Kamis, 19 Mei 2011

Peserta Jamsostek Dapatkan Fasilitas Uang Muka Kepemilikan Rumah Rp 50 Juta

JAKARTA - Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( Jamsostek ) saat ini mendapat penambahan jumlah pinjaman untuk uang muka kepemilikan rumah , kalau sebelumnya ,pinjaman yang dialokasikan PT.Jamsostek kepada pesertanya adalah sebesar duapuluh juta rupiah , saat ini, akan ditingkatkan menjadi lima puluh juta rupiah. Hal ini disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Ahmad Ansyori, Pinjaman uang muka rumah  ini menurutnya , menjadi salah satu program dari dana peningkatan kesejahteraan peserta yang memberikan pinjaman kepada tenaga kerja peserta jamsostek melalui fasilitas kredit pemilikan rumah dari perbankan,” katanya,
            Sejak 1999 sampai dengan 2010, PT Jamsostek mengucurkan dana PUMP sekitar Rp596,42 miliar kepada sedikitnya 76.173 orang peserta, sedangkan pada tahun ini diperkirakan dana itu disalurkan sebesar Rp220 miliar.
Menurut Ansyori dana PUMP merupakan bagian dari dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP) yang termasuk kategori dana bergulir berupa pinjaman dan untuk dana yang sama dengan kategori investasi jangka panjang adalah pembangunan rumah susun sewa, serta pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan. DPKP menjadi satu bentuk konkrit dari program corporate social responsibility kami, bahkan jika melihat besaran dana yang disalurkan, ternyata lebih besar dari ukuran CSR yang umumnya diberikan perusahaan swasta, dana peningkatan kesejahteraan peserta ini ,tahun 2010 disalurkan sebesar Rp171,56 miliar  [ Leo-bmb ]

Tahun 2011 PT Jamsostek ( Persero ) Targetkan Dana Investasi Rp11 Triliun

JAKARTA – Dana investasi PT Jamsostek (Persero) untuk tahun anggaran 2011 akan ditingkatkan menjadi Rp.11 Triliun , target tersebut diperlirakan dapat tercapai dan masih rasinal, hal ini disampaikan oleh Direktur Investasi PT.Jamsostek ( Persero) Elvyn G Masassya kepada media di Jakarta ( 12/5). Peningkatan tersebutsebesar menurutnya mencapai 7,84  persen menjadi Rp11 triliun dibanding tahun lalu sekira Rp10,2 triliun.demikian halnya untuk  target dana kelolaan investasi hingga akhir tahun ini ditargetkan meningkat 16,33 persen atau Rp16 triliun menjadi Rp114 triliun dari tahun sebelumnya Rp98 triliun, dari target dana kelolaan investasi tersebut sekira 20-22 persen atau Rp22,8 triliun-Rp25,08 triliun dialokasikan ke saham, obligasi sekira 44-48 persen atau sebesar Rp50,16 triliun-Rp54,72 triliun.Untuk Investasi dalam bentuk  deposito sekira 28-31 persen atau antara Rp31,92 triliun-Rp35,34 triliun, sisanya akan dialokasikan untuk properti .
Selain investasi tersebut, menurutnya ,PT.Jamsostek tetap berkomitmen menyalurkan dananya untuk fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit , Perumahan . yang nantinya akan tetap mengacu kepada asset lahan milik Jamsostek yang saat ini perlu dilakukan pemanfaatan secara maksimal, dana investasi tersebut menurut Alvyn akan dialokasikan sebesar Rp.0.5 Triliun.
Demikian juga Investasi dalam bisnis perbankan PT. Jamsostek telah melakukan kerjasama  dengan Bank Bukopin  untuk penyaluran KPR dan uang muka perumahan. Adapun kerja sama dengan BTN untuk penyaluran uang muka perusahaan. [ Leo-bmb]
 

PT.Jamsostek Tingkatkan Kesejahteraan Peserta

JAKARTA – Jaminan sosial ketenagakerjaan  sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 1992 tentang perlindungan bagi pekerja dan keluarganya dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian penghasilan atau dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja karena sakit, hamil, bersalin, hari tua dan meninggal. Dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)
                PT Jamsostek (Persero) sebagai badan penyelenggara program Jamsostek, berperan serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan peserta berupa dukungan antara lain terhadap perumahan, pendidikan, pelatihan pekerja dan fasilitas, sarana kesehatan bagi para pekerja peserta program Jamsostek, sehingga diharapkan dapat menjadi dukungan langsung pada upaya peningkatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kerja dan keluarganya.
                Untuk mewujudkan tujuan tersebut, mulai tahun 1996, atas laba bersih yang diperoleh oleh PT Jamsostek (Persero) sebagian disishkan dan dihimpun dalam bentuk Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang dipergunakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta program Jamsostek.
                Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta atau disingkat DPKP merupakan dana yang dihimpun dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta program Jamsostek yang diambil dari sebagian dana hasil keuntungan PT. Jamsostek (Persero). Program ini juga memberikan dampak positif meningkatkan kinerja PT Jamsostek dalam hal pelayanan publik, sekaligus mendorong minat kepesertaan Jamsostek..
                Hak pemerintah berupa dividen dikembalikan kepada peserta, untuk dipergunakan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan pekerja yang menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja. Dividen yamg tidak disetor ke pemerintah tersebut, harus dimanfaatkan untuk mendukung program-program Jamsostek. Ini lah bentuk nyata kebijakan pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja. Sebuah komitmen mengabdi untuk pekerja.
Dana tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk pinjaman uang muka perumahan dengan bunga yang sangat rendah, beasiswa bagi anak peserta Jamsostek, pinjaman untuk koperasi karyawan, bantuan fasilitas pelayanan kesehatan, bantuan pelatihan tenaga kerja, bantuan untuk pekerja, pinjaman untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta program yang menyentuh langsung pekerja lainnya.
                Manajemen PT Jamsostek Persero berkomitmen melayani pekerja. Salah satunya terbukti dengan semakin besarnya  dan banyaknya program Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (DPKP).Program-program DPKP yang sudah dilaksanakan terdiri dari dua jenis yaitu DPKP bergulir (dikembalikan) dan DPKP tidak bergulir (hibah). Ini lah bentuk kongkret program corporate social responsibility (CSR) PT Jamsostek. Bahkan kalau melihat besaran dana yang digelontorkan, lebih besar dari ukuran biasa CSR yang umumnya disalurkan perusahaan. Sebuah bentuk nyata pengabdian kepada pekerja.
                Tahun 2010, dana DPKP yang disalurkan sebesar Rp 171,562 miliar. Secara akumulasi sejak adanya DPKP hingga realisasi s/d Desember 2010 telah tersalurkan dana DPKP sebesar Rp. 1,03 triliun. Tahun 2011, bakal disalurkan sebesar Rp. 437 miliar dengan proporsi 70 persen bergulir dan 30 persen tidak bergulir.

Saat ini "Uang Muka Perumahan yang dapat diperoleh anggota, hingga 20 juta dengan bunga efektif 6%, jangka waktu pengembaliannya selama sepuluh tahun. Dan direncanakan ditahun 2011 jamsostek akan meningkatkan jumlah pinjaman PUMP hingga Rp.50 juta. Sejak 1999 sampai 2010, Jamsostek sudah mengucurkan dana PUMP  sekitar Rp 596,424 miliar kepada 76.173 pekerja peserta Jamsostek.
                Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) adalah salah satu program dari Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang memberikan pinjaman sebagian Uang Muka Perumahan kepada tenaga kerja peserta Jamsostek untuk pemenuhan kebutuhan perumahan melalui fasilitas KPR dari perbankan. Tujuan dari PUMP ini adalah untuk membantu Tenaga Kerja peserta program Jamsostek dalam rangka pemilikan rumah melalui KPR perbankan.
                Tahun  ini rencana penyaluran dana untuk rusunawa sebesar Rp.150 miliar , dan PUMP sebesar Rp. 220 miliar "Kami juga akan mengucurkan untuk pinjaman koperasi karyawan sekitar Rp 6,4 miliar, pinjaman provider kesehatan Rp 3 miliar, bantuan kesehatan sebesar Rp. 3,6 miliar , bidang pendidikan, berupa beasiswa sebesar Rp.29,4 miliar .dan pelatihan tenaga kerja sebesar Rp 1,8 miliar.[Leo-bmb]

Selasa, 17 Mei 2011

Menajubkan, Ditengah Samudera Pantai Selatan Terdapat Benda Menyerupai Tugu Monas

SEBERSIT pun tak pernah terbayangkan sebelumnya, jika si penulis artikel ini diajak kunjungan di sejumlah petilasan dan lokasi yang bernuansa mistis dan religius.

Saat itu, Rabu, 11 Mei 2011, di sebuah lokasi Padepokan di kawasan Kunciran Kota Tangerang, Banten, si penulis bersama puluhan teman lainnya asyik berbincang-bincang berbagai hal pengalaman. Sekaligus, mencari solusi agar bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi yang hampir setiap hari menghantui kehidupan masyarakat, utamanya kalangan bawah.

Meski di lokasi lesehan nan sederhana, namun obrolan itu penuh dengan makna. Bahkan semakin tercipta sebuah kebersamaaan. Ditengah-tengah obrolan hangat itu hadir pula sejumlah staf dan pimpinan perusahaan PT Smelta.

Tak disangka, jika di akhir penutupan riungan itu tiba-tiba si penulis dan kedua orang teman itu ditunjuk, sekaligus mendapatkan sebuah amanah dari sang Dirut Perusahaan tersebut, agar esok jam 00.5 pagi, kala itu Rabu, 11 Mei 2011, ketiga orang itu diminta hadir di lokasi perusahaan nya yang terletak di Beji, Kampung Baru, Depok.

Bagi ketiga orang yang bukan siapa-siapa, ditunjuk dan dipercaya oleh seorang sosok Direktur Utama merupakan hal yang luar biasa. Tapi mengingat ada sebuah pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, akhirnya satu rekan urung hadir. Sebagai bentuk loyalitas dan keseriusan terhadap orang yang memberikan amanah tersebut, meski sedikitpun belum tidur dan tak membawa perbekalan, tapi kami tetap meluncur di kegelapan malam.
Satu jam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya sampailah tujuan di kantor perusahaan tersebut.

Dalam benak berpikir bahwa rencana pemanggilan terhadap ketiga orang, ditambah dengan empat orang berikut sang Dirut tersebut hanya sekedar pertemuan biasa, tapi lagi-lagi tak disangka dan tak diduga, kalau ternyata sang bos mengajak pelesiran ke kawasan pantai selatan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya dimana dulu tempat petilasan bung Karno yang dipandu oleh protokoler Sekretariat Negara di lokasi penginapan itu.


Siang sesampai ditujuan begitu takjub melihat kebesaran Tuhan. Apalagi ketika melihat secara langsung gemuruhnya ombak, hingga membuat hati begitu ikut bergemuruh. "Gemuruh ombak sadarkan sombongku". Tatkala malam yang hening itu tiba, rombongan dengan dipandu oleh sang penjaga  bersama-sama melakukan meditasi disebuah ruangan tempat penginapan itu.

Usai melakukan meditasi rombongan bergesan menuju tempat bermalam yang letaknyapun sangat berdekatan. Rombongan terpisah menjadi bagian, empat orang melalui akses jalan depan. Sementara, si penulis dan pak Dirut melewati pintu belakang yang letaknya berdekatan dengan pantai selatan itu.

Si penulis terhentak ketika secara mendadak pak Sugeng Pujiono (Dirut,red), tiba-tiba mengarahkan telunjuknya ke tengah-tengah samudera. "Mas anda melihat benda aneh ditengah samudera tidak. Didekat pantai terdapat empat unit listrik yang warnanya putih bersinar. Tapi ada satu listrik sang warna nyalanya sangat berbeda. Kalau tidak percaya tolong perhatikan dengan seksama, apa keanehan yang sedang terjadi ditengah samudera Pantai Selatan itu," ujar Sugeng dengan nada serius.


Sesuai petunjuk pak Sugeng, dengan rasa penasaran si penulis pun mengarahkan pandangannya ketengah laut. Ternyata apa yang dikatakan oleh sahabat yang satu ini memang benar adanya. "Bahwa ada sebuah benda berwarna kuning menyala menyerupai Tugu Monas terdapat ditengah-tengah Laut Selatan". Sungguh menyesal luar biasa ketika kamera ketinggalan alias tak terbawa, sehingga tak mengabadikan fenomena menajubkan seperti ini, sesalku.

Menurut akal sehat jelas tidak mungkin ada listrik di tengah samudera, mungkin kalau seperti empat listrik yang adanya dipinggir pantai seperti yang sebelumnya dilihat jelas masuk logika, pikirku dalam hati. Berarti ini merupakan sebuah keagungan Tuhan. "Mas jangan-jangan ini apa mercu suar atau pintu masuk kerajaan Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan)," bisik pak Sugeng. Allahu Alam.
[bambang s]

Minggu, 15 Mei 2011

Wisata Spiritual Bangkitkan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme

Lantaran prihatin melihat bangsa yg semakin terpuruk, Ustadz Zibhie Al-Jawawi, pria berusia 46 tahun, kelahiran Pasuruan Jawa Timur, akhirnya merasa terpanggil turut peduli untuk membenahi bangsa tercinta ini.

Untuk memulai perjalanan wisata spiritualnya, pria yang telah dikarunia 6 orang anak ini mengambil lokasi yang dianggap cocok untuk melakukan meditasi, yakni di Pesisir Patilasan yang dulu pernah disinggahi Paduka Ir. Soekarno, di istana Kepresidenan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Karena tempat ini dinilai sesuai dengan kehidupan pada masa silamnya.

Selain diruang pribadi paduka mantan Presiden pertama di negeri ini. Kemudian, pria ini melanjutkan perjalanan spiritualnya di kamar 308 yg mana penuh aroma mistik dan religius.

Ditengah meditasinya, seorang pria yang kerap dipanggil Ustadz Zibhie dikalangan pejabat dan artis ternama ini mengaku mengalami sejumlah kejadian aneh alias diluar kemampuan akal manusia. Misalnya, terjadi peristiwa aneh, yang mana sarana spritual berupa janur kuning bergoyang dengan sendirinya meski tanpa ditiup angin.

Bukan itu saja, bahkan yang lebih membuat terbelalak dan mengejutkan lagi, di dalam kamar dengan ornamen dominan berwarna hijau itu terdapat bara yg tiba-tiba bisa loncat dengan sendirinya tanpa ada seseorang yang memindahkannya, jelas saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya.

Semakin bertambah lengkaplah serangkaian peristiwa aneh itu tatkala kedua orang saksi mata menyaksikan kejadian menajubkan. Berkat keagungan Tuhan bahwa di tengah samudera pantai laut selatan itu muncul benda menyerupai tugu Monas.

Menurut Ustadz Zibhie, orang hidup di dunia ini apa kata dalangNya. Yaitu, Allah SWT, bahwa kita merupakan wayang yang hanya sekedar menjalani hingga pentas kehidupan telah berakhir. Dalam upaya menjalani hidup hingga sang pencipta memanggilNya. Untuk mencapai hidup yang haqiqi di alam kelanggengan.

Pasalnya, di dunia ini hanya merupakan bunga tidur. Sementara, kenyataan saat ini kita masih tertidur, hingga waktunya kita dibangunkan oleh sang pencipta untuk menghadapi hidup yang sebenarnya, alias bukan di alam mimpi, akhirnya sang pencipta memanggil kita. Sehingga, tak menjadi beban, ketika sang pencipta membangunkan untuk memulai kehidupan yg sebenarnya. Untuk itu, ayo bangsaku jangan terlalu banyak tidur. Mari sadar, bahwa semua tanggung jawab ini ada di pundak kita. Karena bangsa ini menunggu generasi muda yg berjiwa "Kebangsaan dan Nasionalisme". Merdeka..[bmb]

Wisata Spiritual Bangkitkan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme

Lantaran prihatin melihat bangsa yg semakin terpuruk, Ustadz Zibhie Al-Jawawi, pria berusia 46 tahun, kelahiran Pasuruan Jawa Timur, akhirnya merasa terpanggil turut peduli untuk membenahi bangsa tercinta ini.

Untuk memulai perjalanan wisata spiritualnya, pria yang telah dikarunia 6 orang anak ini mengambil lokasi yang dianggap cocok untuk melakukan meditasi, yakni di Pesisir Patilasan yang dulu pernah disinggahi Paduka Ir. Soekarno, di istana Kepresidenan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Karena tempat ini dinilai sesuai dengan kehidupan pada masa silamnya.

Selain diruang pribadi paduka mantan Presiden pertama di negeri ini. Kemudian, pria ini melanjutkan perjalanan spiritualnya di kamar 308 yg mana penuh aroma mistik dan religius.

Ditengah meditasinya, seorang pria yang kerap dipanggil Ustadz Zibhie dikalangan pejabat dan artis ternama ini mengaku mengalami sejumlah kejadian aneh alias diluar kemampuan akal manusia. Misalnya, terjadi peristiwa aneh, yang mana sarana spritual berupa janur kuning bergoyang dengan sendirinya meski tanpa ditiup angin.

Bukan itu saja, bahkan yang lebih membuat terbelalak dan mengejutkan lagi, di dalam kamar dengan ornamen dominan berwarna hijau itu terdapat bara yg tiba-tiba bisa loncat dengan sendirinya tanpa ada seseorang yang memindahkannya, jelas saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya.

Semakin bertambah lengkaplah serangkaian peristiwa aneh itu tatkala kedua orang saksi mata menyaksikan kejadian menajubkan. Berkat keagungan Tuhan bahwa di tengah samudera pantai laut selatan itu muncul benda menyerupai tugu Monas.

Menurut Ustadz Zibhie, orang hidup di dunia ini apa kata dalangNya. Yaitu, Allah SWT, bahwa kita merupakan wayang yang hanya sekedar menjalani hingga pentas kehidupan telah berakhir. Dalam upaya menjalani hidup hingga sang pencipta memanggilNya. Untuk mencapai hidup yang haqiqi di alam kelanggengan.

Pasalnya, di dunia ini hanya merupakan bunga tidur. Sementara, kenyataan saat ini kita masih tertidur, hingga waktunya kita dibangunkan oleh sang pencipta untuk menghadapi hidup yang sebenarnya, alias bukan di alam mimpi, akhirnya sang pencipta memanggil kita. Sehingga, tak menjadi beban, ketika sang pencipta membangunkan untuk memulai kehidupan yg sebenarnya. Untuk itu, ayo bangsaku jangan terlalu banyak tidur. Mari sadar, bahwa semua tanggung jawab ini ada di pundak kita. Karena bangsa ini menunggu generasi muda yg berjiwa "Kebangsaan dan Nasionalisme". Merdeka..[bmb]

Wisata Spitual Bangkitkan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme

Lantaran prihatin melihat bangsa yg semakin terpuruk, Ustadz Zibhie Al-Jawawi, pria berusia 46 tahun, kelahiran Pasuruan Jawa Timur, akhirnya merasa terpanggil turut peduli untuk membenahi bangsa tercinta ini.

Untuk memulai perjalanan wisata spiritualnya, pria yang telah dikarunia 6 orang anak ini mengambil lokasi yang dianggap cocok untuk melakukan meditasi, yakni di Pesisir Patilasan yang dulu pernah disinggahi Paduka Ir. Soekarno, di istana Kepresidenan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Karena tempat ini dinilai sesuai dengan kehidupan pada masa silamnya.

Selain diruang pribadi paduka mantan Presiden pertama di negeri ini. Kemudian, pria ini melanjutkan perjalanan spiritualnya di kamar 308 yg mana penuh aroma mistik dan religius.

Ditengah meditasinya, seorang pria yang kerap dipanggil Ustadz Zibhie dikalangan pejabat dan artis ternama ini mengaku mengalami sejumlah kejadian aneh alias diluar kemampuan akal manusia. Misalnya, terjadi peristiwa aneh, yang mana sarana spritual berupa janur kuning bergoyang dengan sendirinya meski tanpa ditiup angin.

Bukan itu saja, bahkan yang lebih membuat terbelalak dan mengejutkan lagi, di dalam kamar dengan ornamen dominan berwarna hijau itu terdapat bara yg tiba-tiba bisa loncat dengan sendirinya tanpa ada seseorang yang memindahkannya, jelas saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya.

Semakin bertambah lengkaplah serangkaian peristiwa aneh itu tatkala kedua orang saksi mata menyaksikan kejadian menajubkan. Berkat keagungan Tuhan bahwa di tengah samudera pantai laut selatan itu muncul benda menyerupai tugu Monas.

Menurut Ustadz Zibhie, orang hidup di dunia ini apa kata dalangNya. Yaitu, Allah SWT, bahwa kita merupakan wayang yang hanya sekedar menjalani hingga pentas kehidupan telah berakhir. Dalam upaya menjalani hidup hingga sang pencipta memanggilNya. Untuk mencapai hidup yang haqiqi di alam kelanggengan.

Pasalnya, di dunia ini hanya merupakan bunga tidur. Sementara, kenyataan saat ini kita masih tertidur, hingga waktunya kita dibangunkan oleh sang pencipta untuk menghadapi hidup yang sebenarnya, alias bukan di alam mimpi. Pada akhirnya sang pencipta memanggil kita, sehingga tak menjadi sebuah beban, ketika sang pencipta membangunkan untuk memulai kehidupan yg sebenarnya. Untuk itu, ayo bangsaku jangan terlalu banyak tidur. Mari sadar, bahwa semua tanggung jawab ini ada di pundak kita. Karena bangsa ini menunggu generasi muda yg berjiwa "Kebangsaan dan Nasionalisme". Merdeka..[***]

Ratusan Peserta OMB Gairahkan PT Smelta Telkom Flexi

JAKARTA - Kehadiran ratusan peserta Orientasi Mitra Baru (OMB), yang datang dari berbagai penjuru provinsi di tanah air mampu menggairahkan acara yang digelar PT Smelta Telkom Flexi, di gedung Telkom, jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu, (15/5).

Kegiatan OMB yang dikemas dengan apik melalui pendidikan dan pelatihan itu, ke depan, para peserta akan diciptakan menjadi seorang leader handal, sekaligus mampu dalam penguasaan produk Flexi. Sehingga, para leader itu mampu memberikan sosialisasi yang positif terhadap masyarakat di tanah air untuk mencintai produksi dalam negeri, utamanya pengguna Flexi. Apalagi dalam waktu dekat ini PT Smelta akan menurunkan produk terbaru Android Tablet dan Black Berry (BB) original, yang harganya pun jauh lebih murah dari yang termurah.

Dalam kesempatan itu pihak pimpinan Smelta mengaku cukup bangga dengan keberadaan mitra ICC Flexifremi yang tergabung dalam Milis. Yakni, Ewako88, Elang Medan, Green, Wong Pitu7 dan puluhan Milis lainnya. Bahkan, pimpinan PT Smelta cukup terharu dengan keberadaan Team 88 yang dikomandoi oleh Muslimin. Karena, mereka dinilai mampu membuat hidup di lingkungan PT Smelta, tandasnya.[bambang/bmb]

Jumat, 13 Mei 2011

BPJS Kental Nuansa Kepentingan

JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang dibahas di Komisi IX DPR RI dinilai kental dengan nuansa kepentingan politik maupun golongan. bahkan terkesan melenceng dari materi subtansif. Pembahasan BPJS antara Pemerintah dengan DPR masih alot. Pasalnya, pemerintah mengizinkan pembentukan serta aturan yang mengatur BPJS yang juga ditetapkan dalam RUU. Pembahasan lain yang belum mendapatkan titik temu terkait status BPJS apakah berbentuk BUMN atau non BUMN, BPJS tunggal atau beberapa BPJS serta aspek keuangan. Hal ini untuk memastikan bahwa secara fiskal, pelaksanaan BPJS dapat ditopang oleh anggaran dan belanja negara.

Di seluruh dunia sangat bervariasi mengenai model penyelenggaraan program jaminan sosial, "no one single system, no one size fit for all".Karena itu,sangat terbuka bagi pilihan-pilihan mengenai bentuk badan hukum yang dikehendaki. Pilihan badan hukum program jaminan sosial di Indonesia adalah BUMN karena pemerintah masih memandang BUMN relatif masih solid dan akuntabel, sedangkan kekuatan publik masih belum relatif berdaya(empower). Jadi kalau negara mau melepaskan otoritas dalam pengelolaan jaminan sosial, perlu dikalkulasi secara cermat tingkat kesiapan dan konsolidasinya.

Kondisi saat ini terkesan ada perebutan kepentingan dalam pembahasan RUU BPJS, berlarut-larutnya perdebatan tentang status hukum BPJS merupakan bukti nyata kentalnya nuansa kepentingan.Namun, hasilnya hingga saat ini tetap saja tidak ada kemajuan dan para pihak yang memiliki kepentingan terus berdebat, semestinya reformasi jaminan sosial haruslah bertitik tolak pada cakupan pelayanan, desain program, kapasitas fiskal, serta tata kelola. Namun yang diributkan hingga saat ini masih terkait status dan jumlah BPJS. Hal ini diungkapkan ketua umum serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Abdul Latif Algaff di acara peringatan HUT ke-12 Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ), di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, (13/5).

"Apabila hal ini berlarut-larut dan selalu saja kepentingan yang mengemuka dan mengabaikan aspek teknis. Ini justru akan memperburuk upaya mereformasi jaminan sosial yang diinginkan. Karena itu,jika mencermati draft RUU BPJS versi DPR, yang mana terdapat sejumlah poin yang bertentangan dengan substansi UU Nomor 40 Tahun 2010 tentang SJSN.
'jika kami cermati, substansi UU SJSN banyak kelemahannya secara fundamental. Fakta empirisnya jelas, karena UU SJSN masih dikaji kembali di mahkamah konstitusi," ucap Latif yang juga mantan ketua umum serikat pekerja PT Jamsostek (SPJ), ini.

Masih kata Latif, kalau mau jujur sebenarnya bentuk korporasi relatif lebih maju dibandingkan dengan bentuk badan hukum lainya, misalnya dalam hal regulasi,governance, efisiensi, produktivitas, ukuran-ukuran kehasilan kunci, organisasi & tanggung jawab yang jelas. Faktanya, 4 BPJS yang berbentuk badan hukum BUMN terus menunjukan kinerja yang baik, regulasiyang jelas,standar good governance yang tinggi, menjaga keamanan dan pengembangan dana investasi, sehingga dapat memberikan benefit yang bagus kepada peserta Bukankah saat ini di seluruh dunia cenderung menuju enterpreneurial government. Karena badan-badan publik cenderung boros dan menghabiskan anggaran, tandasnya.

Pemerintah berjanji akan segera menyelessaikan RUU BPJS yang hingga saat ini masih terhambat, pada pemasalahan daftar inventarisasi masalah(DIM). Permasalahan DIM sudah dibahas pada level menteri dan sedang menunggu fatwa mahkamah agung.
Pembicaraan RUU BPJS , khususnya DIM, akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi masa kini. Yang paling utama pemerintah dan DPR sepakat untuk mendiskusikan. Namun, kita akan susun dulu dalam bentuk DIM, dan ini akan kita bahas. Saya ingin tegaskan status terakhir belum bisa diinformasikan. Tapi niat pemerintah dan DPR akan mendiskusikan DIM, kata menteri keuangan Agus Mantowaedojo. [Leo-bmb]

Selasa, 10 Mei 2011

Hati - hati, Jalan Benda Baru Pamulang Licin dan Berlubang Puluhan Warga Tergelincir

JAKARTA - Kondisi jalanan di jalan Inpres RT.04/RW.09 Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan provinsi Banten sangat memprihatinkan. Ironis memang, padahal jalanan tersebut merupakan akses menuju perumahan elit Vila Dago Pamulang. Selain itu, letaknya pun sangat berdekatan dengan calon kantor Walikota Tangerang Selatan, yakni di jalan Maruga, Pamulang. Sementara, disisi lain jalanan tersebut becek dan berlubang.

Belum lagi disaat kondisi hujan, jalanan menanjak itu semakin licin, hingga membahayakan bagi pengguna jalan. Lantaran kondisi yang serba carut - marut, tak ayal puluhan warga yang melintas di kawasan itu jatuh bergelimpangan.

Sejumlah warga di kawasan Benda Baru berharap, agar aparat dan instansi terkait segera merealisasikan pembangunan akses jalan tersebut. Karena, sedikitnya sudah lima tahun, warga disuguhi  pemandangan yang tidak nyaman. [bmb]