Jumat, 22 April 2011
Kamis, 21 April 2011
Ustad Zibhie Al'jawawi: Sebagai Wong Cilik Prihatin Melihat Fenomena Ulat Bulu
JAKARTA - Fenomena merebaknya ribuan ulat bulu kian menimbulkan kegelisahan masyarakat. Ulat bulu yang sebelumnya menyerbu kawasan Jawa Timur dan Bali, kini binatang marabahaya itu telah menjalar hingga ke penjuru ranah Jawa. Bahkan, warga Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk Jakarta Barat mulai diresahkan dengan kedatangan binatang menjijikan itu.
Guna mengatasi kondisi ini, wargapun mulai melakukan pola penyegahan. H. Mas'ud Djamhuri salah seorang tokoh masyarakat di Kemandoran 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, misalnya menebang pohon jambu air kesayangannya. Selain itu warga disekitar lokasi penyerangan ular bulu di Rawa Belong, juga melalukan pencegahan dengan cara penyuntikan pohon melalui pestisida.
Lain lagi kiat atau cara yang dilakukan Ustad Zibhie Al'jawawi, salah seorang pimpinan Padepokan Bocah Angon di Kunciran, Kota Tangerang. Guna menahan laju ulat bulu bangsa ini mesti eling (ingat). Kehadiran ulat bulu ini menandakan bahwa pejabat tinggi di negeri ini dinilai tidak amanah. Untuk itu sebagai pini sepuh, misalnya para Kiai, Ustad maupun pendeta seyogyanya harus peka. Karena saat ini kita tengah ditegur oleh mahkluk yang menjijikan itu. "Sebagai wong cilik tentunya saya sangat prihatin melihat kondisi seperti ini. Guna menghindari serbuan bulu saya ada sejumlah solusinya", ujarnya.
Kiatnya antara lain, bagi yang berumat muslim sebelum berdoa kepada Allah, terlebih dahulu tawsul dengan Rasulullah SAW, nabi Sulaiman. Kemudian hening sejenak, tahan nafas beberapa detik sambil membayangkan ulat bulu, lantas diajak bicara. Diyakini untuk mengantisipasi serbuan ulat bulu akan terjawab. Sementara bagi yang berkeyakinan lain juga turut berdoa. [Bambang/Zibhie]
Guna mengatasi kondisi ini, wargapun mulai melakukan pola penyegahan. H. Mas'ud Djamhuri salah seorang tokoh masyarakat di Kemandoran 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, misalnya menebang pohon jambu air kesayangannya. Selain itu warga disekitar lokasi penyerangan ular bulu di Rawa Belong, juga melalukan pencegahan dengan cara penyuntikan pohon melalui pestisida.
Lain lagi kiat atau cara yang dilakukan Ustad Zibhie Al'jawawi, salah seorang pimpinan Padepokan Bocah Angon di Kunciran, Kota Tangerang. Guna menahan laju ulat bulu bangsa ini mesti eling (ingat). Kehadiran ulat bulu ini menandakan bahwa pejabat tinggi di negeri ini dinilai tidak amanah. Untuk itu sebagai pini sepuh, misalnya para Kiai, Ustad maupun pendeta seyogyanya harus peka. Karena saat ini kita tengah ditegur oleh mahkluk yang menjijikan itu. "Sebagai wong cilik tentunya saya sangat prihatin melihat kondisi seperti ini. Guna menghindari serbuan bulu saya ada sejumlah solusinya", ujarnya.
Kiatnya antara lain, bagi yang berumat muslim sebelum berdoa kepada Allah, terlebih dahulu tawsul dengan Rasulullah SAW, nabi Sulaiman. Kemudian hening sejenak, tahan nafas beberapa detik sambil membayangkan ulat bulu, lantas diajak bicara. Diyakini untuk mengantisipasi serbuan ulat bulu akan terjawab. Sementara bagi yang berkeyakinan lain juga turut berdoa. [Bambang/Zibhie]
Jumat, 15 April 2011
Harian Rakyat Merdeka: Kondisi Ekonomi Kian Meradang, PT Smelta dan Telko...
Harian Rakyat Merdeka: Kondisi Ekonomi Kian Meradang, PT Smelta dan Telko...: "JAKARTA - Kondisi ekonomi di tanah air kian meradang. Masyarakat tengah mengalami tekanan hidup yang begitu berat. Hal ini akibat roda ekono..."
Kondisi Ekonomi Kian Meradang, PT Smelta dan Telkom Flexi Jawab Tantangan
JAKARTA - Kondisi ekonomi di tanah air kian meradang. Masyarakat tengah mengalami tekanan hidup yang begitu berat. Hal ini akibat roda ekonomi yang kian tak menentu. Guna menghadapi kondisi ini, PT. Smelta (Seputih Melati Permata) dan PT. Telkom Flexi, hadir di tengah-tengah kita. Kedua perusahaan ini peduli dengan memberikan solusi saat ekonomi dalam kondisi carut marut. Melalui berbagai program spektakulernya, PT. Smelta dan Telkom Flexi menjawab semua tantangan itu. Misalnya, mereka meluncurkan sebuah program yang dinamakan Insag Centre Community (ICC) Flexi Premi.
Senior General Manager PT.Smelta, Drs. Sugeng Pujiono mengatakan, kehadiran bisnis kedamaian ini diharapkan agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Selain itu juga tercipta sebuah kebersamaan dan nasionalis.
Masih menurut Sugeng, program Smelta ini berangkat melalui niat, harapan, taat, do'a, ibadah, ikhlas beramal serta tawakal. Dari, oleh dan untuk rakyat. Kemudian menciptakan sebuah program ICC Flexi Premi yang dijalankan melalui jaringan usaha bersama (JUB), bagi adil dan proforsional. Jadi tidaklah heran jika peminat dalam program Smelta ini telah mencapai sedikitnya 21 ribu orang, ujarnya.
Lantaran tak ingin terus-menerus terhimpit ekomoni, ratusan bahkan ribuan masyarakat di tanah air secara antusias mengikuti bisnis ini. Mereka begitu bersemangat dan militan. Misalnya dengan mendirikan Milis maupun nama komunitas pengguna Flexi.
Yakni, Team 88 yang di komandoi atau moderator oleh Muslimin di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Lantas, ada juga Padepokan Bocah Angon Kunciran, Kota Tangerang yang diketuai oleh tokoh spiritual yang sekaligus seorang Ustad Zibhie Al-Jawawi. Selain itu juga terdapat sejumlah nama unik lainnya, misalnya Daster 88, Elang Medan, Sumatera Utara. Kemudian Milis Ewako 88 dengan moderator Mansyur Natsir di Makasar Sulawesi Selatan.
Hanya dalam waktu tiga bulan setelah mengikuti bisnis PT. Smelta dan Telkom Flexi, Natsir mampu merekrut puluhan anggota. Dengan penghasilan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Selain itu juga ada milis Semangat 88 dengan moderator Findy. Milis Wong7 moderator Suyanto. Milis Haerul Flexi. Lantas, ada Milis BM Ring 1. Dan masih terdapat ratusan Milis yang tersebar di antero negeri ini. Ide maupun gagasan ini tercetus oleh para mitra ICC Flexi Premi, dibawah naungan PT. Smelta dan Telkom Flexi, tandas Muslimin.[bambang/rei]
Senior General Manager PT.Smelta, Drs. Sugeng Pujiono mengatakan, kehadiran bisnis kedamaian ini diharapkan agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Selain itu juga tercipta sebuah kebersamaan dan nasionalis.
Masih menurut Sugeng, program Smelta ini berangkat melalui niat, harapan, taat, do'a, ibadah, ikhlas beramal serta tawakal. Dari, oleh dan untuk rakyat. Kemudian menciptakan sebuah program ICC Flexi Premi yang dijalankan melalui jaringan usaha bersama (JUB), bagi adil dan proforsional. Jadi tidaklah heran jika peminat dalam program Smelta ini telah mencapai sedikitnya 21 ribu orang, ujarnya.
Lantaran tak ingin terus-menerus terhimpit ekomoni, ratusan bahkan ribuan masyarakat di tanah air secara antusias mengikuti bisnis ini. Mereka begitu bersemangat dan militan. Misalnya dengan mendirikan Milis maupun nama komunitas pengguna Flexi.
Yakni, Team 88 yang di komandoi atau moderator oleh Muslimin di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Lantas, ada juga Padepokan Bocah Angon Kunciran, Kota Tangerang yang diketuai oleh tokoh spiritual yang sekaligus seorang Ustad Zibhie Al-Jawawi. Selain itu juga terdapat sejumlah nama unik lainnya, misalnya Daster 88, Elang Medan, Sumatera Utara. Kemudian Milis Ewako 88 dengan moderator Mansyur Natsir di Makasar Sulawesi Selatan.
Hanya dalam waktu tiga bulan setelah mengikuti bisnis PT. Smelta dan Telkom Flexi, Natsir mampu merekrut puluhan anggota. Dengan penghasilan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Selain itu juga ada milis Semangat 88 dengan moderator Findy. Milis Wong7 moderator Suyanto. Milis Haerul Flexi. Lantas, ada Milis BM Ring 1. Dan masih terdapat ratusan Milis yang tersebar di antero negeri ini. Ide maupun gagasan ini tercetus oleh para mitra ICC Flexi Premi, dibawah naungan PT. Smelta dan Telkom Flexi, tandas Muslimin.[bambang/rei]
Rabu, 13 April 2011
PT Smelta dan Telkom Flexi Ciptakan "Tambang Emas" Masyarakat di Tanah Air
JAKARTA - Saat ini masyarakat tengah mengalami tekanan hidup. Hal ini akibat roda ekonomi yang kian tak menentu. Guna menghadapi kondisi ini, kini PT Smelta (Seputih Melati Permata) dan PT Telkom Flexi, hadir di tengah-tengah kita. Kedua perusahaan ini ternyata mampu menjawab kegundahan yang dialami masyarakat Indonesia. Betapa tidak, pasalnya di saat masyarakat telah sadar akan kebutuhan informasi, sekaligus ditandai dengan kian meningkatkan penjualan Handphone di Indonesia. PT.Smelta dan Telkom Flexi melakukan sebuah gebrakan yang spektakuler.
Agar masyarakat semakin melek terhadap teknologi komunikasi, atau dalam istilah Gaptek alias Gagap Teknologi, PT Smelta dan Telkom Flexi menjawab semua tantangan itu. Misalnya, mereka meluncurkan sebuah program yang dinamakan Insag Centre Community Flexi Premi. Dalam kerja sama tersebut, PT Smelta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengelolaan ICC Flexi Premi. Sementra PT Telkom bertanggung jawab dalam penyediaan layanan Flexi sebagai media komunikasi beserta special Gimmicknya.
Senior General Manager PT.Smelta, Drs. Sugeng Pujiono mengatakan, kerja sama antara PT. Smelta dengan Telkom Flexi ini bertujuan bagaimana sebuah Hand Phone genggam, utamanya HP Flexi mampu menjadi sarana komunikasi yang irit dan murah. Sekaligus memberikan pemasukan bagi si pengguna HP Flexi tersebut.
Bahkan menurut Sugeng, pada bulan kedua pada tahun 2011 ini, PT Smelta bersama Telkom Flexi melakukan terobosan teknologi baru, yakni berupa merchant. Hal ini tentunya akan menjadi sesuatu yang dahsyat. Sebab, handphone utamanya Flexi memiliki sejumlah kelebihan. Misalnya, sebagai alat transaksi, sekaligus memberikan penghasilan bagi penggunanya. Selain itu juga dapat dijadikan sarana untuk belanja di super market yang telah ditunjuk. Flexi juga bisa untuk pembayaran rekening listrik, dan pembayaran pengguna air PDAM. Jadi tidaklah heran jika kedepan PT. Smelta dan Telkom Flexi menciptakan tambang emas bagi masyarakat di tanah air.
Erick H (40) tahun, warga Perumahan Kunciran Indah, Cileduk Kota Tangerang mengaku senang setelah menggunakan HP Flexi Premi. "Awalnya saya isi ulang pulsa hanya senilai Rp.5.000, tapi saya terkejut ketika nilai pulsa sejumlah itu ternyata bisa ditukar untuk belanja dan sarana transaksi lainya. Setelah memakai HP Flexi, kini kehidupan di keluarga kami jauh lebih sejahtera," urainya.
Sementara itu, Zibhie Al-jawawi salah seorang tokoh spiritual yang sudah tak asing lagi ini, peduli terhadap masyarakat untuk diakomodir menjadi pengguna Flexi. Sehingga kehidupan ekonomi masyarakat jauh lebih maju dan sejahtera.
Sebagai bentuk kepeduliannya, PT. Smelta dan Telkom Flexi menyalurkan sumbangan sosial kepada kaum duafa, fakir miskin serta yatim piatu. Dan bentuk kegiatan sosial lainnya, ujarnya.[bambang/bmb]
Agar masyarakat semakin melek terhadap teknologi komunikasi, atau dalam istilah Gaptek alias Gagap Teknologi, PT Smelta dan Telkom Flexi menjawab semua tantangan itu. Misalnya, mereka meluncurkan sebuah program yang dinamakan Insag Centre Community Flexi Premi. Dalam kerja sama tersebut, PT Smelta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengelolaan ICC Flexi Premi. Sementra PT Telkom bertanggung jawab dalam penyediaan layanan Flexi sebagai media komunikasi beserta special Gimmicknya.
Senior General Manager PT.Smelta, Drs. Sugeng Pujiono mengatakan, kerja sama antara PT. Smelta dengan Telkom Flexi ini bertujuan bagaimana sebuah Hand Phone genggam, utamanya HP Flexi mampu menjadi sarana komunikasi yang irit dan murah. Sekaligus memberikan pemasukan bagi si pengguna HP Flexi tersebut.
Bahkan menurut Sugeng, pada bulan kedua pada tahun 2011 ini, PT Smelta bersama Telkom Flexi melakukan terobosan teknologi baru, yakni berupa merchant. Hal ini tentunya akan menjadi sesuatu yang dahsyat. Sebab, handphone utamanya Flexi memiliki sejumlah kelebihan. Misalnya, sebagai alat transaksi, sekaligus memberikan penghasilan bagi penggunanya. Selain itu juga dapat dijadikan sarana untuk belanja di super market yang telah ditunjuk. Flexi juga bisa untuk pembayaran rekening listrik, dan pembayaran pengguna air PDAM. Jadi tidaklah heran jika kedepan PT. Smelta dan Telkom Flexi menciptakan tambang emas bagi masyarakat di tanah air.
Erick H (40) tahun, warga Perumahan Kunciran Indah, Cileduk Kota Tangerang mengaku senang setelah menggunakan HP Flexi Premi. "Awalnya saya isi ulang pulsa hanya senilai Rp.5.000, tapi saya terkejut ketika nilai pulsa sejumlah itu ternyata bisa ditukar untuk belanja dan sarana transaksi lainya. Setelah memakai HP Flexi, kini kehidupan di keluarga kami jauh lebih sejahtera," urainya.
Sementara itu, Zibhie Al-jawawi salah seorang tokoh spiritual yang sudah tak asing lagi ini, peduli terhadap masyarakat untuk diakomodir menjadi pengguna Flexi. Sehingga kehidupan ekonomi masyarakat jauh lebih maju dan sejahtera.
Sebagai bentuk kepeduliannya, PT. Smelta dan Telkom Flexi menyalurkan sumbangan sosial kepada kaum duafa, fakir miskin serta yatim piatu. Dan bentuk kegiatan sosial lainnya, ujarnya.[bambang/bmb]
Senin, 11 April 2011
Hajatan Sepi, Permintaan Stock Bunga di Pasar Kembang Rawa Belong Menurun
JAKARTA - Sepinya acara hajatan membuat lesu permintaan stock bunga di pasar kembang Rawa Belong. Selain akibat sepinya acara hajatan, lesunya perekonomian juga mempengaruhi daya beli bunga di pusat grosir bunga terbesar di Asia Tenggara itu. Padahal, jika tidak terkendala dengan adanya faktor tersebut, pasar kembang ini selalu ramai di kunjungi konsumen seantero tanah air. Bahkan, dari hasil transaksi bunga, pertahunnya mampu menghasilkan miliaran rupiah. Kata kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), Rawa Belong, Ir. Muljadi di ruang kerjanya baru-baru ini.
Masih menurut Muljadi, dalam upaya mendongkrak penghasilan PAD seta mengangkat harkat dan martabat para pedagang pasar bunga Rawa Belong, berbagai upayapun telah dilakukan. Salah satunya getol menggelar bulan promosi bunga. Misalnya, pada bulan Juni mendatang akan digelar hajatan besar berupa acara Gebyar Bunga Rawa Belong yang akan dihadiri oleh sejumlah pejabat, baik DKI Jakarta maupun Walikota Jakarta Barat Burhanuddin.
Bahkan, acapkali digelar even, berjam – jam isteri Gubernur DKI Jakarta selalu betah mengikuti acara demi acara. Pasalnya, sosok yang satu ini sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan bunga.
Ketika disinggung diseputar program agar pasar ini jauh lebih maju, Muljadi terobsesi ingin menciptakan pasar Rawa Belong yang modern di Indonesia, pungkasnya. [bmb]
Sabtu, 09 April 2011
Tayangan Video Polisi Joget India di Klik Satu Juta Pengunjung
JAKARTA - Tayangan video joget India yang diperagakan anggota Brimob Polda Gorontalo Briptu Norman masih menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat luas. Melihat fenomena ini tak sedikit warga yang tertawa karena merasa terhibur saat melihat tontonan menarik itu.
Padahal awalnya, sambil jaga piket dirinya hanya sekedar iseng untuk menghibur temannya yang tengah dilanda masalah dengan isterinya. Pasalnya, menurut Norman, teman seprofesinya di kesatuan Brimob itu sudah dua hari murung, bahkan tak pernah tersenyum. Namun berkat goyangan Norman, walhasil teman satu Korpnya itu mampu tersenyum lebar.
Seperti diketahui, tayangan video Norman bergoyang sambil mendengarkan lagu India berjudul Chaiyya Chaiyya dari salah satu film Shakhrukh Khan beberapa hari terakhir mampu menyedot pemirsa utamanya di dunia maya sedikitnya satu juta pengunjung. Ini sungguh spektakuler.
Menurut pengamat telematika Roy Suryo, tayangan video Norman berbeda - beda tampilan. Setiap tampilannya di klik oleh 2000 - 3000 orang pemirsa. Sehingga imbuh Roy, jika ditotal-total para penggila video joget India Norman sedikitnya telah mencapai 1 juta pengunjung. Fenomena ini sungguh sangat luar biasa, walhasil mampu mengungguli video lagu Keong Racun dan Gayus Tambunan.
Tak ayal berkat goyangan ala India fenomenal itu, kini Norman mulai kebanjiran tawaran manggung. Briptu Norman mulai kewalahan menerima order baik yang datang dari pulau Jawa maupun luar Jawa. [bmb]
Ketua RW 08 Srengseng Jakarta Barat Sekedar Terima Uang Iuran Kas Kecil
JAKARTA - Rumor miring terkait usaha refleksi Five Star di jalan Meruya Ilir Raya nomor 48, Kembangan Jakarta Barat yang dituding sebagai tempat pijat esek-esek ternyata tak terbukti. Misalnya ketika media ini melakukan pantauan di lokasi, sekaligus menemui Yuni (42), tahun salah seorang tenaga pijat profesional di Five Star, ternyata kondisi yang terjadi murni sebagai lokasi pijat kesehatan refleksi, alias tak sesuai dengan tuduhan miring yang tengah berkembang.
Selain tudingan ke pihak Five Star, ketua pengurus RW. 08 Meruya Ilir, H. Zaini, rupanya juga mengalami hal yang sama. Ada pihak-pihak tertentu yang menuding dirinya mendapatkan anggaran Rp.10 juta, tapi belakangan hal tersebut semata hanya sekedar isu dan tak terbukti. "Jika dikatakan hanya sekedar memberikan bantuan atau partisipasi dana kecil berupa uang keamanan lingkungan dan uang iuran kas untuk lingkungan RW memang benar. Tapi itupun jumlahnya hanya kecil," ujar salah seorang staf manajemen Five Star yang enggan disebutkan namanya.
Menyikapi sekitar persoalan ini, salah seorang sumber dari pihak manajemen Five Star mengatakan, jenis usaha ini semata hanya melayani pijat refleksi dan family massage. Jadi tidak benar jika dikatakan sebagai tempat esek - esek seperti hal yang dituduhkan itu. "Dan saya membenarkan jika pihak ketua pengurus RW 08 Meruya Ilir tidak menerima uang sebesar Rp.10 juta seperti rumor . Hal itu hanya sekedar rumor yang sengaja dihembuskan oleh pihak ketiga," ujarnya.
Melihat kondisi itu, bahwa Five Star murni hanya merupakan tempat refleksi biasa alias bukan tempat praktik esek-esek, sejumlah warga di RW.08 Meruya Ilir pun mulai dapat memahami untuk tidak ikut memperuncing situasi. Bahkan, bila perlu semakin di tingkatkan baik koordinasi maupun tali silaturahmi antara pihak manajemen Five Star dengan warga disekitar lingkungan, ujar sumber itu.[bmb/dn]
Selain tudingan ke pihak Five Star, ketua pengurus RW. 08 Meruya Ilir, H. Zaini, rupanya juga mengalami hal yang sama. Ada pihak-pihak tertentu yang menuding dirinya mendapatkan anggaran Rp.10 juta, tapi belakangan hal tersebut semata hanya sekedar isu dan tak terbukti. "Jika dikatakan hanya sekedar memberikan bantuan atau partisipasi dana kecil berupa uang keamanan lingkungan dan uang iuran kas untuk lingkungan RW memang benar. Tapi itupun jumlahnya hanya kecil," ujar salah seorang staf manajemen Five Star yang enggan disebutkan namanya.
Menyikapi sekitar persoalan ini, salah seorang sumber dari pihak manajemen Five Star mengatakan, jenis usaha ini semata hanya melayani pijat refleksi dan family massage. Jadi tidak benar jika dikatakan sebagai tempat esek - esek seperti hal yang dituduhkan itu. "Dan saya membenarkan jika pihak ketua pengurus RW 08 Meruya Ilir tidak menerima uang sebesar Rp.10 juta seperti rumor . Hal itu hanya sekedar rumor yang sengaja dihembuskan oleh pihak ketiga," ujarnya.
Melihat kondisi itu, bahwa Five Star murni hanya merupakan tempat refleksi biasa alias bukan tempat praktik esek-esek, sejumlah warga di RW.08 Meruya Ilir pun mulai dapat memahami untuk tidak ikut memperuncing situasi. Bahkan, bila perlu semakin di tingkatkan baik koordinasi maupun tali silaturahmi antara pihak manajemen Five Star dengan warga disekitar lingkungan, ujar sumber itu.[bmb/dn]
Rabu, 06 April 2011
Polisi Joget India Sekedar Hilangkan Stres, Jangan Dihukum Ya Pak!
JAKARTA - Merebaknya video anggota Brimob Polda Gorontalo Briptu Norman masih menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat luas. Melihat fenomena ini tak sedikit warga yang tertawa karena merasa terhibur saat melihat tontonan menarik itu.
Sejumlah Polisi Wanita dari satuan Samapta yang tengah berjaga pada sidang terdakwa terorisme Abu Bakar Baasyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersenyum geli saat ditanya seputar beredarnya video norman yang beberapa hari terakhir terdapat di situs Youtube. Menurut mereka, hal itu semata hanya sekedar menghilangkan stres.
Bagi mereka, kejenuhan sering kali dialami saat bertugas di pos jaga. Untuk menghilangkan stres dan penat banyak cara dilakukan selama tidak melanggar aturan.
Hal yang sama juga diungkapkan Tuti (25), tahun warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Aksi joget yang dilakukan anggota Brimob itu merupakan hal yang wajar. Mereka justru menghibur, bahkan semakin dekat dengan masyarakat. Toh mereka cuma sekedar menghilangkan kepenatan saat bertugas. Jadi mohonlah jangan dihukum ya pak Polisi", pinta Tuti.
Mereka justru bersimpati dan terhibur ketika melihat tayangan video laki-laki satuan Brimob Polda Gorontalo tersebut.
"Ya kasian lah, masak begitu aja sampai dihukum, dia (Norman) hanya menghibur diri, nggak mengganggu kan?," tanyanya.
Seperti diketahui, video Norman bergoyang sambil mendengarkan lagu India berjudul Chaiyya Chaiyya dari salah satu film Shakhrukh Khan beberapa hari terakhir menjadi perbincangan di tengah masyarakat luas.
Sementara itu elit PDI-Perjuangan Pramono Anung tak mempermasalahkan aksi joget India yang dilakukan anggota Brimob Gorontalo tersebut. "Presiden bernyanyi saja tidak ada masalah, masa' ada rakyat yang joget dilarang," tegasnya.
Bahkan salah seorang anggota DPR RI meminta agar petinggi Polri tidak memberikan sanksi kepada Norman.[bmb]
Minggu, 03 April 2011
Aa Gatot Ingin Ciptakan Karya Film Spektakuler
Aa Gatot Brajamusti di TMP Kalibata Foto: Istimewa
JAKARTA - Aa Gatot ingin memberikan suri tauladan kepada re-generasi di organisasi Parfi agar berjuang di bidang seni dan budaya. Dirinya ingin berjuang seperti para pejuang terdahulu. Aa ingin memberikan sumbangsih untuk negara kita ini utamanya di bidang entertain. Saya ingin meninggal sebagai pahlawan bangsa. Tapi bagaimana caranya. Kita berpikir untuk umum, jangan berpikir untuk pribadi saja. Ziarah ini penting, untuk mengingatkan kelak atau di kemudian hari nanti," kata Aa Gatot Brajamusti disela - sela acara acara ziarahnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata baru - baru ini.
Pada acara ziarah itu didampingi oleh sejumlah artis Parfi, yakni Elma Theana, Reza Artamevira, Rency Milano, Okie Agustina, Aida Saskia, Khrisna Mukti dan Hengky Kurniawan. Menurut Aa Gatot, bukan hanya suri tauladan yang akan dibuktikan. Sebagai bentuk keseriusannya, ia telah merencanakan akan membuat film tentang kepahlawanan yang akan digarap bersama Opick dan teman-teman di Parfi lainnya.
Sebelum diangkat sebagai Ketua Pelaksana Kongres Parfi, Aa Gatot bersama Opick ingin membuat karya film spektakuler yang belum pernah dibuat oleh pihak manapun juga. Saya saat itu belum terpikirkan dengan Parfi, saya tengah kosentrasi untuk membuat film, lantas ada yang mendatangi menawarkan saya. Mudah-mudahan Allah memberikan restu dan rezeki kepada saya," urainya. Tapi yang juga tak kalah penting, dalam menjalankan Kongres Parfi ke-14 nanti, bisa berjalan secara tertib dan tidak gontok-gontokan, pungkasnya. [bambang/bmb]
Langganan:
Postingan (Atom)