Peduli Pengobatan Gratis BPP DPP PAN Disambut Antusias Warga
Jakarta – Guna mengantisipasi citra partai agar tidak semakin redup dimata masyarakat, Partai Amanat Nasional (PAN), belakangan mulai getol melakukan berbagai kegiatan peduli masyarakat. Misalnya, mereka mengadakan program Sekar Mentari yang mana sasarannya membantu masyarakat kecil dalam hal permodalan usaha, utamanya kaum perempuan. Selain itu, BPP DPP partai berlambang matahari itu juga menggelar Pos PAN Du (Pos Pelayanan Amanah Terpadu). Salah satunya melalui aksi sosial pengobatan gratis bersama sejumlah dokter dan para medis, di RT.010/RW.06, Gunung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu, (19/02).
Menurut pelaksana lapangan Titin Supriatin, kegiatan ini disambut antusias ratusan warga sekitar. Meski dalam kondisi hujan, sekaligus acara yang sangat sederhana, namun sebagai kader partai, Titin tetap bersemangat. Hal ini tentunya sesuai program pemberian layanan secara terpadu untuk kesejahteraan sosial masyarakat. Cepat bergerak, tepat bertindak dekat dihati masyarakat, ujarnya.
Sementara menurut Ibnu Purnomo salah seorang warga RT.010/RW.06 Kelurahan Gunung menyambut positif aksi peduli kesehatan ini. Dirinya berharap agar kegiatan tersebut dilakukan secara rutin, minimal dalam 6 bulan sekali. Bila perlu bagi pasien yang kondisi kesehatannya buruk perlu ditindak lanjuti melalui referensi kepihak rumah sakit, harapnya. [bmb]
Minggu, 19 Februari 2012
Minggu, 05 Februari 2012
Alasan Menderita Sakit Sidang Kerap Molor
JAKARTA
- Sidang yang selalu molor dengan berbagai macam kendala, seperti saksi dan
terdakwa yang tidak pernah hadir ini dinilai berlarut larut. “Sudah kesekian
kalinya saya dibuat kecewa. Jauh-jauh dari Bandung, tapi hasilnya tidak
memuaskan,” tandasnya sambil menyebutkan hal ini menambah kerugian perusahaan
dari biaya transportasi.
Fachrudin,
Staf khusus PT Idola Insani yang melaporkan pemalsuan baju kaos ini menduga ada
permainan dibalik molornya persidangan, ia menyebutkan “mudah-mudahan saksi
cepat sembuh dan sidang bisa berjalan lancar ” ungkapnya
Ulah
Masuri yang tidak mengindahkan panggilan sebagai saksi dalam kasus pemalsuan
merek baju kaos ‘Cressida dan Damor’ logo DMR dengan terdakwa Suhardi alias
Anggie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin, membuat Fachrudin kecewa,
pasalnya sidang ini sudah tiga kali (3 minggu) tertunda dengan alasan saksi
sakit “ini sudah kali ketiganya saksi kunci ini tidak hadir dalam sidang,” ucap
Fachrudin kecewa.
Untuk
itulah ia mendesak jaksa Nur Jamilah untuk segera memanggil paksa saksi oknum
polisi tersebut yang kini diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat kasus
pemalsuan baju kaos tersebut. “Padahal saksi ini merupakan saksi kunci yang
menerima order membuat logo merek kaos tersebut dari terdakwa,” tambahnya.
Di hadapan Majelis Hakim pimpinan Jihad Arkanuddin, jaksa menyatakan ketidak-hadiran saksi ini karena sakit. Hal ini diketahuinya dari petugas polisi yang mengantarkan surat panggilan kepada saksi. Namun atas perintah majelis hakim, jaksa kembali memanggil saksi yang tidak ditahan dalam kasus tersebut.
Menggapi
persoalan ini Hakim Bagus Iriawan menyatakan, bisa saja jaksa menghadirkan
paksa saksi yang sudah tiga kali tak hadir. “Kalau sudah lebih dari dua kali
tidak hadir, bisa saja dihadirkan paksa,” ucap humas Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat.
Ia menambahkan kalau saksi yang merupakan saksi kunci tidak mau hadir juga ini patut dipertanyakan. “Ada apa, kok saksi tidak mau hadir dengan berbagi macam alasan,” katanya.
Menurut Fachrudin, rencana persidangan Rabu (1/2), majelis rencananya akan memeriksa dua saksi satu daintaranya Masuri. Namun karena saksi ini tidak hadir, sidang ditunda pekan depan.
Yang
jelas Facruddin tetap berharap agar sidang ini berjalan lancar agar
usahanya mendapatkan kepastian hukum. [HN]
Kementerian BUMN Apresiasi Kinerja PT.Jamsostek
JAKARTA - Kinerja PT.Jamsostek ( Persero ) diapresiasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dalam sarapan pagi bersama Chief Executive Officer BUMN di Gedung BRI 2 di Jakarta, Rabu (25/1/2012), Dahlan Iskan menyalami sambil menepuk bahu Hotbonar memuji laporan keuangan Jamsostek hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.
Direktur Utama PT Jamsostek (Persero), H. Hot Bonar Sinaga ,menyambut apresiasi tersebut dengan gembira , Beliau bilang, selamat ya, tunggakan notisi BPK nol persen, ujarnya. BPK menilai, Jamsostek termasuk perusahaan dengan kemampuan audit internal terbaik sehingga memudahkan auditor eksternal baik dari BPK atau kantor akuntan publik mengaudit laporan keuangan BUMN ini.
JAKARTA - Kinerja PT.Jamsostek ( Persero ) diapresiasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dalam sarapan pagi bersama Chief Executive Officer BUMN di Gedung BRI 2 di Jakarta, Rabu (25/1/2012), Dahlan Iskan menyalami sambil menepuk bahu Hotbonar memuji laporan keuangan Jamsostek hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.
Direktur Utama PT Jamsostek (Persero), H. Hot Bonar Sinaga ,menyambut apresiasi tersebut dengan gembira , Beliau bilang, selamat ya, tunggakan notisi BPK nol persen, ujarnya. BPK menilai, Jamsostek termasuk perusahaan dengan kemampuan audit internal terbaik sehingga memudahkan auditor eksternal baik dari BPK atau kantor akuntan publik mengaudit laporan keuangan BUMN ini.
Bagi
Hotbonar, pengelolaan keuangan dengan manajemen tata kelola perusahaan yang
baik dan taat asas mutlak diterapkan. Sejak mendapat amanah memimpin Jamsostek tahun
2007, Hotbonar menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.
Kini,
Jamsostek membangun sistem pelayanan yang lebih optimal untuk meningkatkan
jumlah peserta dan manfaat yang bisa diberikan
Kami
mengelola dana yang sebagian besar ditujukan untuk persiapan hari tua jutaan
pekerja sehingga transparansi dan sikap taat asas menjadi kunci dasar
operasional Jamsostek, ujar praktisi asuransi senior ini. [ leo bmb]
Jamsostek Tingkatkan Santunan
JAKARTA,- PT Jamsostek
(Persero) akan mengkaji kemungkinan untuk menaikkan santunan biaya persalinan
(normal) bagi peserta untuk program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).
Selain itu, santunan untuk jaminan kematian (JK) bagi tenaga kerja peserta program jaminan sosial yang diselenggarakan Jamsostek. Rencana untuk menaikkan santunan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan serta manfaat program jaminan sosial.
Selain itu, santunan untuk jaminan kematian (JK) bagi tenaga kerja peserta program jaminan sosial yang diselenggarakan Jamsostek. Rencana untuk menaikkan santunan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan serta manfaat program jaminan sosial.
Hal ini masih dalam
kajian, karena terkait landasan hukum berupa peraturan pemerintah. Yang
mengusulkan masalah peningkatan santunan dan manfaat ini dari jajaran Jamsostek
Kantor Wilayah VI (Jatim, Bali, NTB, dan NTT. Ucap Direktur Pelayanan PT
Jamsostek (Persero) Djoko Sungkono
Menurutnya, saat ini peserta Jamsostek yang menjalani persalinan normal mendapat penggantian biaya Rp500.000. Santunan untuk jaminan kematian sebesar Rp16,8 juta.
Menurutnya, saat ini peserta Jamsostek yang menjalani persalinan normal mendapat penggantian biaya Rp500.000. Santunan untuk jaminan kematian sebesar Rp16,8 juta.
Berapa kenaikannya,
ujarnya, masih dalam kajian dan perhitungan. Perlu waktu untuk memutuskannya.
Yang jelas, Jamsostek tidak harus menaikkan iuran kepesertaan meski manfaat,
layanan, dan santunannya ditambah.
Djoko menambahkan,
Jamsostek melakukan berbagai inovasi pelayanan dan tambahan manfaat untuk
meningkatkan jumlah peserta. Dalam hal ini, sosialisasi dan pendekatan yang
dilakukan ke perusahaan-perusahaan berlandaskan manfaat program jaminan sosial.
Dengan demikian,
tidak selalu menggunakan pendekatan penegakan hukum untuk UU Nomor 3 Tahun 1992
tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.Hingga saat ini jumlah peserta Jamsostek
mencapai lebih dari 33 juta jiwa. Namun yang masuk kategori peserta aktif hanya
10,7 juta jiwa.Total dana pekerja yang telah dihimpun Jamsostek selama 34 tahun
beroperasi mencapai Rp115 triliun, dan Rp101,5 triliun merupakan dana peserta
dalam program jaminan hari tua (JHT). Jamsostek sudah membayarkan jaminan
kepada peserta untuk semua program sekitar Rp47,1 triliun.
Terkait realisasi
peningkatan manfaat program, Djoko mengatakan, Jamsostek siap memfasilitasi
600.000 dari 2,6 juta peserta program JPK untuk melakukan pemeriksaan kesehatan
(medical check up) secara gratis.
Fasilitas yang
diberikan untuk peserta berusia di atas 40 tahun ini merupakan salah satu
bentuk peningkatan manfaat dan santunan dari Jamsostek untuk
peserta.Peningkatan manfaat, pelayanan, dan santunan ini berhasil mengatrol
jumlah peserta program JPK Jamsostek hingga 100 persen.
[ leo bmb]
[ leo bmb]
PT Jamsostek Perluas Kepesertaan Pada Sektor Informal
JAKARTA -
PT Jamsostek (Persero) menargetkan tambahan peserta 170.000 dari pekerja
sektor informal/mandiri pada 2012. Dengan ini, maka lebih banyak lagi pekerja
yang biasa disebut tenaga kerja luar hubungan kerja (TK-LHK) ini mendapat
perlindungan jaminan sosial atas risiko akibat bekerja, seperti sakit,
kecelakaan, hari tua, dan lainnya.
Direktur Kepesertaan
Jamsostek Ahmad Ansyori, dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, mengatakan,
pada 2011, pekerja informal/mandiri yang menjadi peserta baru program jaminan
sosial sebanyak 150.200 orang. Untuk mencapai target 170.000 peserta baru dari
pekerja informal ini, Jamsostek di antaranya melakukan kerja sama dengan
pemerintah daerah, salah satunya seperti yang dilakukan Jamsostek dengan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.
Pada 2011, Pemkab
Purwakarta mengikutsertakan 10.000 pekerja sosial sebagai peserta Jamsostek
dengan anggaran iuran Rp 8 miliar, seperti ketua rukun tetangga, perangkat
desa, ketua karang taruna, hingga dukun bayi.
Selanjutnya, pada
tahun ini giliran 75.474 pekerja informal diikutkan dalam program jaminan
sosial yang diselenggarakan Jamsostek. Pekerja informal yang diikutkan dalam
program jaminan sosial ini, di antaranya berprofesi sebagai buruh tani, tukang
ojek, tukang cukur, dan sopir angkutan kota. Pada 2011, Pemkab Purwakarta
menganggarkan iuran Jamsostek sebesar Rp 8 miliar untuk 10.000 pekerja sosial
tersebut. Sedangkan pada 2012 ini Pemkab Purwakarta mengalokasikan anggaran
sebesar Rp 25 miliar.
Direktur Utama
Jamsostek Hotbonar Sinaga mengapresiasi Pemkab Purwakarta yang sudah menerapkan
sistem jaminan sosial nasional (SJSN) bagi pekerja informal dan pekerja sosial.
Keberanian Pemkab Purwakarta menanggung iuran jaminan sosial pekerja informal
membuktikan persoalan anggaran bukan masalah besar, kata Hotbonar. Menurut dia,
pemerintah pusat bisa meniru langkah Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, dalam
menerapkan SJSN skala kecil bagi pekerja informal.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
menjelaskan, anggaran untuk iuran kepesertaan pekerja informal dalam program
Jamsostek pada 2012 ini hanya 5 persen dari APBD Kabupaten Purwakarta yang
mencapai Rp 1,1 triliun. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk lepas tanggung
jawab untuk bayar iuran jaminan sosial bagi pekerja informal, kata dia. [ leo bmb]
Peserta Jamsostek Dapat Kredit Renovasi Rumah Rp 50 Juta
JAKARTA - PT Jamsostek (Persero) membuka pintu bagi masyarakat yang ingin meminjam dana untuk merenovasi rumahnya. Jamsostek akan memberikan pinjaman maksimal Rp 50 juta dengan bunga 6%.
Pinjam
uang untuk renovasi maksimal Rp 50 juta, kebijakan ini merupakan program baru
Jamsostek. Namun perseroan menetapkan persyaratan khusus diantaranya terdapat
batas minimal gaji dari debitur yang berminat.
Anggota
Jamsostek dapat meminjam dana Rp 50 juta jika upahnya minimal Rp 10 juta per
bulan. Sementara anggota yang memiliki gaji tetap Rp 5-10 juta dapat pinjaman
dana sebesar Rp 35 juta.
Sementara
yang sampai (dibawah) Rp 5 juta, dapat maksimal dana Rp 20 juta. Bunga sama 6%
dengan tenor 10 tahun, tambahnya.Jamsostek bekerja sama dengan Bank Tabungan
Negara (BTN) dalam pemasaran dan penagihan. Masuk melalui BTN. Kalau dengan
program uang muka misalnya, setiap bulan bayar. Yang punya Jamsostek langsung
masuk rekening Jamsostek.
Program
yang sama telah berjalan tahun 2011 namun plafon kredit maksimal Rp 30 juta.
Sepanjang tahun lalu realisasi penyerapan kredit renovasi baru Rp 5 miliar.
Target yang Rp 30 juta sudah cukup banyak. Baru Rp 5 miliar. Untuk yang Rp 50
juta, masih proses. Belum tanda tangan, pungkasnya.
Jika
Anda ingin mendapatkan fasilitas tersebut, maka syarat-syaratnya adalah telah
menjadi peserta Jamsostek minimal 5 tahun ,Tidak sedang atau sudah melunasi
Pinjaman [leo bmb]
Jamsostek Bidik 170.000 Tenaga Kerja Informal
Ansyori mengatakan, setelah tahun lalu memasukkan 15.000 pekerja sosial sebagai peserta Jamsostek, tahun ini giliran 75.474 pekerja informal yang diikutkan dalam program jaminan sosial yang dikelola perseroan.
Sementara itu, Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga mengaku selama ini antara iuran yang dibayarkan pekerja informal dengan klaim yang harus dibayarkan, jauh lebih besar klaim yang dikeluarkan.
Namun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jamsostek mengalami surplus yang cukup besar. Dari iuran yang dibayarkan sekitar Rp 8 miliar tahun lalu, klaim yang harus dibayar Rp 1,89 miliar. Jadi ada surplus, tegas Hotbonar.
Hotbonar menyarankan Menurut dia, pemerintah pusat bisa meniru langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) skala mini bagi pekerja informal. Keberanian Pemkab Purwakarta menanggung iuran jaminan sosial pekerja informal membuktikan persoalan anggaran bukan masalah besar, kata Hotbonar.[ leo bmb]
JAKARTA - PT Jamsostek (Persero) menargetkan tahun ini bisa menambah
jumlah peserta baru dari tenaga kerja informal sebanyak 170.000 orang. Tahun
lalu tenaga kerja informal yang menjadi peserta Jamsostek sebanyak 150.200
orang.
Untuk mencapai target tersebut kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan Kabupaten Purwakarta, ujar Direktur Kepesertaan Jamsostek Ahmad Ansyori, kepada pers ,di Jakarta
Untuk mencapai target tersebut kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan Kabupaten Purwakarta, ujar Direktur Kepesertaan Jamsostek Ahmad Ansyori, kepada pers ,di Jakarta
Ansyori mengatakan, setelah tahun lalu memasukkan 15.000 pekerja sosial sebagai peserta Jamsostek, tahun ini giliran 75.474 pekerja informal yang diikutkan dalam program jaminan sosial yang dikelola perseroan.
Sementara itu, Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga mengaku selama ini antara iuran yang dibayarkan pekerja informal dengan klaim yang harus dibayarkan, jauh lebih besar klaim yang dikeluarkan.
Namun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jamsostek mengalami surplus yang cukup besar. Dari iuran yang dibayarkan sekitar Rp 8 miliar tahun lalu, klaim yang harus dibayar Rp 1,89 miliar. Jadi ada surplus, tegas Hotbonar.
Hotbonar menyarankan Menurut dia, pemerintah pusat bisa meniru langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) skala mini bagi pekerja informal. Keberanian Pemkab Purwakarta menanggung iuran jaminan sosial pekerja informal membuktikan persoalan anggaran bukan masalah besar, kata Hotbonar.[ leo bmb]
Sabtu, 21 Januari 2012
Program Peduli Pertamina dan Jalinan Kasih RCTI Disambut Antusias Pelajar

Jakarta, - Saat ini Pertamina tengah menggelar Program Peduli, yakni menjalin kerja sama Jalinan Kasih RCTI melalui bantuan alat bantu dengar ( Audiotone Hetaring), terhadap 400 orang warga di seluruh Kota Jakarta.
Program Bakti Sosial ini ditujukan utamanya bagi kalangan masyarakat kurang mampu. Sebagai donatur kegiatan ini adalah PT.Pertamina (Persero). Sementara, Pertamina Medika sebagai pihak pelaksana.
Program peduli ini ditangani sejumlah dokter professional yang notabene ahli dalam bidang medisnya.
Oji salah seorang perwakilan PT. Pertamina (Persero), mengatakan, selain memberikan bantuan alat bantu dengar, Pertamina juga peduli terhadap penderita katarak ,hernia (bibir sumbing). Bahkan, juga memberikan bantuan modal usaha UMKM kepada masyarakat.
Masih menurutnya, program Pertamina Peduli ini sudah di mulai sejak dua tahun lalu. Bantuan ini terus berkesinambungan, baik hal pendidikan, kesehatan maupun jenis modal usaha bagi UMKM. Sementara, untuk sarana atau alat bantu dengar dimulai bulan Desember 2011.
Bantuan alat bantu dengar yang diselengarakan pada hari Kamis, di jalan Bumi no. V, Meystik, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, pada Kamis, 19 Januari 2012 disambut antusias para pelajar dan masyarakat sekitar.
Acara serah terima alat bantu dengar secara simbolis diberikan oleh Oji selaku perwakilan PT.Pertamina. Kegiatan yang mendapatkan sambutan haru biru itu, ke depan menurutnya dapat bermanfaat, sekaligus memudahkan guru dalam upaya mendidik para muridnya.
Selain perwakilan dari PT. Pertamina (Persero), dalam kegiatan itu juga dihadiri dokter Hamka Hasan serta Dwi Gigih Haryono selaku Humas RS. Pertamina Jaya Pertamedika. Acara itu sekaligus disambut Afrizal beserta jajarannya. Sambutan hangat selain datang dari ratusan murid, juga diberikan oleh para guru, orang tua murid dan masyarakat yang mendapatkan bantuan.
Ketika sejumlah wartawan menyinggung disekitar program ini, Ny. Mulyati salah seorang wali murid SLB Nur Asih yang beralamat di jalan H.Salim no.23 Rawa Papan Bintaro, Jakarta selatan, merasa bersyukur, karena Anisa Gita N salah seorang putri kesayangannya mendapatkan bantuan alat bantu dengar yang mana sarana tersebut harganya sangat mahal. Masih menurut Mulyati, program ini jelas sangat membantu kami.
Jadi, sangatlah wajar jika ucapan terima kasih bukan saja ditujukan kepada Pertamina, namun juga kepada seluruh petugas yang berjasa. Baik kepala sekolah maupun para guru SLB Nur Asih. Mudah-mudahan Pertamina terus dapat berbagi kepada masyarakat di seluruh tanah air yang membutuhkan, ujarnya. [ikhwan/bmb]
Jakarta, - Saat ini Pertamina tengah menggelar Program Peduli, yakni menjalin kerja sama Jalinan Kasih RCTI melalui bantuan alat bantu dengar ( Audiotone Hetaring), terhadap 400 orang warga di seluruh Kota Jakarta.
Program Bakti Sosial ini ditujukan utamanya bagi kalangan masyarakat kurang mampu. Sebagai donatur kegiatan ini adalah PT.Pertamina (Persero). Sementara, Pertamina Medika sebagai pihak pelaksana.
Program peduli ini ditangani sejumlah dokter professional yang notabene ahli dalam bidang medisnya.
Oji salah seorang perwakilan PT. Pertamina (Persero), mengatakan, selain memberikan bantuan alat bantu dengar, Pertamina juga peduli terhadap penderita katarak ,hernia (bibir sumbing). Bahkan, juga memberikan bantuan modal usaha UMKM kepada masyarakat.
Masih menurutnya, program Pertamina Peduli ini sudah di mulai sejak dua tahun lalu. Bantuan ini terus berkesinambungan, baik hal pendidikan, kesehatan maupun jenis modal usaha bagi UMKM. Sementara, untuk sarana atau alat bantu dengar dimulai bulan Desember 2011.
Bantuan alat bantu dengar yang diselengarakan pada hari Kamis, di jalan Bumi no. V, Meystik, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, pada Kamis, 19 Januari 2012 disambut antusias para pelajar dan masyarakat sekitar.
Acara serah terima alat bantu dengar secara simbolis diberikan oleh Oji selaku perwakilan PT.Pertamina. Kegiatan yang mendapatkan sambutan haru biru itu, ke depan menurutnya dapat bermanfaat, sekaligus memudahkan guru dalam upaya mendidik para muridnya.
Selain perwakilan dari PT. Pertamina (Persero), dalam kegiatan itu juga dihadiri dokter Hamka Hasan serta Dwi Gigih Haryono selaku Humas RS. Pertamina Jaya Pertamedika. Acara itu sekaligus disambut Afrizal beserta jajarannya. Sambutan hangat selain datang dari ratusan murid, juga diberikan oleh para guru, orang tua murid dan masyarakat yang mendapatkan bantuan.
Ketika sejumlah wartawan menyinggung disekitar program ini, Ny. Mulyati salah seorang wali murid SLB Nur Asih yang beralamat di jalan H.Salim no.23 Rawa Papan Bintaro, Jakarta selatan, merasa bersyukur, karena Anisa Gita N salah seorang putri kesayangannya mendapatkan bantuan alat bantu dengar yang mana sarana tersebut harganya sangat mahal. Masih menurut Mulyati, program ini jelas sangat membantu kami.
Jadi, sangatlah wajar jika ucapan terima kasih bukan saja ditujukan kepada Pertamina, namun juga kepada seluruh petugas yang berjasa. Baik kepala sekolah maupun para guru SLB Nur Asih. Mudah-mudahan Pertamina terus dapat berbagi kepada masyarakat di seluruh tanah air yang membutuhkan, ujarnya. [ikhwan/bmb]
Bang Adji Tunaikan Sholat Jumat Bersama Warga Pedongkelan
Belakang Cengkareng
Jakarta, - Calon gubernur DKI
Jakarta Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hendradji, Soepandji, SH, atau akrab disapa
Bang Adji melakukan shalat Jumat bersama warga di RT 21, RW 16 Pedongkelan
Belakang, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, (20/1).
Usai menunaikan sholat Jumat, Bang Adji
mengadakan silaturrahmi, sekaligus berdialog secara langsung dengan warga
sekitar. Silaturrahmi yang digelar di halaman rumah Koordinator Kelurahan
Cengkareng, Asep, ini mendapat sambutan antusias warga.
Ratusan warga memadati halaman yang
hanya beratap tenda sederhana, dan berkursi plastik. Antusiasme warga mampu mengalahkan
cuaca panas dan terik siang itu. Tak hanya kalangan dewasa, dan pria, Ibu-ibu
serta anak-anak rela berpanas di panasnya terik matahari dalam upaya mengikuti silaturahmi
hingga acara usai.
Dalam sambutannya, mantan Komandan
Pusat POM Angkatan Darat ini merasa bersyukur, karena warga di Kapuk mendukung
penuh terkait pencalonan dirinya sebagai Cagub DKI Jakarta dari jalur independen.
Pasalnya, tanpa dukungan dari warga melalui KTP mustahil dapat lolos verifikasi
KPU, ujarnya.
“Warga di Kapuk telah mendukung saya
sedikitnya 10 ribu lebih KTP. Dalam hal ini saya memberikan apresiasi kepada
warga utamanaya di Kapuk, Cengkareng. Sebab, tanpa dukungan itu, saya tidak
bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan kerja sama ini berlanjut terus,” harap
mantan Komandan Danpuspom ini.
Dalam silaturahmi yang juga dihadiri
perwakilan dari Wakil Lurah Kapuk, para ketua RT di RW 16, dan Ketua RW 16
sendiri itu, Dalam kesempatan itu Bang Adji menyatakan tekadnya jika terpilih
akan membangun kawasan Kapuk menjadi tidak kumuh tanpa melalui penggusuran.
“Kapuk harus menjadi tidak kumuh,
tanpa penggusuran. Prioritas saya untuk meremajakan kawasan kumuh di DKI
menjadi kawasan indah, nyaman, bersih, dan aman. Rusunami akan dibangun untuk
kalangan menengah ke bawah,” pungkas Bang Adji yang disambut tepuk tangan gemuruh
warga.[iwn/boy]
Langganan:
Postingan (Atom)
