Selasa, 01 Oktober 2013

LSM Plang - RI Temukan Dugaan Mark Up Anggaran di Lingkungan Kantor Walikota Jakbar

Jakarta atuan kerja perangkat daerah, dalam hal ini bagiaun umum dan Protokol Setko Administrasi Jakarta Barat, pejabat lelang dan pejabat pembuat komitmen (PPK), disinyalir melakukan penggelembungan (Mark Up), anggaran terkait pelaksanaan proyek pemasangan TV LED Blok A dan B kantor walikota Jakarta Barat pada Desember 2012 lalu. Tak ayal, akibat ulah oknum di lingkungan kantor walikota Jakarta Barat tersebut merugikan negara yang jumlahnya tidak sedikit, yakni antara 2 hingga 3 miliar rupiah. Untuk itu, Kejaksaan Negeri diharapkan tanggap atas dugaan kasus ini untuk secepatnya melakukan penyelidikan terhadap pihak - pihak terkait dalam pelaksanaan proyek tersebut. Sesuai dengan tujuan dari hukum acara pidana untuk mencari, menemukan sekaligus menggali kebenaran materi (materielle warheid), yang sesungguhnya. Hal ini diungkapkan Jonser, SH ketua umum DPP LSM PLANG RI kepada FPRM, di kantor sekretariat jalan Dr. Latumenten II, Jelambar, Jakarta Barat, Selasa, (1/09). Masih menurut Jonser, dugaan Mark Up anggaran dalam proyek tersebut dengan nilai Pagu Paket Rp.7.000.000.000,-. Nilai HPS Paket Rp. 6.813.926.609,-. Sementara pihak pemenang lelang PT.Subota International Contractor. Harga penawaran lelang Rp.6.068.097.563,-. Serangkaian hal yang dianggap janggal, hingga timbul pertanyaan yang sangant menggeletik. Adakah perencanaan maupun penyusunan paket kegiatan pemasangan TV LED dengan biaya anggaran yang fantastis itu sesuai dengan aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan sekaligus kepentingan warga utamanya masyarakat Jakarta Barat. Sementara itu, kepala bagian umum dan protokol setko administrasi Jakarta Barat Haryanto dalam statmentnya di salah satu media Online, menyatakan, "jika keberadaan kedua TV yang engan anggdibuat daran 2012 sebesar Rp. 500 juta di jaman era digital Led TV sengaja dipasang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi seputar kebijakan pemprov DKI Jakarta berupa monorail. MRT, program KB, Pemilu dan lain sebagainya. "Jika menganalisa dan mencermati statment tersebut, maka kami berpendapat manfaat dari LED TV itu tidak benar dirasakan masyarakat, lantaran tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan warga Jakarta Barat", tandas Jonser. (bmb/ttn)

Senin, 01 Juli 2013

Wow, SDN Kebonrejo 1 Magelang "Dekat di Hati" Ukir Prestasi 8 Besar Nilai Ebta Murni Se-antero Kabupaten

Magelang – Ujian Nasional (UN), hajatan pendidikan yang diselenggarakan negara melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan belakangan ini, menunjukkan prestasi yang gemilang. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras instansi terkait, para guru dan murid. Jadi tidaklah heran jika Sekolah Dasar Negeri (SDN), Kebonrejo 1, kecamatan Salaman, Magelang, Jawa Tengah dalam pelaksanaan Ujian Nasional baru-baru ini mampu menggukir prestasi yang mengembirakan. Lantaran keuletan dan kerja kerasnya sekolahan ini menduduki urutan 8 dari 950 Sekolah Dasar se-kabupaten Magelang dengan Nilai Epta Murni 26,98. Salah satu Sekolah Dasar yang mempunyai Motto “DEKAT DI HATI”, tentunya Motto atau semboyan ini bukan semata isapan jempol. Namun benar-benar telah menggukir prestasi yang mampu mengharumkan nama baik sekolah, nusa maupun bangsa. Dengan polesan tenaga pengajar yang profesional, Sekolah Dasar itu tampak bersih dan tertata rapi. Dengan jumlah 14 orang guru, dan terdapat 171 orang murid. Kepala sekolah dan para guru mampu menjaga keseimbagan antara Peppda dan Islami. Ini terbukti pernah menjadi juara tingkat kabupaten dibidang seni yakni, Moco Pat Islami, pada tahun 2010 lalu hingga langganan menjadi juara di tingkat kecamatan. Menurut Marhaban S.pd yang sekaligus Kepala Sekolah Dasar Negeri Kebonrejo 1 ini, kedepan akan terus meningkatkan kualitas pendidikan serta prestasinya. Sebagai bentuk keseriusannya, pada tahun Ajaran Baru 2013 – 2014 ini dilakukan pendaftaran GRATIS bagi calon siswa. (A.Ikhwan/bmb)

Rabu, 26 Juni 2013

Dengan Nomor Induk Kependudukan e-KTP Percepat Pelayanan Jamsostek

JAKARTA FPRM - PT Jamsostek (Persero) melakukan Grand Launching Aplikasi verifikasi klaim Jamsostek dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Data Biometrik di Menara Jamsostek Jakarta Selatan pada Kamis (20/6/2013). Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G. Masassya menuturkan aplikasi ini akan mempercepat pelayanan klaim kepada peserta Jamsostek dan menjaga keakuratan penerima klaim. "Aplikasi ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada April lalu," kata dia dalam keterangan tertulisnya. Pada aplikasi ini, data NIK menjadi kunci verikasi data peserta Jamsostek yang akan mengambil Jaminan Hari Tua (JHT). Pada acara tersebut, penggunaan aplikasi verifikasi klaim diperagakan kepada undangan yang hadir, dengan menunjukkan pelayanan klaim JHT di Kantor Cabang Setiabudi dan Kantor Cabang Bandung I. "Aplikasi ini akan digunakan di seluruh kantor cabang Jamsostek," ungkap Elvyn. Dia menjelakan, NIK tersebut nantinya akan berperan penting dalam operasional BPJS. Selain dipergunakan untuk memverifikasi klaim Jamsostek, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memudahkan peserta Jamsostek untuk melakukan pendaftaran kepesertaan, pembuatan smard card guna mendapatkan akses informasi seputar Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan manfaat tambahan (additional benefit). Di samping itu, BPJS Ketenagakerjaaan juga dapat meningkatkan pengawasan pelaksanaan jaminan sosial dan menerapkan sanksi adminstratif kepada pengusaha yang melanggar ketentuan perundangan tentang Jaminan sosial tenaga kerja.[leo bmb ]

Perluasan Kepesertaan Jamsostek Pekerja Informal Dapat Masuk Jamsostek

JAKARTA : PT Jamsostek yang selama ini hanya melayani pekerja sektor formal dengan kepesertaan mencapai 28 juta orang. Namun dari total peserta itu hanya 11,3 juta orang yang aktif membayar. Untuk memperbaiki pencapaian perusahaan menjelang transformasi menjadi badan publik itu Saat ini PT Jamsostek akan membuka 800 kanal layanan yang terdiri atas ATM dan website. Fasilitas itu akan mempermudah perusahaan atau perorangan mendaftar menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Saat ini potensi pekerja sektor informal di lirik untuk menjadi peserta Jamsostek , karena jumlahnya pun cukup besar, mencapai 70 juta lebih (45 persen) mayoritas beraktifitas di Jakarta. Direktur Utama PT. Jamsostek Evlyn Massasya , mengatakan, transformasi Jamsostek menjadi BPJS idiupayakan berlangsung lancar. Pemerintah bersama pihak terkait masih menggodok sejumlah aturan, Menurutnya , menjadi peserta jamsostek bukan hanya sektor formal,akan tetapi informal juga berhak. Jamsotek menargetkan perolehan peserta yang mencapai 100 juta lebih untuk masuk jamsostek. Saat ini sektor formal mencapai 40 juta pekerja. Sektor informal lebih besar lagi lebih dari 70 juta. Ini potensi yang harus digarap. Untuk itu, perlu cara yang efektif mengedukasi masyarakat agar mereka mau menjadi peserta dan tahu manfaat yang didapat kelak. Ada persepsi peserta jamsostek hanya pekerja diperusahaan. Padahal pekerja informal seperti tukang ojek,nelayan, pedagang, buruh kasar juga bisa masuk Jamsostek secara mandiri. Hanya saja, metode koleksi iurannya harus dilakukan dalam bentuk paguyuban, atau kelompok tertentu untuk memudahkan. Kita belum buka pendaftaran secara individu. Karena sulit untuk mengoleksi iurannya. Makanya kita anjurkan melalui kelompok atau paguyuban. Seperti pedagang, katanya,yang mempekerjakan 5 orang saja bisa mendaftar.Dengan membentuk wadah sendiri, Jamsostek, akan lebih mudah,efektif. Dan efisien dalam melakukan pendaftaran dan menginformasikan manfaat yang didapat peserta. Dengan begitu, masyarakat paham, menjadi peserta bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan.[leo bmb]

Dengan Nomor Induk Kependudukan e-KTP Percepat Pelayanan Jamsostek

JAKARTA FPRM - PT Jamsostek (Persero) melakukan Grand Launching Aplikasi verifikasi klaim Jamsostek dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Data Biometrik di Menara Jamsostek Jakarta Selatan pada Kamis (20/6/2013). Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G. Masassya menuturkan aplikasi ini akan mempercepat pelayanan klaim kepada peserta Jamsostek dan menjaga keakuratan penerima klaim. "Aplikasi ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada April lalu," kata dia dalam keterangan tertulisnya. Pada aplikasi ini, data NIK menjadi kunci verikasi data peserta Jamsostek yang akan mengambil Jaminan Hari Tua (JHT). Pada acara tersebut, penggunaan aplikasi verifikasi klaim diperagakan kepada undangan yang hadir, dengan menunjukkan pelayanan klaim JHT di Kantor Cabang Setiabudi dan Kantor Cabang Bandung I. "Aplikasi ini akan digunakan di seluruh kantor cabang Jamsostek," ungkap Elvyn. Dia menjelakan, NIK tersebut nantinya akan berperan penting dalam operasional BPJS. Selain dipergunakan untuk memverifikasi klaim Jamsostek, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memudahkan peserta Jamsostek untuk melakukan pendaftaran kepesertaan, pembuatan smard card guna mendapatkan akses informasi seputar Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan manfaat tambahan (additional benefit). Di samping itu, BPJS Ketenagakerjaaan juga dapat meningkatkan pengawasan pelaksanaan jaminan sosial dan menerapkan sanksi adminstratif kepada pengusaha yang melanggar ketentuan perundangan tentang Jaminan sosial tenaga kerja.[leo bmb ]

Amri Yusuf: Direktur Umum dan SDM Jamsostek( Persero ) Jamsostek Akan Bangun Pusat Pelatihan di Jawa Barat

JAKARTA FPRM – Dalam rangka penghematan dan efisiensi pembiayaan dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia , PT Jamsostek (Persero) berencana akan membangun pusat pelatihan (learning center) di Bogor, Jawa Barat pada tahun ini.Ungkap Direktur Umum dan SDM Jamsostek, Amri Yusuf . "Karena selama ini kita menggunakan tempat-tempat di luar dan disewa, untuk itu kita ingin membangun learning center sendiri, agar program-program tersebut dapat terjadwalkan dengan baik, kemudian karyawan-karyawan kita bisa dilatih dalam jumlah yang lebih banyak," ungkap Amri kepada media. Terlebih, selama ini hampir 40-50 persen biaya program pengembangan SDM habis untuk biaya sewa tempat. Nantinya kata Amri, learning center ini bisa menampung program pendidikan lebih dari 15-20 kelas. "Di sana ada auditorium dan bisa melakukan kegiatan lain, ada kamar penginapan, yang mungkin kita bikin seperti kelas hotel lah," paparnya. Lokasi pembangunan learning center ini dengan luas 6-7 ribu meter persegi dan berada Bogor dengan lokasi yang strategis. "Target operasi awal januari 2014. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Rencana tahun ini groundbreaking sudah tunjuk konsultan perencana dan mereka sedang siapkan designnya, target kita Juli-Agustus sudah groundbreaking. Atau paling tidak sebelum atau setelah lebaran," tegas Amri. Untuk total investasi pembangunan learning center, Amri menyebut sekitar Rp 50-60 miliar. "Investasi kita hitung-hitung kurang lebih Rp 50-60 miliar. Itu estimasinya, karena sekarang sedang dihitung oleh konsultasi kita. Dan berapapun itu kita akan tetap eksekusi," tuturnya.[leo bmb]

Elvyn G Masassya: Direktur PT Jamsostek (Persero) BPJS Ketenagakerjaan Harus Tetap Memberikan Manfaat Optimal

JAKARTA .FPRM - Sekalipun status hukumnya bakal berubah dari perseroan terbatas menjadi badan hukum publik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Direktur PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya berharap, untuk tetap memberikan manfaat optimal bagi pekerja, lembaga yang akan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan itu tetap dapat melakukan pengelolaan dana, dalam portofolio investasi yang telah dilakukan selama ini. "Jamsostek telah memberikan imbal hasil sebesar dua digit. Kami berharap minimal tetap dapat melakukan investasi dalam penyertaan saham, deposito, obligasi dan penyertaan langsung property," terangnya. Menurut Elvyn, merujuk pada best practice yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di sejumlah negara, mereka bisa melakukan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui sejumlah portofolio investasi. Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menekankan agar pengelolaan dana BPJS Ketenagakerjaan tetap memberikan imbal hasil optimal bagi seluruh pekerja."Pengelolaannya mesti tetap prudent dan memberikan hasil optimal bagi pesertanya," kata Agung Laksono dalam acara Forum Konsolidasi BPJS ke-3 di Batam, belum lama ini. Agung juga menekankan agar kelompok kerja yang telah dibentuk pemerintah meliputi Kementrian Kesehatan untuk BPJS Kesehatan serta Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk BPJS Ketenagakerjaan segera menyelesaikan harmonisasi berbagai peraturan perundangan dan menyiapkan institusi, perangkat maupun regulasinya. Sementara itu terkait dengan pengalihan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) kepada BPJS Kesehatan, Elvyn mengatakan, beralihnya iuran dari program JPK tidak akan mempengaruhi perolehan imbal hasil dari para pekerja. "Karena program JPK itu kan bentuknya jangka pendek, berbeda dengan iuran program Jaminan Hari Tua (JHT) yang sifatnya investasi jangka panjang. Apalagi nanti akan mengelola tambahan program baru Jaminan Pensiun," terangnya.[leo bmb]

Jamsostek Goes Society Di Tangerang Akrab Kenalkan Jaminan Sosial

JAKARTA – FPRM - Jamsostek Goes Society merupakan salah satu event publik pertama yang dilakukan oleh perusahaan yang akan menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ini. Acara sendiri dilaksanakan di 8 kota secara bergiliran. Salah satunya adalah di Tangerang Banten. Sabtu (22/6). Direktur Kepesertaan Jamsostek Junaedi , mengatakan dengan mendekatkan diri ke masyarakat melalui event Jamsostek "Goes to Society" di tempat umum seperti Metropolis town Square, Tanggerang, banyak masyarakat yang tadinya tidak mengetahui menjadi sadar program jaminan sosial. Hal senada disampaikan Wakil sekretaris Peraeroan Kuswahyudi menjelaskan, sejauh ini Jamsostek Goes to Society sudah diadakan di delapan kota, meliputi, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan, Makasar dan Tanggerang. Kegiatan ini, lanjutnya, masih akan dilakukan di Padang dan Ambon. "Kita harapkan tidak hanya disambut antusiasme masyarakat saja, tapi akan membangkitkan kesadaran ikut jaminan sosial," pungkasnya.Junaedi menambahkan , acara ini bertujuan untuk lebih mengenalkan apa itu Jamsostek beserta program-programnya lewat konsultasi kepada pengunjung. Masyarakat diperkenalkan apa keuntungan serta bagaimana proses bergabung dengan Jamsostek. Apalagi, saat ini Jamsostek telah membuka kantor cabang dan outlet di seluruh kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Bahkan di satu kota bisa tercatat lebih dari satu kantor cabang dan outlet."Karena menjadi amanat perundangan dan menjadi hak pekerja untuk melaporkan jika dia tidak didaftarkan oleh perusahaanya ke kantor cabang Jamsostek terdekat," terangnya. Sanksinya, sesuai dengan UU Nomor 3/1992 perusahaan yang tidak melindungi karyawannya dengan jamsostek akan didenda Rp 50 juta dan sanksi kurungan badan enam bulan."Bahkan menjelang transformasi BPJS tengah disiapkan Peraturan Pemerintah (PP) berupa sanksi administratif pencabutan ijin usaha," paparnya.[leo bmb]

Minggu, 16 Juni 2013

Warga Kumpulkan Aksi Tanda Tangan Dukung Kinerja Wakil Lurah Cengkareng Timur

Jakarta - Sebagai bentuk loyalitas terhadap kepimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama, berbagai carapun dilakukan para jajaran camat dan lurah untuk meningkatkan kinerjanya. Misalnya, untuk mendukung program Jakarta Baru, Yuli Ardiansyah wakil lurah Cengkareng Timur, Jakarta Barat getol melakukan gebrakan. Rajin blusukan, sekaligus memberikan paparan terkait program Jakarta Baru Jokowi - Ahok ditengah masyarakat. Memprioritaskan pelayanan masyarakat, pola penerapan sampah terpadu dan meminimalisir pungutan liar (Pungli), di wilayah kerjanya, kata Yuli Ardiansyah kepada FP-RM baru - baru ini. Yuli mengaku siap mengikuti program Jokowi - Ahok, sekaligus mengikuti tahapan demi tahapan test jabatan lelang camat dan lurah. Terlepas hasil test bagus atau tidak semua diserahkan kepada Jokowi - Ahok, yang penting mengikuti prosedur. Tidak lagi menerapkan pola - pola lama seperti gubernur sebelumnya, jelasnya. Upaya yang dilakukan Yuli tak heran jika mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga mengumpulkan ratusan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja wakil lurah Cengkareng Timur. Salah seorang warga Cengkareng Timur yang enggan disebutkan jati dirinya mendukung kinerja Yuli lantaran pro aktif ditengah masyarakat. Bila perlu gubernur Jokowi - Ahok memposisikan wakil lurah Cengkareng Timur tersebut menjadi lurah, ujarnya. Upaya serius untuk mendukung program Jokowi - Ahok, selain Yuli Ardiansyah juga dilakukan Mahludin camat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan Hartanto kordinator lapangan Satpol PP kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Di saat sejumlah aparatur pemerintahan berlomba - lomba menunjukkan loyalitas dan kinerjanya kepada gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, ironisnya di wilayah kecamatan Kebayoran Lama masih terkesan carut marut. Misalnya, di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan masih banyak terdapat pungutan liar (Pungli). Menyikapi disekitar kinerja dan lelang jabatan, mantan Wali Kota Surakarta menjelaskan ini, sistem ini sengaja digulirkan dengan tujuan untuk mendapatkan pejabat yang berkompeten secara manajerial, menguasai masalah dan lapangan, serta memiliki semangat melayani rakyat. Menurut Jokowi, tujuan yang ingin dicapai melalui lelang jabatan sangat sederhana, bahkan menjadi suatu keharusan di masing-masing lurah, camat, atau pemimpin wilayah lainnya. Jokowi - Ahok memberikan apresiasi terhadap kinerja, sekaligus loyalitas wakil lurah Cengkareng Timur dan sejumlah bawahannya, termasuk camat Kebayoran Baru dan Satgas Satpol PP Palmerah, untuk meningkatkan kinerjanya agar program Jakarta Baru segera terwujud.(bambang FP-RM)

Selasa, 11 Juni 2013

Abdul Salim Caleg Termarjinalkan Nomor 5 Dapil 9 PAN Rapatkan Barisan

Jakarta - FPRM, Meski terkesan merendahkan diri dengan menyebut dirinya Calon Legislatif (Caleg), termarjinalkan, namun diam - diam Abdul Salim, SH Caleg DPRD DKI Jakarta nomor urut 5 Dapil 9 mulai merapatkan barisan. Caleg dari partai berlambang matahari itu mulai menyusun kekuatan di Dapil 9 yang meliputi tiga kecamatan. Yakni, kecamatan Kalideres, Cengkareng dan Tambora. Meski terbilang pendatang baru di partai PAN, namun Salim telah lama melakukan pembinaan di kalangan grass roots. Bahkan, ketika laga pemilihan calon Gubernur DKI Jakarta lalu, Salim mendapat kepercayaan menjadi komandan tim pemenangan Korwil Jakarta Barat. Sehingga tidaklah heran jika dirinya tak canggung lagi ketika harus berkompetisi di Dapil 9 yang notabene dihuni oleh sejumlah Caleg yang lebih senior. Salim meyakini jika teman - teman seperjuangannya secara tulus akan mendukung dalam pencalegkannya, karena memang sudah terjalin ikatan emosianal sebelumnya. Saat di singgung diseputar persiapan menghadapi ketatnya persaingan Caleg di tahun ini, dengan merendah Salim sama sekali belum menyiapkan atibut, baik spanduk maupun stiker. Namun, diam - diam dirinya getol melakukan sosialisasi di tengah warga masyarakat maupun ke sejumlah kegiatan partai PAN. (bmb/ttn)