Selasa, 24 Mei 2011

Hati - Hati, Jalanan KH Hasyim Ashari Cileduk Raya Licin dan Berlubang

JAKARTA - Warga di Kota Tangerang, Banten mengeluhkan sarana jalan di KH. Hasyim Ashari, Cileduk Raya. Pasalnya, jalanan tersebut licin dan berlubang. Lantaran kondisi yang serba carut marut, tak ayal warga yang melintasi jalanan tersebut jatuh tergelincir. Selain itu juga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Apalagi kalau kondisi hujan, tak sedikit warga tergelincir berjatuhan.

Misalnya, menimpa warga bernama Juharman yang kerap disapa Opung, warga RT.05/RW.06 Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Kota Tangerang. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka-luka di kepala dan bagian kaki.

Warga berharap agar aparat dan instansi terkait segera merealisasikan sarana jalanan tersebut. Saat ini Walikota Kota Tangerang Wahidin Halim tengah getol - getolnya menata wilayah. Tapi ironisnya, masih terdapat sarana jalanan yang sangat memprihatinkan. Untuk itu diharapkan agar pihak pemerintah kota Tangerang cepat tanggap terhadap keluhan warga masyarakat. Sehingga mampu meminimalisir jatuhnya korban. [Erick-findy]

Senin, 23 Mei 2011

Demi Suksesnya BPJS PT Jamsostek (Persero) Siap Dikonversi

JAKARTA - Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan negara, Indonesia seperti halnya berbagai negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yakni jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal , kemudian saat ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial santer dibahas pemerintah maupun DPR RI , semua ini adalah demi kesejahteraan rakyat. 

Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menyebutkan bahwasanya pemerintah akan mengonversi perusahaan jaminan dengan berlakunya UU BPJS. pemerintah berniat membangun dua BPJS bertahap. tahap awal BPJS perlindungan kesehatan, kecelakaan kerja, dan kematian , untuk kebijakan tersebut pemerintah akan menyuntikkan modal awal Rp 2 triliun.
 
Dalam rapat panitia khusus (pansus) RUU BPJS, pemerintah meminta 143 daftar inventarisasi masalah (DIM) Rancangan UUU BPJS untuk dihapus dan sebagian di antaranya disubstansikan ke dalam daftar lainnya. Menteri Keuangan menyatakan, terdapat 263 DIM yang siap dibahas dalam RUU BPJS itu. Dari jumlah DIM tersebut, ada 18 DIM dengan tanggapan tetap, ada 42 DIM yang mengalami perubahan redaksional, ada 25 DIM perubahan substansi dan 55 DIM penambahan substansi.
 
Manahggapi hal ini , Direktur Operasi dan Pelayanan PT.Jamsostek ( Persero ) Ahmad Ansyori,  menyatakan kesiapanya dikonversi dan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang ditunjuk. Hal itu didasarkan pada prinsip terselenggaranya perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat. pihaknya akan melakukan hal itu untuk menyukseskan kebijakan tersebut. [ Leo-bmb ]

PT Jamsostek (Persero), Perluas Kepesertaan Pada Pekerja Sektor Ekonomi Informal

JAKARTA – Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan negara, Indonesia seperti halnya berbagai negara berkembang lainnya.
Jika sebelumnya program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yakni jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal , maka saat ini  PT Jamsostek memperluas cakupan pelayanan dan skema jaminan sosial kepada pekerja sektor informal (luar hubungan kerja/LHK). Menurut Direktur Utama PT. Jamsostek H.Hotbonar Sinaga, potensi peserta dari pekerja informal mencapai 67,86 juta orang, tetapi baru 223.000 ( data Bulan Oktober 2010 ) pekerja informal yang menjadi peserta. Padahal, potensi kepesertaan dari pekerja Informal jauh lebih besar dibandingkan dengan pekerja formal yang hanya 30 juta orang.  "Namun, terdapat sejumlah kendala yang membuat kepesertaan Jamsostek dari pekerja informal masih minim. Kemajuan atau tambahan peserta dari pekerja informal terlihat tidak merata di seluruh kantor cabang Jamsostek. Bahkan, pertumbuhannya tergolong lamban," katanya .
Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya.
Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada pekerja dan pengusaha tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa.
Perluasan kepesertaan Jamsostek kepada pekerja sektor ekonomi informal ini mendapat  sambutan positif dari pemerintah daerah , karena dengan adanya program perluasan keanggotaan kepada pekerja informal , diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal. [Leo – bmb]
 

PT .Jamsostek (Persero) Targetkan Dana Pengelolaan Rp 114 Triliun


JAKARTA – Peningkatan hasil investasi Jamsostek pada 2011 akan meningkat, hal ini didorong terkait maraknya pasar saham dan penyertaan saham oleh perusahaan BUMN ini . "Kita mengharapkan hasil investasi perseroan akan terus tumbuh yang disesuaikan dengan pilihan aset investasi," kata Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Massasya, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (12/5).
              Menurutnya, hasil investasi terbesar untuk Jamsostek akan diperoleh dari hasil alokasi pada obligasi yang mencapai 41,6 persen dari total dana kelolaan perusahaan tersebut. Selanjutnya, kontributor terbesar hasil investasi berasal dari dana pensiun sebesar 31 persen, saham 21 persen, dan sisanya atau sekitar 6,4 persen pada reksa dana, properti, dan penyertaan. PT Jamsostek (Persero) menargetkan hasil investasi selama 2011 sebesar 11 triliun rupiah. Meski naik tipis dari tahun 2010, target hasil investasi tersebut tergolong konservatif jika dibandingkan dengan dana kelolaan perusahaan penyedia jaminan sosial untuk tenaga kerja tersebut yang telah mencapai 101,2 triliun rupiah.
            Dia optimistis Jamsostek akan dapat mencapai target tersebut dengan melihat realisasi kinerja di kuartal I~2011. Dalam tiga bulan pertama tahun ini saja, hasil investasi Jamsostek telah mencapai 2,99 triliun rupiah, atau sekitar 27,18 persen dari target sepanjang tahun.
JAKARTA – Peningkatan hasil investasi Jamsostek pada 2011 akan meningkat, hal ini didorong terkait maraknya pasar saham dan penyertaan saham oleh perusahaan BUMN ini . "Kita mengharapkan hasil investasi perseroan akan terus tumbuh yang disesuaikan dengan pilihan aset investasi," kata Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Massasya, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (12/5).
Lebih lanjut, Elvyn menjelaskan total dana kelolaan Jamsostek pada akhir kuartal I~2011 telah mencapai 101,2 triliun rupiah. Jumlah tersebut meningkat dari posisi akhir 2010 sebesar 98 triliun rupiah, terutama akibat adanya hasil investasi perusahaan sebesar 2,99 triliun rupiah. "Total dana kelolaan sepanjang 2011 ditargetkan mencapai 114 triliun rupiah, meningkat dari tahun 2010 yang hanya 98 triliun rupiah," ujarnya. Menurutnya, selain obligasi, saham, deposito, reksa dana properti, dan penyertaan, Jamsostek sedang mempertimbangkan berinvestasi dalam bentuk sukuk. "Tentu kita lihat situasinya. Sukuk juga akan dijadikan sebagai alokasi investasi," ujarnya. [Leo-bmb]

Sabtu, 21 Mei 2011

PT Jamsostek (Persero) Berikan Santunan Kru Pesawat Merpati

JAKARTA – Pesawat Merpati Nusantara MA-60 Sabtu lalu jatuh dari ketinggian 15.000 kaki ke laut di dekat Bandara Utarom atau Bandara Kaimana, Papua Barat. Pesawat naas tersebut terbang dari Sorong menuju Kaimana. Korban tewas seluruhnya terdiri dari 18 orang dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, dan 6 kru pesawat.
 
Diketahui semua awak pesawat yang tersebut merupakan peserta aktif Jamsostek. Hal ini disampaikan  Direktur Operasional PT Jamsostek Ahmad Anshori kepada wartawan. Ia menjelaskan PT Merpati merupakan peserta aktif program jamsostek. “Jika seluruh laporan dan data kecelakaan kerja para korban sudah kami terima, santunan bisa segera diserahkan. Jumlah santunan yang akan diterima memang tidak bisa menggantikan nyawa yang hilang, tapi mudah-mudahan bisa mengurangi beban keluarganya, ” kata Anshori. Atas nama PT Jamsostek menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa karyawan Merpati.

Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga menyatakan, kini tinggal menunggu kesiapan dari keluarga Kapten Pilot Purwadi Wahyu, Co Pilot Paul Napp, Pramugari Sumaryati, Indriana Puspasari, Mekanik Joko dan Yonas Ihalau. Kecelakaan itu juga menewaskan 19 penumpang. Saat ini PT Jamsostek tengah menunggu perkembangan pendataan terhadap korban. Apabila diantara korban tersebut ternyata adalah juga sebagai peserta Jamsostek, maka kepada keluarga yang ditinggalkan juga akan diberikan santunan sebagaimana dengan kru Garuda yang telah terdata. [
Leo-bmb]

Kamis, 19 Mei 2011

Peserta Jamsostek Dapatkan Fasilitas Uang Muka Kepemilikan Rumah Rp 50 Juta

JAKARTA - Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( Jamsostek ) saat ini mendapat penambahan jumlah pinjaman untuk uang muka kepemilikan rumah , kalau sebelumnya ,pinjaman yang dialokasikan PT.Jamsostek kepada pesertanya adalah sebesar duapuluh juta rupiah , saat ini, akan ditingkatkan menjadi lima puluh juta rupiah. Hal ini disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Ahmad Ansyori, Pinjaman uang muka rumah  ini menurutnya , menjadi salah satu program dari dana peningkatan kesejahteraan peserta yang memberikan pinjaman kepada tenaga kerja peserta jamsostek melalui fasilitas kredit pemilikan rumah dari perbankan,” katanya,
            Sejak 1999 sampai dengan 2010, PT Jamsostek mengucurkan dana PUMP sekitar Rp596,42 miliar kepada sedikitnya 76.173 orang peserta, sedangkan pada tahun ini diperkirakan dana itu disalurkan sebesar Rp220 miliar.
Menurut Ansyori dana PUMP merupakan bagian dari dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP) yang termasuk kategori dana bergulir berupa pinjaman dan untuk dana yang sama dengan kategori investasi jangka panjang adalah pembangunan rumah susun sewa, serta pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan. DPKP menjadi satu bentuk konkrit dari program corporate social responsibility kami, bahkan jika melihat besaran dana yang disalurkan, ternyata lebih besar dari ukuran CSR yang umumnya diberikan perusahaan swasta, dana peningkatan kesejahteraan peserta ini ,tahun 2010 disalurkan sebesar Rp171,56 miliar  [ Leo-bmb ]

Tahun 2011 PT Jamsostek ( Persero ) Targetkan Dana Investasi Rp11 Triliun

JAKARTA – Dana investasi PT Jamsostek (Persero) untuk tahun anggaran 2011 akan ditingkatkan menjadi Rp.11 Triliun , target tersebut diperlirakan dapat tercapai dan masih rasinal, hal ini disampaikan oleh Direktur Investasi PT.Jamsostek ( Persero) Elvyn G Masassya kepada media di Jakarta ( 12/5). Peningkatan tersebutsebesar menurutnya mencapai 7,84  persen menjadi Rp11 triliun dibanding tahun lalu sekira Rp10,2 triliun.demikian halnya untuk  target dana kelolaan investasi hingga akhir tahun ini ditargetkan meningkat 16,33 persen atau Rp16 triliun menjadi Rp114 triliun dari tahun sebelumnya Rp98 triliun, dari target dana kelolaan investasi tersebut sekira 20-22 persen atau Rp22,8 triliun-Rp25,08 triliun dialokasikan ke saham, obligasi sekira 44-48 persen atau sebesar Rp50,16 triliun-Rp54,72 triliun.Untuk Investasi dalam bentuk  deposito sekira 28-31 persen atau antara Rp31,92 triliun-Rp35,34 triliun, sisanya akan dialokasikan untuk properti .
Selain investasi tersebut, menurutnya ,PT.Jamsostek tetap berkomitmen menyalurkan dananya untuk fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit , Perumahan . yang nantinya akan tetap mengacu kepada asset lahan milik Jamsostek yang saat ini perlu dilakukan pemanfaatan secara maksimal, dana investasi tersebut menurut Alvyn akan dialokasikan sebesar Rp.0.5 Triliun.
Demikian juga Investasi dalam bisnis perbankan PT. Jamsostek telah melakukan kerjasama  dengan Bank Bukopin  untuk penyaluran KPR dan uang muka perumahan. Adapun kerja sama dengan BTN untuk penyaluran uang muka perusahaan. [ Leo-bmb]
 

PT.Jamsostek Tingkatkan Kesejahteraan Peserta

JAKARTA – Jaminan sosial ketenagakerjaan  sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 1992 tentang perlindungan bagi pekerja dan keluarganya dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian penghasilan atau dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja karena sakit, hamil, bersalin, hari tua dan meninggal. Dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)
                PT Jamsostek (Persero) sebagai badan penyelenggara program Jamsostek, berperan serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan peserta berupa dukungan antara lain terhadap perumahan, pendidikan, pelatihan pekerja dan fasilitas, sarana kesehatan bagi para pekerja peserta program Jamsostek, sehingga diharapkan dapat menjadi dukungan langsung pada upaya peningkatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kerja dan keluarganya.
                Untuk mewujudkan tujuan tersebut, mulai tahun 1996, atas laba bersih yang diperoleh oleh PT Jamsostek (Persero) sebagian disishkan dan dihimpun dalam bentuk Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang dipergunakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta program Jamsostek.
                Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta atau disingkat DPKP merupakan dana yang dihimpun dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta program Jamsostek yang diambil dari sebagian dana hasil keuntungan PT. Jamsostek (Persero). Program ini juga memberikan dampak positif meningkatkan kinerja PT Jamsostek dalam hal pelayanan publik, sekaligus mendorong minat kepesertaan Jamsostek..
                Hak pemerintah berupa dividen dikembalikan kepada peserta, untuk dipergunakan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan pekerja yang menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja. Dividen yamg tidak disetor ke pemerintah tersebut, harus dimanfaatkan untuk mendukung program-program Jamsostek. Ini lah bentuk nyata kebijakan pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja. Sebuah komitmen mengabdi untuk pekerja.
Dana tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk pinjaman uang muka perumahan dengan bunga yang sangat rendah, beasiswa bagi anak peserta Jamsostek, pinjaman untuk koperasi karyawan, bantuan fasilitas pelayanan kesehatan, bantuan pelatihan tenaga kerja, bantuan untuk pekerja, pinjaman untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta program yang menyentuh langsung pekerja lainnya.
                Manajemen PT Jamsostek Persero berkomitmen melayani pekerja. Salah satunya terbukti dengan semakin besarnya  dan banyaknya program Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (DPKP).Program-program DPKP yang sudah dilaksanakan terdiri dari dua jenis yaitu DPKP bergulir (dikembalikan) dan DPKP tidak bergulir (hibah). Ini lah bentuk kongkret program corporate social responsibility (CSR) PT Jamsostek. Bahkan kalau melihat besaran dana yang digelontorkan, lebih besar dari ukuran biasa CSR yang umumnya disalurkan perusahaan. Sebuah bentuk nyata pengabdian kepada pekerja.
                Tahun 2010, dana DPKP yang disalurkan sebesar Rp 171,562 miliar. Secara akumulasi sejak adanya DPKP hingga realisasi s/d Desember 2010 telah tersalurkan dana DPKP sebesar Rp. 1,03 triliun. Tahun 2011, bakal disalurkan sebesar Rp. 437 miliar dengan proporsi 70 persen bergulir dan 30 persen tidak bergulir.

Saat ini "Uang Muka Perumahan yang dapat diperoleh anggota, hingga 20 juta dengan bunga efektif 6%, jangka waktu pengembaliannya selama sepuluh tahun. Dan direncanakan ditahun 2011 jamsostek akan meningkatkan jumlah pinjaman PUMP hingga Rp.50 juta. Sejak 1999 sampai 2010, Jamsostek sudah mengucurkan dana PUMP  sekitar Rp 596,424 miliar kepada 76.173 pekerja peserta Jamsostek.
                Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) adalah salah satu program dari Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang memberikan pinjaman sebagian Uang Muka Perumahan kepada tenaga kerja peserta Jamsostek untuk pemenuhan kebutuhan perumahan melalui fasilitas KPR dari perbankan. Tujuan dari PUMP ini adalah untuk membantu Tenaga Kerja peserta program Jamsostek dalam rangka pemilikan rumah melalui KPR perbankan.
                Tahun  ini rencana penyaluran dana untuk rusunawa sebesar Rp.150 miliar , dan PUMP sebesar Rp. 220 miliar "Kami juga akan mengucurkan untuk pinjaman koperasi karyawan sekitar Rp 6,4 miliar, pinjaman provider kesehatan Rp 3 miliar, bantuan kesehatan sebesar Rp. 3,6 miliar , bidang pendidikan, berupa beasiswa sebesar Rp.29,4 miliar .dan pelatihan tenaga kerja sebesar Rp 1,8 miliar.[Leo-bmb]

Selasa, 17 Mei 2011

Menajubkan, Ditengah Samudera Pantai Selatan Terdapat Benda Menyerupai Tugu Monas

SEBERSIT pun tak pernah terbayangkan sebelumnya, jika si penulis artikel ini diajak kunjungan di sejumlah petilasan dan lokasi yang bernuansa mistis dan religius.

Saat itu, Rabu, 11 Mei 2011, di sebuah lokasi Padepokan di kawasan Kunciran Kota Tangerang, Banten, si penulis bersama puluhan teman lainnya asyik berbincang-bincang berbagai hal pengalaman. Sekaligus, mencari solusi agar bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi yang hampir setiap hari menghantui kehidupan masyarakat, utamanya kalangan bawah.

Meski di lokasi lesehan nan sederhana, namun obrolan itu penuh dengan makna. Bahkan semakin tercipta sebuah kebersamaaan. Ditengah-tengah obrolan hangat itu hadir pula sejumlah staf dan pimpinan perusahaan PT Smelta.

Tak disangka, jika di akhir penutupan riungan itu tiba-tiba si penulis dan kedua orang teman itu ditunjuk, sekaligus mendapatkan sebuah amanah dari sang Dirut Perusahaan tersebut, agar esok jam 00.5 pagi, kala itu Rabu, 11 Mei 2011, ketiga orang itu diminta hadir di lokasi perusahaan nya yang terletak di Beji, Kampung Baru, Depok.

Bagi ketiga orang yang bukan siapa-siapa, ditunjuk dan dipercaya oleh seorang sosok Direktur Utama merupakan hal yang luar biasa. Tapi mengingat ada sebuah pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, akhirnya satu rekan urung hadir. Sebagai bentuk loyalitas dan keseriusan terhadap orang yang memberikan amanah tersebut, meski sedikitpun belum tidur dan tak membawa perbekalan, tapi kami tetap meluncur di kegelapan malam.
Satu jam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya sampailah tujuan di kantor perusahaan tersebut.

Dalam benak berpikir bahwa rencana pemanggilan terhadap ketiga orang, ditambah dengan empat orang berikut sang Dirut tersebut hanya sekedar pertemuan biasa, tapi lagi-lagi tak disangka dan tak diduga, kalau ternyata sang bos mengajak pelesiran ke kawasan pantai selatan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya dimana dulu tempat petilasan bung Karno yang dipandu oleh protokoler Sekretariat Negara di lokasi penginapan itu.


Siang sesampai ditujuan begitu takjub melihat kebesaran Tuhan. Apalagi ketika melihat secara langsung gemuruhnya ombak, hingga membuat hati begitu ikut bergemuruh. "Gemuruh ombak sadarkan sombongku". Tatkala malam yang hening itu tiba, rombongan dengan dipandu oleh sang penjaga  bersama-sama melakukan meditasi disebuah ruangan tempat penginapan itu.

Usai melakukan meditasi rombongan bergesan menuju tempat bermalam yang letaknyapun sangat berdekatan. Rombongan terpisah menjadi bagian, empat orang melalui akses jalan depan. Sementara, si penulis dan pak Dirut melewati pintu belakang yang letaknya berdekatan dengan pantai selatan itu.

Si penulis terhentak ketika secara mendadak pak Sugeng Pujiono (Dirut,red), tiba-tiba mengarahkan telunjuknya ke tengah-tengah samudera. "Mas anda melihat benda aneh ditengah samudera tidak. Didekat pantai terdapat empat unit listrik yang warnanya putih bersinar. Tapi ada satu listrik sang warna nyalanya sangat berbeda. Kalau tidak percaya tolong perhatikan dengan seksama, apa keanehan yang sedang terjadi ditengah samudera Pantai Selatan itu," ujar Sugeng dengan nada serius.


Sesuai petunjuk pak Sugeng, dengan rasa penasaran si penulis pun mengarahkan pandangannya ketengah laut. Ternyata apa yang dikatakan oleh sahabat yang satu ini memang benar adanya. "Bahwa ada sebuah benda berwarna kuning menyala menyerupai Tugu Monas terdapat ditengah-tengah Laut Selatan". Sungguh menyesal luar biasa ketika kamera ketinggalan alias tak terbawa, sehingga tak mengabadikan fenomena menajubkan seperti ini, sesalku.

Menurut akal sehat jelas tidak mungkin ada listrik di tengah samudera, mungkin kalau seperti empat listrik yang adanya dipinggir pantai seperti yang sebelumnya dilihat jelas masuk logika, pikirku dalam hati. Berarti ini merupakan sebuah keagungan Tuhan. "Mas jangan-jangan ini apa mercu suar atau pintu masuk kerajaan Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan)," bisik pak Sugeng. Allahu Alam.
[bambang s]

Minggu, 15 Mei 2011

Wisata Spiritual Bangkitkan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme

Lantaran prihatin melihat bangsa yg semakin terpuruk, Ustadz Zibhie Al-Jawawi, pria berusia 46 tahun, kelahiran Pasuruan Jawa Timur, akhirnya merasa terpanggil turut peduli untuk membenahi bangsa tercinta ini.

Untuk memulai perjalanan wisata spiritualnya, pria yang telah dikarunia 6 orang anak ini mengambil lokasi yang dianggap cocok untuk melakukan meditasi, yakni di Pesisir Patilasan yang dulu pernah disinggahi Paduka Ir. Soekarno, di istana Kepresidenan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Karena tempat ini dinilai sesuai dengan kehidupan pada masa silamnya.

Selain diruang pribadi paduka mantan Presiden pertama di negeri ini. Kemudian, pria ini melanjutkan perjalanan spiritualnya di kamar 308 yg mana penuh aroma mistik dan religius.

Ditengah meditasinya, seorang pria yang kerap dipanggil Ustadz Zibhie dikalangan pejabat dan artis ternama ini mengaku mengalami sejumlah kejadian aneh alias diluar kemampuan akal manusia. Misalnya, terjadi peristiwa aneh, yang mana sarana spritual berupa janur kuning bergoyang dengan sendirinya meski tanpa ditiup angin.

Bukan itu saja, bahkan yang lebih membuat terbelalak dan mengejutkan lagi, di dalam kamar dengan ornamen dominan berwarna hijau itu terdapat bara yg tiba-tiba bisa loncat dengan sendirinya tanpa ada seseorang yang memindahkannya, jelas saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya.

Semakin bertambah lengkaplah serangkaian peristiwa aneh itu tatkala kedua orang saksi mata menyaksikan kejadian menajubkan. Berkat keagungan Tuhan bahwa di tengah samudera pantai laut selatan itu muncul benda menyerupai tugu Monas.

Menurut Ustadz Zibhie, orang hidup di dunia ini apa kata dalangNya. Yaitu, Allah SWT, bahwa kita merupakan wayang yang hanya sekedar menjalani hingga pentas kehidupan telah berakhir. Dalam upaya menjalani hidup hingga sang pencipta memanggilNya. Untuk mencapai hidup yang haqiqi di alam kelanggengan.

Pasalnya, di dunia ini hanya merupakan bunga tidur. Sementara, kenyataan saat ini kita masih tertidur, hingga waktunya kita dibangunkan oleh sang pencipta untuk menghadapi hidup yang sebenarnya, alias bukan di alam mimpi, akhirnya sang pencipta memanggil kita. Sehingga, tak menjadi beban, ketika sang pencipta membangunkan untuk memulai kehidupan yg sebenarnya. Untuk itu, ayo bangsaku jangan terlalu banyak tidur. Mari sadar, bahwa semua tanggung jawab ini ada di pundak kita. Karena bangsa ini menunggu generasi muda yg berjiwa "Kebangsaan dan Nasionalisme". Merdeka..[bmb]