohong" di Sidang Gugatan Perdata Bank Mega
Jakarta Selatan, di ketuai Majelis Hakim Sayponi SH. Turut hadir juga pemantau dari salah satu mitra KPK, Lembaga Pemantau Penyelenggara
Negara Republik Indonesia (LPPNRI).
Negara Republik Indonesia (LPPNRI).
Sementara itu, pihak tergugat yang menghadirkan saksi Hendra
Wijaya mengaku tidak tahu jika sebelumnya ada perjanjian antara penggugat dan tergugat terkait alokasi pembangunan kantor cabang Bank Mega. Apalagi, ruko tersebut belum di batalkan dan di akui oleh tergugat. Lanjut Hendra, dalam kaitan ini hanya tahu bangunan di
kerjakan oleh pemborong Turikan, bahkan tidak pernah tahu apa isi dalam perjanjian
tersebut. Selain itu, penggugat tidak pernah menanyakan sertifikat
kepadanya.
tersebut. Selain itu, penggugat tidak pernah menanyakan sertifikat
kepadanya.
Apalagi dalam kaitan ini Fauji sama sekali tidak menyuruh
meneruskan pembangunan tersebut yang berhubungan langsung dengan saksi Turikan dengan pembagian persentase keuntungan bila di jual tergugat
60 persen, sementara Tukiran mendapatkan bagian 20 persen. Lantas, Hendra 20 persen. Iironisnya tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari penggugat.
60 persen, sementara Tukiran mendapatkan bagian 20 persen. Lantas, Hendra 20 persen. Iironisnya tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari penggugat.
Sementara saksi Sandi mengatakan dalam persidangan surat perjanjian kerja sama tidak dimunculkan H.A Fauji selaku tergugat. Kemudian, penggugat meminta bantuan saksi untuk mengecek keberadaan sertifikat asli di bantu dengan salah satu ahli waris Syamsudin ,memperlihatkan sertifikat asli dan Hendra minta tebusan sebesar 1,8 miliar,bukan di titipkan. Tapi kenyataannya sudah di gadaikan
kepada Hendra Wijaya sebesar 8 juta rupiah sekitar tahun 1990.
Menurut S Ilyas selaku kuasa hukum penggugat,keterangan yang diberikan saksi Hendra Wijaya bohong karena bertentangan dengan saksi saksi sebelumnya yang dihadirkan penggugat sebelumnya dan pihak Bank Mega tergugat telah teledor
membeli ruko tersebut. Semestinya, melakukan pengecekan atau verifikasi terlebih dahulu. Karena ada kerjasama antara penggugat dan tergugat, tanpa seijin dan sepengetahuan penggugat bangunan ruko tersebut di jual kepadanya.
Masih kata S Ilyas, berdasarkan surat perjanjian kerjasama no.60/legalisasi/2008 yang di buat notaris Rony Saputra SH, tergugat wajib menyediakan tanah berukuran 4,75 m2x27m2, sebagian dari sebidang tanah SHM no 985. Tergugat berkewajiban untuk memecah sertifikat tersebut di balik nama atas nama tergugat, berikut biaya pajak serta lainya, pungkasnya. Sidangpun akan di lanjutkan kamis 23
Februari 2012 dengan agenda kesimpulan.[HN]
Langganan:
Postingan (Atom)
