Rabu, 16 Maret 2011

Terkena Dampak Ledakan Nuklir Jepang Tubuh Warga Ibukota Gatal – Gatal


JAKARTA - Akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir pasca gempa Tsunami yang meluluh lantahkan negeri Jepang, hal tersebut menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Kini, dampaknya sudah mulai terasa. Misalnya, tak sedikit warga yang mengaku resah.
Leo TD Sarumpaet, salah seorang Pemimpin Redaksi (Pemred), Media Trans Indonesia di Fatmawati, Jakarta Selatan, banyak menerima laporan dari puluhan warga ibukota yang masuk di meja redaksi.
Misalnya, pesan singkat SMS yang dikirim melalui ponsel Pemred itu berbunyi, “Sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukumi Jepang meledak pada hari Selasa, (15/3), jam 04.30 WIB, jika hujan jangan pergi keluar rumah, pastikan bahwa anda memiliki pelindung hujan. Ini hujan asam, jangan biarkan menyentuh anda karena dapat membakar kulit. Karena, kanker dan rambut anda akan rontok. Mohon forward tetap aman dan jangan lupa ingatkan kepada semua orang yang anda kenal,”.
Akibat dampak meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukumi Jepang itu, saat hujan mengguyur kota Jakarta, tanpa disadari anggota tubuh Aldi, salah seorang warga Cengkareng, Jakarta Barat menderita gatal – gatal pada kulit lengan tangannya.
Mengalami hal itu Aldi menggaruk – garuk bagian tubuh yang mengalami nyeri. Harapan membersihkan tubuhnya agar rasa gatal itu menghilang, namun hingga saat ini penyakit itu tak kunjung enyah dari dirinya. Menyikapi permasalahan di seputar dampak nuklir ini, di dalam benak Aldi pun terus bertanya – tanya. Adakah hal ini memang betul akibat dampak nuklir Jepang, atau hanya semata sekedar isu belaka, Allahualam.[Bambang S]   

Selasa, 15 Maret 2011

Aklindo Dukung Program Sambungan Baru Dua Juta Pelanggan PLN

Jakarta - Dalam upaya mewujudkan pelayanan sarana listrik ke seluruh pelosok - pelosok terpecil, saat ini pihak PLN mulai menerapkan program sambungan baru untuk menerangi dua juta pelanggan baru di Indonesia.  Program ini disambut antusias masyarakat di tanah air. Selain warga, wacana ini juga didukung Aklindo (Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia), sebagai mitra dalam hal kelistrikan. Sehingga, target PLN untuk pencapaian dua juta sambungan baru itu dapat terealisasi di tahun 2011 ini.

Disisi lain, Aklindo juga bertekad membangun sinergi dengan PLN untuk lebih maju dalam hal pemberian pelayanan sambungan baru di seluruh pelosok tanah air.  Andi Amir Husri selaku ketua umum Aklindo mengatakan, kegiatan program kerja semisal melaksanakan seminar ketenagalistrikan secara nasional maupun di daerah merupakan tanggung jawab bersama.

Terbentuknya koperasi kelistrikan ditengah-tengah masyarakat , tentunya membawa dampak yang sangat signifikan, ujarnya.  Tambahnya, Musyawarah Nasional (Munas), yang rencananya dilaksanakan Mei 2011 mendatang akan lebih menata sistem kelola administrasi organisasi yang baik dan transparan serta menjunjung PT PLN (Persero), sebagai mitra dari pemerintah.

Keberadaan pelayanan sambungan baru bagi masyarakat diharapkan berdampak positif bagi perusahaan kelistrikan di seluruh Indonesia. Masyarakat baik di perkotaan, pedesaan maupun di pelosok tanah air menyambut antusias terkait rencana kerja sama antara PLN dan Aklindo tersebut.  Masyarakat secara luas dapat jelas mengetahui bagaimana cara menggunakan sarana penerangan listrik secara prosedural, sehingga dapat menghindari pemakaian listrik secara ilegal yang notabene melanggar aturan hukum. Walhasil, masyarakapun terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Upaya ini menambah pengetahuan masyarakat di tanah air, utamanya mengenai cara atau penggunaan listrik yang hemat dan efisien. Masyarakat berharap, program Anti Padam PLN yang selama ini gencar di sosialisasikan dapat terwujud di tahun 2011 ini.[rei/bmb]

Jakarta Barat Hindari Penyalahgunaan Bangunan Rumah Kos Tak Kantongi Izin


Jakarta (FP-RM) - Ribuan rumah kos di ibukota Jakarta tidak mengantongi izin bangunan. Misalnya di Jakarta Barat sedikitnya 4.000 rumah kos di Jakarta Barat belum memiliki izin.”Baru 183 rumah kos yang memiliki izin, baik yang mengajukan izin baru maupun perpanjangan,”kata Edy Marlan Kepala Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah Jakarta Barat, baru – baru ini.
Izin yang diterbikan tahun 2010 masing-masing di Kecamatan Grogol Petamburan, baru 62 rumah kos, perpanjangan 32 rumah kos. Di Kecamatan Tamansari , izin baru 28 rumah kos, perpanjangan 36 rumah kos. Di Kecamatan Kebon Jeruk, izin baru dan perpanjangan masing-masing 1 rumah kos. Sedang di Kecamatan Palmerah izin baru 10 rumah kos, perpanjangan 8 rumah kos. Di Kecamatan Tambora izin baru 3 rumah perpanjangan 2 rumah kos.
Tidak ada alasan untuk tidak memiliki izin karena sesuai ketetapan Gubernur DKI Jakarta SK Gub. No. 2693 tahun 1987 setiap rumah kos wajib memiliki izin.”Untuk mengurus izin ini tidak dipungut retribusi,”tuturnya.
Pemberian izin rumah kos bertujuan mengawasi, membina dan untuk tertib data. Serta persyaratan yang tidak sulit,pemohon melengkapi surat tanah, bangunan, foto kopi KTP, PBB, surat pengantar RT/RW sampai kelurahan dengan jumlah kamar 3 sampai 9 kamar.”10 hari perizinan rumah kos dijamin selesai, asal tidak bersengketa.”ujarnya.
Sementara masa berlakunya 2 tahun. Meskipun sanksi hukumanya masih lemah namun Pemprov DKI Jakarta punya wewenang bisa menutup rumah kos yang tak ada izinnya atau yang diprotes warga di lingkungannya.
Tujuan izin terserbut terutama untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan rumah kos, karena tidak sedikit yang digunakan jadi sarang narkoba, tindak kriminal .”Bahkan ada yang disalahgunakan tempat persembunyian teroris,” ujarnya. Terutama Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahgunakan rumah kos sebagai tempat domisilinya.
Padahal, banyak persyaratan untuk WNA yang akan bekerja atau menetap di Indonesia, terkait kependudukan dan keimigrasian, melalui asosiasi, pemilik rumah kos lebih memahami peraturan dan etika menghadapi orang asing.Pengawasan ini juga diharapkan kepada pengurus RT/RW untuk tidak ragu menegur pemilik rumah kos yang tidak melaporkan ke pihaknya.
Untuk itu para pengurus RT mempunyai wewenang untuk menegur karena RT. Mereka harus mengetahui keberadaan bangunan rumah kos di lingkungannya. Apalagi bagi mereka yang berdomisili. Kalau sampai RT diabaikan, laporkan ke RW atau ke kelurahan agar pihak yang lebih atas memanggil, tambah Edy Marlan./reinaldi-bmb

BPN Umumkan Delapan Sertifikat Tanah Ahli Waris di TPU Tanah Kusir Utara

Jakarta (FP-RM) - Selama puluhan tahun harus menunggu status tanah miliknya yang terkatung - katung. Karena memang belum pernah merasa dibayar maupun di bebaskan dari pihak manapun. Namun berkat kesabaran, sekaligus berkat perjuangannya, kini keluarga ahli waris pemilik sebidah tanah di area Tempat Pemakaman

Umum (TPU), Tanah Kusir Utara, Rt.004/Rw.011, kelurahan Kebayoran Lama Utara, kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu bisa sedikit bernafas lega.
Pasalnya, melalui peningkatan berdasarkan surat girik yang terdata di kelurahan setempat, kini ke-delapan sertifikat tanah milik keluarga waris tersebut telah rampung dikerjakan. Bahkan, terbitnya sertifikat tersebut secara resmi telah diumumkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), pada tanggal 24 Pebruari 2011 di Jakarta.
Sementara, pada hari Rabu, 2 Maret 2011 sejumlah sejumlah aparat, baik dari pihak BPN Jakarta Selatan, Suku Dinas maupun tingkat Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, pada hari Rabu, 3 Maret 2011 telah melakukan peninjauan di lokasi tanah milik keluarga waris di area TPU Tanah Kusir Utara.
Menurut salah seorang sumber di lingkungan BPN Jakarta Selatan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dalam hal penyelesaian permasalahan tanah yang tengah diproses tersebut, harus diselesaikan antara internal pihak Pertamamanan dan Pemakaman dengan keluarga waris itu sendiri. Masih menurut sumber itu, saat terjadi realisasi peninjauan, secara administrasi seyogyanya mereka menanda tangani berita acara peninjauan.
Sementara itu, dalam kaitan ini, Agus Suryadi Lurah Kebayoran Lama Utara telah menjalankan prosedur, sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal. Sejak tahun 2007 yang saat itu masih ditangani pihak PLH H.Syahrir pun telah diberikan pelayanan yang baik. Bahkan, sejak jauh - jauh hari pihak kelurahan setempat telah mempelajari data - data girik milik keluarga waris yang terdapat di kelurahan Kebayoran Lama Utara. Melalui penelitian panjang, akhirnya data milik waris dibenarkan. Hingga, akhirnya lurah setempat menanda tangani, baik surat tidak sengketa maupun riwayat tanah sesuai acuan girik, yang ternyata tanah tersebut memang belum pernah dibebaskan atau dibayarkan.
Ke-delapan sertifikat tanah yang telah diumumkan tersebut, yakni sebagai berikut ; 1. Sertifikat tanah atas nama Sakinah Bin Inan dengan dasar Girik C.454, Persil 52 D V, dengan luas tanah, 360.90 m2 (Tiga ribu enam ratus sembilan puluh). 2. Sertifikat atas nama, Munah Bin Kini, Girik C.459 Persil 66 S II luas, 1.450 m2 (Seribu empat ratus lima puluh). 3. Salbini Bin Ipan, Girik C.1579, Persil 56 D2, luas tanah 3.950 m2 (Tiga ribu sembilan ratus lima puluh). 4. Emun Bin Ipan, Girik C.1580, Persil 56 D2, luas tanah, 5.60 m2 (Lima ratus enem puluh). 5). Rohani Bin Ipan, Girik C.1581 Persil 56 D2, luas tanah, 600m2 (Enam ratus). 6. Unah Bin Miun, C.2350, Persil 53 D5, luas tanah 1.920 m2 ( Seribu sembilan ratus dua puluh). 7. Amjah Bin Miun, C.2351, Persil 53 D5, luas tanah 1.920 m2 (Seribu sembilan ratus dua puluh). 8. Midah Bin Miun, C.2352 Persil, 53 D5, luas tanah, 1.910 m2 (Seribu sembilan ratus sepuluh)  [bmb]

Petugas Damkar Jangan Nyeleweng

PESAN Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo agar ada kerja sama antara petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan masya? rakat setempat setiap menangani bencana, patut kita puji. Bantuan pembenar) jalan dan atau membantu sebisanya dapat dilakukan masyarakat kepada para petugas yang akan melaksanakan kewajibannya memadamkan kebakaran menjadi lancar, bukan sebaliknya.
Tapi, anjuran gubernur bukan melulu harus ditelan bulat-bulat. Apalagi bila menyangkut masalah anggaran. Karena yang satu ini justru masyarakat harus membuka mata bulat-bulat agar jelas permasalahannya. Ketua Pemerhati Penegakan Hukum dan Keadilan (PPHK) Saut ST, di Jakarta, Selasa (5/7) mengatakan, meski tugas kemanusiaan yang diemban oleh satuan pemadam kebakaran, namun bila menyangkut korupsi, masyarakat harus tetap kritis.
Saut menunjukkan hasil pemeriksaan BPK semester II pada 2009, terlihat tidak adanya kartu pengendali untuk mengontrol pembelian BBM pada setiap kendaraan operasional. Padahal, kendaraan operasional masing-masing unit kerja wajib mendapat persetujuan pejabat berwenang dalam melaksanakan operasional di lapangan.
Dia menaksir, biaya pemeliharaan kendaraan operasional pokok existing dengan anggaran mencapai Rp 6 miliar dianggap melanggar Keppres 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Ba-rang/Jasa Pemerintah. Ada missing link informasi di sana yang perlu dibuka transparansi informasinya kepada publiknya. Terkait penyerapan anggaran APBD DKI Jakarta 2009, sewajarnya kejaksaan memeriksa Kepala Dinas Damkar PB Par-min Napitupulu untuk dimintai pertanggungjawabannya.
Konon, dana tersebut dipergunakan untuk pembebasan lahan, pengadaan perahu karet, dan pengadaan BBM, serta pemeliharaan kendaraan operasional pokok existing. Kadis Damkar PB Paimin hingga kini masih belum mau mengeluarkan komentar tentang dana sebesar Rp 4,09 miliar yang tengah diributkan kalangan media massa dan masyarakat pemantau kebakaran.
Saut menyadari, setiap kendaraan pemadam mestinya bisa dengan cepat sampai ke lokasi tanpa hambatan. Karena itu, ha-rus digalakkan sosialisasi mengawasi kinerja para satuan pemadam kebakaran. Langkah kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat adalah adanya Barisan Sukarelawan Kebakaran (Bala-kar) yang dibentuk dari anggota masyarakat yang berada di tiap lingkungan RW di tingkat kelurahan yang sudah berjalan baik selama ini. Organisasi tersebut telah diubah dengan nama Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar).
Reinaldi, FPRM Jakarta Barat

Warga Jakarta Barat Dicemari Banjir Kiriman dari Tangerang


Warga Jakarta Barat Dicemari Banjir Kiriman dari Tangerang


ILUSTRASI, BANJIR
  
RMOL. Belum usai penanganan masalah di internal Pemprov DKI Jakarta seperti persoalan banjir yang kerap melanda warga ibukota, kini ditambah lagi oleh banjir kiriman dari kota penyangga. Yakni, Bogor, Tangerang dan sekitarnya.

Perbatasan dari akses Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat hingga Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten, hingga banjir seolah merupakan hal yang biasa bagi masyarakat di kawasan tersebut. Misalnya, masyarakat yang bermukim di Jalan Koja, merasa enggan mengajukan permohonan kepada pihak kelurahan. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada realisasi dari pihak aparat kelurahan setempat.

Tris, warga Koja yang menetap di RT 001/RW 002 mengeluh, karena sudah hampir tiga minggu, bahkan dalam kurun waktu sebulan ini rumahnya digenangi air kiriman dari Tangerang. Belum lagi, dampak dari limbah laundry celana jeans yang bercampur minyak, sehingga membuat kesehatan keluarga menjadi terancam.

“Apakah pihak kelurahan tidak tahu sejumlah masyarakat terkena banjir? Pihak terkait hendaknya segera memberikan solusi mengenai kesehatan dan kenyamanan dalam lingkungan penduduk,” keluh Tris.

Kondisi drainase juga sangat kecil, sementara saluran yang melintang dari Tangerang ke Jakarta, sebagai sarana usaha para pedagang berdiri, banyak yang ditutupi bangunan semen.

Melihat fenomena ini, semestinya masyarakat diberikan sosialisasi dalam penanganan secara berkala. Sehingga Pemkot Jakarta Barat segera memberikan solusi melalui masing - masing kelurahan atas kawasan lingkungan hidup yang kerap mencemari wilayah Jakarta Barat.

Kelurahan sebagai pelaksana pemerintahan, dalam upaya menangani masalah banjir ini, pihak-pihak terkait hendaknya menurunkan ahlinya di lapangan.

Reinaldi, FPRM Jakarta Barat

Warung Anglo Tampilkan Nuansa Khas Berselera

Jakarta (FP-RM) - Anglo -  merupakan sarana pembakaran alami untuk alat memasak yang kerap digunakan oleh kalangan atau tradisi orang - orang Jawa kuno zaman dahulu. Karena, identik dengan ciri khas dan nilai historis yang spesifik, akhirnya Yunita, salah seorang pengelola masakan khas Jawa itu dengan jeli memakai nama Anglo alias “Warung Anglo” sebagai nama restaurant miliknya di jalan Tanah Abang Timur no.16 Jakarta Pusat. Menurut Yunita, dirinya telah puluhan tahun mengelola Warung Anglo ini disejumlah cabang di kota Jakarta. Lokasi yang dijadikan restaurant nya pun terbilang strategis, utamanya disejumlah titik di kawasan elit.

Sementara, Lana Kartasasmita salah seorang yang dipercaya didalam pengelolaan restaurant tersebut dan H.Agoest Zakaria mengatakan, dengan sajian nuansa khas Jawa kuno, berikut tampilan pernik - pernik melengkapi sudut ruangan. Ditambah lagi dengan pelayanan ramah tamah yang diterapkan pihak manajemen, fenomena ini kian menambah betah dan nyaman bagi pengunjung yang singgah di warung anglo ini.

Hingga, tak jarang lokasi ini sering dikunjungi pejabat di kawasan ibukota Jakarta dan sekitarnya, ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan H.Agoest Zakaria yang kerap dipanggil Azet selaku pengelola resturant, dengan berbagai tampilan dan sajian yang serba unik serta spesifik, masakan ini sangat pas dan banyak digandrungi oleh semua kalangan. Yakni, mulai dari kalangan usia tua,  muda - mudi, artis, turis lokal maupun manca negara. Tampilan menu yang disajikan di Warung Anglo sangat komplit. Misalnya, menyediakan masakan  ayam pedas, serta menyuguhkan berbagai jenis minuman berselera. Salah satunya ialah minuman Buaya Meringis yang merupakan ciri khas restaurant tersebut, urainya.[bmb]

Hotel Guci Indah Menyimpan Segudang Potensi Wisata di Kota Tegal

Tegal (FP-RM) - Kota Tegal, Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi. Karena, selain terkenal dengan sebutan kota Baharinya, Kota ini juga memiliki sejumlah lokasi andalan, salah satunya ialah perkebunan teh, yang mana terkenal dengan  minuman khas Teh Pocinya.

Selain itu, juga menyimpan segudang lokasi wisata, yakni,
Obyek Wisata Guci. Lokasi ini merupakan salah satu kawasan wisata yang sejuk nan indah. Letaknya pun cukup nyaman, yakni, terdapat di lereng gunung Slamet Tegal. Obyek wisata ini masuk wilayah kabupaten Tegal, jaraknya hanya 15 km dari kota Slawi. Aksesnya pun relatif mudah dijangkau.
Kabupaten Tegal kian diminati baik wisatawan asing maupun lokal. Fenomena ini tak luput dengan ciri khas nuansa air panas alami yang tak pernah berhenti. Ditambah lagi dengan keunikan panorama pancuran Tiga Belas.

Jika sampai lokasi tujuan, para pengunjung tidak perlu risau akan bermalam dimana yang cocok bersama keluarga. Pasalnya, disana telah disediakan Hotel Guci Indah dengan berbagai fasilitas. Hotel bintang 3 (tiga), ini misalnya sangat mudah ditemui begitu pengunjung memasuki pos wisata Guci.
Hotel Guci Indah memiliki berbagai ragam wisata, yakni mulai dari wisata Taman Gajah Tunggang, Taman Rusa, Kolam Renang Kembar Alami (Panas dan dingin), Pemandian Alami Kali Gung, hingga keindahan Air Terjunnya dapat dinikmati para pengunjung.

Agar para pengunjung mendapatkan kenyamanan saat menginap di hotel, pihak manajemen hotel Guci Indah menyediakan berbagai program acara wisata yang unik dan menarik. Misalnya, saat jalan - jalan ke hutan lereng Gunung Slamet, para wisatawan bisa menunggang Gajah.
Para pengunjung dapat mencicipi berbagai masakan kuliner khas Tegal maupun masakan International dari Restauran. Sekaligus, menikmati berbagai fasilitas yang disuguhkan hotel eklusif itu. Sementara, dalam hal acara pernikahan, loka karya atau seminar, dapat menggunakan gedung pertemuan, dengan kapasitas tampung sedikitnya 500 orang tamu, dengan fasilitas setara hotel bintang 4.
“Target kami, Obyek Wisata Guci dapat menjadi agenda wisata tingkat nasional, misalnya dari sekolah, universitas maupun Dinas Pariwisata, serta perusahaan - perusahaan swasta yang berada di  kabupaten kota Tegal itu sendiri. Bila perlu, dari luar kabupaten kota Tegal pun, tentunya kami siap memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Presiden Direktur Hotel Guci Indah, H.RS.Sastoro baru ini.

Masih kata Sastoro, pihaknya siap menerima masukan yang sifatnya membangun dari berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, hal ini demi berkembangnya Hotel Guci Indah itu sendiri. “Demi kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kami tetap berupaya dengan menyisihkan sedikit keuntungan. Salah satunya, membangun Sekolah Dasar yang berada disekitar lingkungan hotel, hingga peduli dengan memperbaiki fasilitas jalan umum.

Selain itu, akses menuju obyek wisata Guci ini pun tak luput dari pantauan kami,” urainya.
Pemerintah kabupaten Tegal sendiri dinilai kurang peduli terhadap sarana lampu penerangan jalan yang belum terpasang. Termasuk, keberadaan rambu-rambu lalu lintas penunjuk jalan. Bahkan, kondisi jalan berlubang disepanjang jalan kawasan wisata tersebut penanganannya masih amburadul. Untuk itu, pihak manajeman Hotel Guci Indah berupaya mengcover berbagai kelemahan pemerintah kabupaten Tegal (Pemkab).
Ketika disinggung terkait kesibukan selain menangani usaha bisnisnya, Sastoro mengaku, saat ini dirinya tengah mempersiapkan strategi untuk mendorong anaknya, yakni Andhika sebagai salah seorang sosok kandidat calon bupati Tegal dalam pesta demokrasi mendatang.

Sementara itu, Eka Kusumawati salah seorang perantau asal kota Tegal yang saat ini menggeluti usaha Warteg di jalan Kemandoran 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku siap mendukung calon bupati Tegal, Andhika. Bahkan, Kartono sudah mulai melakukan perekrutan massa pendukung yang akan diarahkan kepada Andhika, salah satu calon kandidat kuat bupati Tegal mendatang.(bmb/soes]

Hore..Warga Tomang Jakarta Barat Dapatkan Penghasilan Tambahan Melalui Pupuk Bio Gas

Jakarta (FP-RM) - Upaya penerapkan pola penanganan sampah melalui tekhnologi Bio Gas,  yang dilakukankan Tri Prasetyo Utomo, Sekretaris Kelurahan (Sekel), Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, hasil riset yang dilakukan salah satu Universitas di Bandung, ternyata mampu mengatasi masalah sampah hingga volume 4 ton dalam sehari.

Selain mengatasi polemik masalah sampah, tekhnologi Bio Gas ini juga bermanfaat untuk kebutuhan bahan bakar dan penerangan listrik warga. Sekaligus, bisa dijadikan sebagai sarana kebutuhan memasak melalui kompor Bio Gas. Lantas, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman hias dan umpan ikan. Hasil dari pengolahan pupuk Bio Gas tersebut tidak mengandung unsur kimia, jadi jika dipergunakan sebagai pupuk tanaman, hasilnya sangat subur.

Selain itu, hasil dari pengelolaan sampah tidak serta merta dihilangkan begitu saja, tapi juga bisa dijadikan sebagai nilai ekonomis melalui pupuk organik cair. Bahkan, berkat penemuan tekhnologi Bio Gas ini bisa menambah penghasilan warga. Warga di Tomang misalnya memanfaatkan, sekaligus menjual pupuk organik Bio Gas dengan animo pembeli yang cukup tinggi.

Keseriusan dalam upaya menangani masalah sampah melalui Bio Gas tersebut, berawal dari rasa keprihatinan terkait minimnya sarana pembuangan tempat sampah terakhir (TPA), di wilayah Tomang, akhirnya timbulah sebuah ide dan gagasan ini.  Bahkan belakangan, penemuan tekhnologi ini direspon positif oleh negara Korea Selatan’, urainya. Walikota Jakarta Barat, Burhanuddin mendukung langkah yang diterapkan jajarannya untuk terus mengembangkan kreasi - kreasinya. Sehingga, polemik masalah sampah secepatnya bisa diatasi.[bmb]
Jakarta (FP-RM) - Upaya penerapkan pola penanganan sampah melalui tekhnologi Bio Gas,  yang dilakukankan Tri Prasetyo Utomo, Sekretaris Kelurahan (Sekel), Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, hasil riset yang dilakukan salah satu Universitas di Bandung, ternyata mampu mengatasi masalah sampah hingga volume 4 ton dalam sehari.

Selain mengatasi polemik masalah sampah, tekhnologi Bio Gas ini juga bermanfaat untuk kebutuhan bahan bakar dan penerangan listrik warga. Sekaligus, bisa dijadikan sebagai sarana kebutuhan memasak melalui kompor Bio Gas. Lantas, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman hias dan umpan ikan. Hasil dari pengolahan pupuk Bio Gas tersebut tidak mengandung unsur kimia, jadi jika dipergunakan sebagai pupuk tanaman, hasilnya sangat subur.

Selain itu, hasil dari pengelolaan sampah tidak serta merta dihilangkan begitu saja, tapi juga bisa dijadikan sebagai nilai ekonomis melalui pupuk organik cair. Bahkan, berkat penemuan tekhnologi Bio Gas ini bisa menambah penghasilan warga. Warga di Tomang misalnya memanfaatkan, sekaligus menjual pupuk organik Bio Gas dengan animo pembeli yang cukup tinggi.

Keseriusan dalam upaya menangani masalah sampah melalui Bio Gas tersebut, berawal dari rasa keprihatinan terkait minimnya sarana pembuangan tempat sampah terakhir (TPA), di wilayah Tomang, akhirnya timbulah sebuah ide dan gagasan ini.  Bahkan belakangan, penemuan tekhnologi ini direspon positif oleh negara Korea Selatan’, urainya. Walikota Jakarta Barat, Burhanuddin mendukung langkah yang diterapkan jajarannya untuk terus mengembangkan kreasi - kreasinya. Sehingga, polemik masalah sampah secepatnya bisa diatasi.[bmb]