Selasa, 25 Oktober 2011

Katarak Hantui Masyarakat Indonesia, Sido Muncul Selamatkan Kebutaan Melalui Operasi 6.000 Penderita Penyakit Mata


BELAKANGAN ini sedikitnya terdapat 5.626 orang penderita penderita katarak di berbagai wilayah di tanah air berhasil diselamatkan dari kebutaan melalui operasi mata. Sementara Sidomuncul sebagai salah satu penyandang dana dalam pelaksaaan operasi katarak yang dilakukan bersama Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Dengan menargetkan sedikitnya 6000 penderita penyakit katarak di seluruh Indonesia.
Kata Presiden Direktur Sidomuncul , Irwan Hidayat di RS Mata Aini Jakarta baru – baru ini.
Diakui Irwan untuk melakukan operasi katarak tidak sedikit biaya yang diperlukan bagi seorang penderita, setidanya untuk sekali operasi dibutuhkan dana Rp. 1.000.000,-. Dia menjelaskan, sudah ribuan warga miskin yang berhasil dioperasi katarak sehingga terhindar dari kebutaan. Lebih dari 6.000 orang siap di operasi dengan biaya dari Sido Muncul. Ribuan penderita penyakit mata  akan dioperasi katarak atas dukungan dana dari masyarakat yang dihimpun PMI dan Gerakan Mata Hati.

Masyarakat bisa menyalurkan bantuan ke dua lembaga ini. Irwan berharap pengusaha lain dapat ikut serta berperan membantu pembiayaan operasi mata katarak secara gratis, mengingat sejauh ini penyakit katarak belum tertangani pihak pemerintah . Sehingga dana pun harus dilakukan secara mandiri, bukan berasal dari anggaran pemerintah. Pada kesempatan yang sama Irwan Hidayat juga mengucapkan terima kasih kepada para dokter yang melakukan kegiatan operasi katarak secara gratis.

“ Mereka para dokter tanpa pamrih dalam melakukan kegiatan operasi mata tanpa menerima imbalan apapun.” Ujar IrwanMelalui  iklan layanan pengobatan mata katarak secara gratis oleh kedua produk anadalan Sidomuncul, Tolak Angin dan Kuku Bima Energi di sekitar puluhan media cetak dan elektronik, pihak Sidomuncul berhasil menghimpun dana hingga Rp 7 miliar dari berbagai kalangan dan Rp 2 miliar dari donatur yang simpati pada program kegiatan ini.

Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia Prof Prof DR Nila F Moeloek,SpM(K) mengingatkan agar warga masyarakat yang terserang penyakit mata katarak tidak terlambat mengalami kebutaan. Apalagi penyakit buta katarak semakin banyak menyerang masyarakat, seiring semakin banyaknya warga lanjut usia.Diperkirakan, saat ini ada sekitar dua juta orang mengalami buta katarak, dan bertambah 300.000 orang perderita katarak dalam setiap tahunnya. “ Jangan terlambat memeriksakan mata dan operasi jika mengalami katarak sebelum menjadi buta,” ujar Prof Nila saat memaparkan hasil operasi katarak gratis bagi masyarakat miskin.
untuk menghimbau masyarakat agar berpartisipasi dalam pemberantasan buta katarak di Indonesia, maka Sido Muncul mengkampanyekannya melalui iklan televisi dan media cetak. Dengan iklan produk Sidomuncul berupa Tolak Angin dan Kuku Bima Energi yang mencantumkan nomor rekening untuk penyaluran bantuan operasi katarak untuk penderita tidak mampu melalui PMI dan Gerakan Mata Hati.
 
Sementara itu Group Product Manager, Retna Widawati mengatakan, saat ini telah merealisasikan 5.626 orang penderita katarak yang telah berhasil di operasi. Dan pada bulan November mendatang menargetkan 6.000. orang katarak. Hal ini mampu direalisasikan dengan baik berkat kerja sama dengan semua pihak. Yakni mulai dari yayasan, instansi pemerintah, rumah sakit maupun media masa. Operasi ini dilakukan di 68 kota, 12 provinsi dan dilakukan di 91 Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia, ujar Widawati yang diamini rekan kerjanya Marketing Support, Siscawaty S.[bmb/ikhwan]

Senin, 24 Oktober 2011


Sebagai Bentuk Dukungannya, Kosgoro Berikan Cindera Mata Kepada Balon DKI-1 Bang Adji

Dukungan  terhadap Bakal Calon (Balon), dari jalur independen Mayjen TNI (Purn), Hendardji Soepandji kian mengalir.
Sebagai bentuk dukungannya, Kosgoro memberikan cindera mata kepada pria yang akrab disapa Bang Adji, dalam acara Forum Orientasi Tatap Muka Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro, Provinsi DKI Jakarta, di  wisma Mas Isman, jalan Teuku Cik Ditiro no.34 Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu sejumlah pentolan Kosgoro mengajukan pertanyaan ketika Bang Adji terpilih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta pada periode mendatang. Misalnya, disekitar krisis moral, olahraga serta semakin carut-marutnya kondisi Kota Jakarta.
Dalam bursa pencalonan DKI-1, Bang Adji merupakan salah seorang sosok yang dianggap memahami dan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Jakarta.

Menurut salah seorang perwakilan pengurus Kosgoro Jakarta Barat, Kristowo, perombakan  Tata Ruang dan Tata Kota secepatnya mesti dilakukan. Mengingat sangat minimnya ruang hijau di DKI Jakarta yang hanya terdapat 9,7 persen, sehingga harus mencapai 20 persen. Dengan adanya ruang hijau yang hanya 9,7 persen, jelas hal ini menyalahi undang-undang, tegasnya.
Tambahnya, dalam suatu aturan tata ruang, sistim dalam kehidupan harus dijalankan sesuai perintah konstitusi. Sebab, tidaklah mungkin hanya salah satu yg berperan. Semua adalah penting, baik lapis bawah, maupun menengah dan atas. Karena, hal ini tak ubahnya organ tubuh semua penting  tegasnya.

“Dalam hal ini, kami mendukung apa keinginan Kosgoro dalam hal perbaikan tata ruang dan tata kota di wilayah DKI Jakarta. Selain itu saya juga selalu menekankan pentingnya olahraga di Indonesia,” tegas Hendardji  yang merupakan salah seorang kandidat Gubernur yang juga merupakan The President of Asian Karate Federation dan sekaligus ketua FORKI Indonesia.[ikhwan/bmb]

Sebagai Bentuk Dukungannya, Kosgoro Berikan Cindera Mata Kepada Balon DKI-1 Bang Adji

DUKUNGAN terhadap Bakal Calon (Balon), dari jalur independen Mayjen TNI (Purn), Hendardji Soepandji kian mengalir.
Sebagai bentuk dukungannya, Kosgoro memberikan cindera mata kepada pria yang akrab disapa Bang Adji, dalam acara Forum Orientasi Tatap Muka Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro, Provinsi DKI Jakarta, di  wisma Mas Isman, jalan Teuku Cik Ditiro no.34 Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu sejumlah pentolan Kosgoro mengajukan pertanyaan ketika Bang Adji terpilih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta pada periode mendatang. Misalnya, disekitar krisis moral, olahraga serta semakin carut-marutnya kondisi Kota Jakarta.
Dalam bursa pencalonan DKI-1, Bang Adji merupakan salah seorang sosok yang dianggap memahami dan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Jakarta.

 Menurut salah seorang perwakilan pengurus Kosgoro Jakarta Barat, Kristowo, perombakan  Tata Ruang dan Tata Kota secepatnya mesti dilakukan. Mengingat sangat minimnya ruang hijau di DKI Jakarta yang hanya terdapat 9,7 persen, sehingga harus mencapai 20 persen. Dengan adanya ruang hijau yang hanya 9,7 persen, jelas hal ini menyalahi undang-undang, tegasnya.
Tambahnya, dalam suatu aturan tata ruang, sistim dalam kehidupan harus dijalankan sesuai perintah konstitusi. Sebab, tidaklah mungkin hanya salah satu yg berperan. Semua adalah penting, baik lapis bawah, maupun menengah dan atas. Karena, hal ini tak ubahnya organ tubuh semua penting  tegasnya.

“Dalam hal ini, kami mendukung apa keinginan Kosgoro dalam hal perbaikan tata ruang dan tata kota di wilayah DKI Jakarta. Selain itu saya juga selalu menekankan pentingnya olahraga di Indonesia,” tegas Hendardji  yang merupakan salah seorang kandidat Gubernur yang juga merupakan The President of Asian Karate Federation dan sekaligus ketua FORKI Indonesia.[ikhwan/bmb]

Jumat, 07 Oktober 2011


Nagamas Menggeliat, Memasuki Pasar Global SMec Satukan Potensi Bisnis Pertumbuhan Ekonomi Nasional 

GUNA mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memasuki pasar global, kini SMeC melakukan gebrakan dengan menyatukan potensi bisnis bersama. Serta membangun mata rantai bisnis melalui kemitraan, hingga terbentuk Global Business Community.
 SMeC dibawah bendera PT. Nagamas Permata Mandiri yang merupakan perusahaan swasta nasional sebagai mitra kerja PT. Infomedia Nusantara dengan MOU, melalui kerja sama pemasaran secara nasional, nomor : 00132/IN/01030304/11 pada tanggal 21 September 2011. Yang mana PT. Infomedia merupakan salah satu perusahaan milik Telkom Group yang saat ini menempati rating kedua di perusahaan BUMN tersebut. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT. Nagamas Permata Mandiri, Drs. Sugeng Pujiono saat acara peresmian gedung di Graha Kanada jalan raya Grogol no.72 kelurahan Limo, Kota Depok, Kamis (6/10).
Sementara itu pada acara penanda-tanganan kerja sama kontrak antara PT. Infomedia Nusantara dengan PT. Nagamas Permata Mandiri, pada Jumat (7/10), yang disertai penyampaian visi dan misi dari Sugeng Pujiono berlangsung secara hikmat. Hadir sejumlah petinggi dari kedua perusahaan tersebut. Misalnya hadir Dirut PT. Nagamas Sugeng Pujiono, Serly selaku komisaris, Direktur operasional Sarko Wiyono dan sejumlah staf lainnya. Juga hadir Ruslan selaku Direktur Infomedia, GM Marketing Eka Adrianie serta Yudi marketing.
Menurut Dirut Nagamas, Sugeng Pujiono, selain SMec yang kedepannya semakin cerah melalui media iklan, perusahaan yang dinaunginya juga akan mengelola pengusaha Usaha Kredit Menengah (UKM), dari hulu hingga ke hilir. Misalnya mencakup hal pertanian, perikanan, kerajinan dan pendidikan. Yang berorentasi terhadap kesejahteraan masyarakat.
 “Di gedung Kanada tempat berkumpulnya orang-orang kecil dan menengah. Sesuai dengan nama perusahaan Nagamas, tentunya saat ini memiliki sarang Naga. Salah satunya lantai dibawah tanah terdapat ruangan untuk training,” ujar Sugeng.[RM/IKHWAN]
Dalam kesempatan itu, Direktur Infomedia Ruslan menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Sugeng Pujiono selaku Dirut Nagamas, bentuk kerja sama ini merupakan pengalaman baru utamanya bagi Infomedia. Salah satu perusahaan yang bergabung dengan memberikan konsep yang luar biasa. Ini terjadi kali pertama, ungkapnya.[bambang-rm/ikhwan]

Terdakwa Tidak Ditahan, Sidang Kasus Hak Cipta Bapai di PN Jakarta Pusat Molor

Dalam sidang lanjutan kasus merek Bapai dengan terdakwa Thjang Bely, ironisnya pihak terdakwa tidak di tahan. Dalam sidang tersebut menghadirkan keterangan saksi Wawan Setiawan. Mereka merupakan salah seorang karyawan di toko milik terdakwa. Dia dibawah sumpah terkait keterangan ayah kandung terdakwa yakni Phang Sie Phung. Mereka dibawah sumpah yang tinggal di daerah Sambas Kalimantan Barat. Menurutnya, terdakwa berdagang dari tahun 2003 dan barang itu hasil impor dari Cina yang diproduksi hak cipta Bapai masalah pendaftaran ke Badan HAKI. Saksi mengatakan tidak tahu kepada Ketua Majelis Hakim Agus Iskandar .
Lantaran semakin molornya sidang keterangan saksi terkait kasus palanggaran merk yang dilakukan terdakwa, pada sidang sebelumnya Thjang Bely warga keturunaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tak ayal ketua Majelis Hakim Agus Iskandar menegur Jaksa Penuntut Umum Mustofa. Teguran tegas itu disampaikan ketua Majelis sebelum persidangan dibuka baru-baru ini.
“Gimana sih Jaksa, janjinya jam setengah sepuluh pagi, ini udh jam dua. Tanya Hakim kepad Jaksa Mustofa”. Maaf Majelis tadi baru ada brifing di kantor kata Mustofa menjawab pertanyaan Hakim
Lanjut ketua majelis sidang ini molor molor mulu ini, mendengar hal itu kuasa hukum terdakwa Thjang Bely. Kuasa Hukum terdakwa, Suyanto SH mengatakan dari tadi pagi sudah hadir di pengadilan, bahkan sudah 2 kali makan di Gajah Mada dan ini mau makan yang 3 kalinya.
Terdakwa mengaku tidak di tahan, padahal sidang sebelumnya terdakwa di dakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang mana melanggar pasal 94 UURi no 15 tahun 2001 tentang merek dengan ancaman pidana selama 5 tahun penjara. Perbuatan terdakwa itu di lakukan pada Oktober sampai Desember 2010 di toko Diego dan Jasco Collection milik terdakwa yang berada di wilayah Tanah Abang Jakarta Pusat .
Pada sidang sebelumnya mendengarkan keterangan saksi yakni saksi Tajul SH dan berikut korbannya. Menurutnya, merek Bapai sudah di daftarkan di HAKI dan sudah mempunyai sertifikat yang sudah di keluarkan. Yakni pada daftar 2009 dan di keluarkan pada tahun 2010 kata kedua saksi di hadapan ketua Majelis Hakim. Merk Bapai tersebut sudah di umumkan sekaligus disomasi di salah satu media cetak ternama, hingga tidak ada yang merasa keberatan.
Sementara menurut saksi Tajul SH, yang juga kuasa hukum saksi korban merk Bapai yang di jual oleh terdakwa berupa pakaian yang tidak mendapat ijin. Selain itu juga celana yang di jual di bawah harga, sehingga saksi korban di rugikan.
Lanjut kuasa hukum korban, merek Bapai itu sudah paten di Indonesia, pasalnya hanya menjual pakaian anak kecil, tandasnya. [hermawan]

Minggu, 02 Oktober 2011



Janji Pemkot Tangsel Palsu, Warga di Kawasan Pamulang Lakukan Aksi Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalanan

Sedikitnya sudah lima tahun, warga di jalan Inpres RT.04/RW.09 Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan provinsi Banten disuguhi pemandangan yang tidak nyaman. Kondisi jalanan di kawasan tersebut sangat memprihatinkan. Ironis memang, padahal jalanan tersebut merupakan akses menuju perumahan elit Vila Dago Pamulang. Selain itu, letaknya pun sangat berdekatan dengan calon kantor Walikota Tangerang Selatan, yakni di jalan Maruga, Pamulang. Sementara, disisi lain jalanan tersebut becek dan berlubang.

Belum lagi disaat kondisi hujan, jalanan menanjak itu semakin licin, hingga membahayakan bagi pengguna jalan. Lantaran kondisi yang serba carut - marut, tak ayal warga yang melintas di kawasan itu jatuh bergelimpangan.

Nasrudin tokoh masyarakat Benda Baru berharap, agar aparat dan instansi terkait segera merealisasikan pembangunan akses jalan tersebut. Padahal, akses jalan itu kerap dilalui sejumlah pejabat terkait Walikota Tangsel yang bermukim disekitar kawasan tersebut. Namun mereka terkesan tutup mata.

Safe'i tokoh pemuda setempat mengaku kecewa terkait ketidak tanggapan aparatur pemerintahan Walikota Tangsel diseputar keluhan warga Benda Baru. Pihak aparat sedikitnya sudah lima kali melakukan pengukuran jalan. Namun hingga saat ini tak ada juntrungannya. Padahal menurut sumber, anggaran untuk alokasi perbaikan jalan sudah turun di tingkat kelurahan setempat. Lantaran janji-janji yang tak pernah ditepati, tak ayal kekecewaan warga pun kian memuncak. Ratusan warga Benda Baru dan sekitarnya, pada hari Minggu, 2 Oktober 2011 menggelar aksi damai. Mereka menutup jalanan, sekaligus membentangkan puluhan sepanduk sebagai bentuk protes terhadap ketidak tanggapan aparat pemerintahan Walikota Tangsel. Puncak kekesalan warga diekpresikan melalui aksi penanaman pohon pisang di tengah-tengah jalanan tersebut. [bmb/ikhwan]

Sabtu, 01 Oktober 2011

Perkenalkan Musik Aliran Melayu, Bunga Saroja Keliling Benua Asia

Semakin sepinya tayangan acara musik dangdut di sejumlah layar kaca belakangan ini, tak membuat kendur  semangat artis muda Suharni (25 thn), untuk terus mengasah bakat olah vokalnya di dunia tarik suara.
Suharni yang akrab dipanggil Bunga artis muda kelahiran Semarang, Jawa Tengah yang pernah sukses merilis lagu Bunga Saroja ini mengaku prihatin terhadap perkembangan musik dangdut di tanah air. Padahal aliran musik yang satu ini sangat dikenal di kancah manca Negara.

Di usia kecilnya Bunga mengalami gagap, sebagai anak semata wayang Bunga tak mau mengecewakan kedua orang tuanya. Meski dirinya mengalami gagap tapi tak membuat
Bunga patah semangat. Justru dia semakin termotivasi untuk terus melatih olah vocal. Menginjak usia remaja, saat duduk dibangku SMA, Bunga rajin mengikuti berbagai lomba hingga berhasil memboyong Tropy dari hasil kemampuan olah vokalnya.

Berkat semangat dalam upaya meniti karier sejak usia remaja, sekaligus rajin megikuti ajang lomba menyanyi dari mulai tingkat provinsi dan tingkat nasional. Jadi tidaklah heran jika hal ini mampu menghantarkan Bunga di blantika musik melayu disejumlah Negara.
 Untuk menunjukkan bakat dan kemampuan kepada kedua orang tuanya, artis cantik keturunan darah Cina- India yang tinggal di salah satu kawasan di Jakarta ini, kini keliling Benua Asia. Mereka mengikuti berbagai even maupun berbagai show untuk  memperkenalkan kebudayaan musik melayu Indonesia. Belum lama ini misalnya Bunga melanglang buana ke, negara Singapura, Malasyia, Brunei dan Korea.

Pelantun lagu Bunga Saroja yang sekaligus anggota tetap PAMI yang satu ini, selain sebagai salah seorang penggemar Rano Karno, ia juga pengagum sosok Iyam Bustami.
Ketika disinggung rencana peluncuran albumnya, dalam waktu dekat ini Bunga mengadakan rekaman lagu dengan tema tembang-tembang cinta. Karena diakuinya tema cinta melalui musik Pop saat ini tengah ngetren dikalangan remaja. Selain musik Pop, Bunga juga mengusung aliran musik melayu, proses rekamannya tengah berjalan dua bulan yang lalu.
“Saat ini yang paling sulit dalam proses rekaman adalah mengumpulkan materi lagu yang benar-benar pas dan merakyat. Sehingga dapat dinikmati masyarakat secara luas,” pungkasnya. [bmb/ikhwan]

Minggu, 25 September 2011

Sepuluh Ribu Jama’ah Majelis Ta’lim Menggeliat di Lapangan Sepak Bola Kemayoran Restui Bang Adji Jadi Balon DKI-I


Sedikitnya sepuluh ribu orang massa dari berbagai wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu membanjiri kegiatan Halal Bihalal Akbar Majelis Ta’lim di lapangan bola Gandhis Scool, Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu, (25/9).

Hampir  seluruh massa yang hadir memakai  seragam muslim. Bagi jama’ah perempuan mengenakan seragam majelis ta’lim yang terbuat dari kombinasi batik dengan busana atasan denagn warna berbeda sesuai dengan asal wilayah masing-masing jama’ah. Sementara bagi jama’ah pria memakai baju koko putih dengan celana batik cirri khas Betawi berikut syurbannya. Hingga tak heran jika kondisinya kelihatan rapi dan tertib.

Acara dimeriahkan oleh kehadiran Ustadz Yuyuf Mansyur dengan menyampaikan Tausiyahnya. Ceramah yang dibawakan ustadz beken itu mampu membuat hadirin terpikat. Bahkan, massa yang hadir mengikuti kalimat demi kalimat yang terucap dari bibir seorang Ustadz Yusuf. Alunan musik bernuansa keagamaan disajikan oleh Hadad Alwi, sekaligus diramaikan artis gaek Kus Hendratmo. Hingga membuat suasana Halal Bihalal Akbar itu mendapat sambutan antusias oleh ribuan jama’ah di lokasi itu.

“Saya hanya ingin berbagi rasa, suka dan cita bagi seluruh warga DKI Jakarta yang hadir mewakili Majelis Ta’limnya. Dalam hal ini bersama-sama membangun rasa solidaritas dalam sebuah kebersamaan yang diridhoi Allah SWT. Sekaligus bertatap muka secara langsung dengan saling memaafkan satu sama lainnya untuk kembali menjadi suci sebagaimana fitrah kita sebagai mahkluk Allah. Kita harus menjauhkan rasa saling bermusuhan. Selain itu juga menjauhkan prasangka buruk sebagai sesama manusia dan tentunya warga Jakarta. Mari kita bersama-sama menyikapi keadaan dan kondisi kehidupan ini secara arif dan bijaksana, sekaligus saling menghormati sesama. Sesama niat dan keinginan ini hanya bias kita wujudkan melalui ajang silaturahmi usai hari raya Idul Fitri 1432 H. Karena, pada dasarnya setiap manusia itu sangat senang bila saling bertemu. Utamanya dalam suasana harmonis sebagaimana yang kita lihat pada acara hari ini,” urai Bang Adji.

Masih menurut Hendardji, peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berarti merubah diri kita. Yakni dari ahklak tidak jujur, hingga kemarahan menjadi kesabaran. Sekaligus dari hal kebencian menjadi rasa kasih sayang pada sesama. Jika perubahan ini terjadi pada sebagian besar umat Islam. Maka kita akan mampu merubah negeri ini. Bagkan dunia kita dapat merubahnya kearah yang lebih baik.

Sementara itu,  Hadad Alwi berikut ribuan jama’ah yang hadir di kegiatan itu siap mendukung Hendardji sebagai Balon Gubernur DKI. Dan sebagai bentuk keseriusannya mereka akan menyerahkan foto copy KTP. “Saya datang disini dengan suka rela dan tidak dibayar. Karena memang tidak ada maksud menjilat. Hanya satu syarat jika terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta, Bang Adji jangan sampai lupa kepada masyarakat. Terutama warga kalangan akar rumput,” ujar Hadad Alwi disambut koor ribuan hadirin. [bmb-ikhwan]

Senin, 19 September 2011

Hercules Tinggalkan Dunia Hitam


JAKARTA - Meski belakangan dicap sebagai sosok gahar yang tak lepas dari dunia premanisme, namun tak membuat tokoh pemuda yang satu ini pantang menyerah. Untuk mengikis julukan miring yang kerap diarahkan kepada dirinya, Hercules mulai melakukan berbagai gebrakan positif melalui aksi kemanusiaan. Misalnya, rajin membantu korban bencana, sekaligus menyantuni fakir miskin dan anak yatim. Bahkan, aksi sosial ini bukan saja dilakukan di Kota Jakarta, namun juga diseluruh tanah air.

Tokoh pemuda yang sekaligus Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marshal, bersama musisi Ahmad Dhani didampingi Pengacara Hotman Paris Hutapea, misalnya terjun ke lokasi kebakaran dengan menyantuni sedikitnya 1400 korban jiwa musibah kebakaran di lingkungan RW.07 kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat baru-bari ini.

Bantuan yang diberikan Hercules melalui Walikota Jakarta Barat Burhanuddin untuk disalurkan kepada korban kebakaran itu berupa 4 ton beras, 500 dus air mineral, 500an dus mie instan, pakaian layak pakai dan 200 kaleng kue kering. Termasuk bantuan seragam sekolah. Bantuan berangkat dari markas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) di Jalan Sakti Raya IV No. 08 Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Aparat pemerintahan Jakarta Barat juga turut ambil bagian dalam aksi sosial ini. Walikota Jakarta Barat Burhanuddin mendukung program ini.

Ketua Umum GRIB Hercules yang sekaligus pemilik lembaga pendidikan Saint Merry International melakukan kegiatan ini untuk berbagi, seperti dilakukannya pada saat puasa, lebaran dan musibah lainnya.
Sementara itu keterlibatan musisi Ahmad Dhani dalam aksi sosial ini juga dapat menghibur warga, sekaligus memberi semangat untuk bangkit memulai hidup baru mereka.

Pada kegiatan itu Hercules yang akrab dipanggil Maung mengaku ingin keluar dari dunia hitam. “dalam hal ini saya mulai berjalan di jalan yang terang ke arah yang positif. Sehingga bisa sebagai contoh orang, tentunya agar lebih dipandang. Rasanya tersentuh hati saya hingga terpanggil untuk mulai berbuat sosial. Hingga kedepan dapat menghapus noda-noda gelap yang selama ini saya alami,” ujarnya.

Sementara itu musisi Ahmad Dhani mengaku siap jika dipanggil Hercules, kapan dan dimanapun pasti datang. “Karena Bang Hercules memang sudah seperti saudara saya sendiri,” aku Dhani.

Ketua Umum GRIB Hercules yang sekaligus pemilik lembaga pendidikan Saint Merry International melakukan kegiatan ini untuk berbagi, seperti dilakukannya pada saat puasa, lebaran dan musibah lainnya.
Sementara itu keterlibatan musisi Ahmad Dhani dalam aksi sosial ini juga diharapakan dapat menghibur warga, sekaligus memberi semangat untuk bangkit memulai hidup baru mereka.

Saat ini waga korban kebakaran masih tinggal di tempat-tempat pengungsian, tenda darurat dan bedeng-bedeng yang didirikan korban kebakaran. Kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan, misalnya makanan instan, air bersih dan bahan bangunan.

Rabu, 14 September 2011


Warga Bintaro dan Srengseng Sambut Antusias Kehadiran Calon Gubernur DKI Jakarta Hendardji Soepandji

JAKARTA, FP-RM - Ratusan warga di lingkungan RT.013/RW.06 jalan Plamboyan 29 komplek CPM Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menyambut antusias kehadiran bakal calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Mayjen (Purn) Drs.Hendardji Soepandji,SH. Dalam acara halal bihalal itu warga di kawasan itu mengaku mendukung penuh terkait rencana pencalonan Hendarji menjadi orang nomor satu di Jakarta. Warga secara simbolis menerima bantuan ratusan seragam lengkap Majelis Ta’lim pimpinan Hj.Atminingsih Rusdi, pada hari Selasa (13/9).

Selain di Bintaro, Hendardji yang kerab dipanggil Bang Adji itu dihari yang sama juga mendapat dukungan dari ratusan warga di jalan Haji Lebar RW.04 Meruya , Jakarta Barat. Rupanya dukungan terhadap Bang Adji semakin mengalir, hari Rabu (14/9), warga di jalan Fatahilah RT.002/RW.01, Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Bahkan, pada esok harinya sosok pemimpin dari latar belakang militer yang tegas dan disiplin ini juga didukung oleh ratusan elemen masyarakat di anjungan Taman Mini Indah. “Jakarta merupakan kota yang kompleks jadi selayaknya cocok dipimpin oleh sosok militer yang tegas dan berani mengambil keputusan. Kalau  yang memimpin dari kalangan sipil saya yakin, Jakarta tidak bakal maju,” ujar Tuti salah seorang warga di Bintaro, Jakarta Selatan.[BMB/IKHWAN]